
setelah berfikir secara matang akhirnya dimas memutuskan untuk tidak menikahi dinda. karna menurutnya ia tidak melakukan apa-apa terhadap dinda dan ia pun tidak mencintai gadis itu.
di apartement milik dimas sudah ada daddy dan mommy serta dinda juga di ruang tamu " mom dad dimas sudah mutusin untuk tidak menikahi dinda! kalo momy mau menyuruh dimas untuk bertanggung jawab dimas tidak akan pernah melakukan itu. karna dimas gak pernah macem-macem sama dinda! niat dimas hanya menolong dinda karna dia lagi ada masalah !" jepas dimas panjang×lebar.
" dim kamu gak bisa kaya gitu terlepas kamu sama dinda gak berbuat apa-apa tapi kalian sudah tinggal satu atap selama beberapa hari !" mommy selly ngotot ingin dimas menikah dengan dinda.
sementara dinda menunukan pandangannya seraya menahan tangis. jujur ia sudah menaruh hati kepada dimas sejak pertama mereka bertemu waktu dimas ke toko alea untuk menjemput aksa! tetapi sekarang lelaki itu sudah menolaknya artinya ia sudah tidak punya harapan lagi untuk merebut hati dimas.
" mom dimas gak cinta sama dia! momy jangan egois ini pernikahan mom dan dimas hanya ingin menikah dengan wanita yang dimas cintai dan mencintai dimas !" jawab dimas kesal karna sang mommy kekeh ingin ia menikah.
" umur kamu udah lebih dari kepala tiga dim. mau sampai kapan kamu kaya gini! dinda cewe baik dia cocok buat kamu !" ucap mommy selly.
" dia masih terlalu kecil mom umurnya baru 19th apa kata orang nanti kalo dimas menikahi dia !' jawaban dumas semakin membuat hati dinda seakan ditikam oleh batu.
" maaf buk kalo saya menyela omongan kalian! bener apa kata om dimas kalo dinda gak pantes untuk menikah dengannya! lagian semua salah dinda gak seharusnya dinda melibatkan om dimas dengan masalah dinda. ibu gak perlu maksa om dimas untuk menikahi dinda karna kita tidak melakukan perbuatan tercela! maaf kalo kehadiran dinda membuat keadaan menjadi kacau. dinda pamit dulu permisi !" ucap dinda panjang lebar setelah itu ia pun beranjak menuju kamarnya untuk memberekan barang yang ia bawa kemarin.
sementara ketiga orang tersebut terdiam mendengar ucapan dinda terlebih lagi dimas. ia tidak mengerti kenapa rasanya sangat sakit kala dinda dinda tidak memandangnya sedikit pun sedari tadi.
tidak berapa lama dinda pun keluar dari kamarnya menenteng tas yang berisi baju bajunya yang ia ambil tiga hari yang lalu dikostannya bersama dimas.
" lu mau pergi kemana cil ?" tanya dimas kepada dinda karna ia ingat kalo rumah peninggalan orang tuanya sudah di jual oleh paman dan bibinya.
dinda memandang dimas lekat " dinda mau balik ke kampung om !" jawab dinda dengan senyum getirnya.
" bukannya lu bilang lu gak mau dinikahin sama juragan itu? terus kenapa sekarang lu malah mau balik ke kampung yang ada paman sama bibi lu bakal nikahin lu sama tuh bandot tua !" entah kenapa dimas tidak rela kalo sampai dinda menikah dengan juragan kodir.
" dinda berubah pikiran om! mungkin dengan menikah sama juragan kodir hidup dinda gak akan buat susah siapapun lagi. makasih ya om udah mau nampung dinda dengan suka rela. dinda pamit dulu !" ucap dinda kemudian menghampiri momy selly dan dan daddy fariz menyalami punggung tangan mereka dengan takzim.
" buk pak dinda pamit dulu ya. maaf kalo kehadiran dinda sudah membuat keadaan jadi kacau. permisi !" ucap dinda langsung melangkahkan kakinya keluar apartement dimas.
sementara dimas hanya mematung melihat kepergian dinda! hatinya ingin sekali menahan dinda untuk tidak pergi. tetapi pikirannya menyangkal semua itu ia tidak mau dinikahi oleh dinda.
" dad ayo kita pulang !" ucapan momy selly langsung membangunkan dimas dari segala pikirannya yang berkecamuk.
__ADS_1
momy selly berhenti tepat dihadapan dimas " momy kecewa sama kamu dim! mulai sekarang momy gak akan paksa kamu lagi untuk menikah terserah kamu mau melakukan apapun sesuka hati kamu. tapi yang harus kamu inget suatu saat nanti kamu akan menyesali semua keputusan kamu saat ini !" ucap momy selly dengan tatapan kecewa kepada putranya itu.
setelah itu mereka pun pergi menunggalkan dimas dengan perasaan yang berkecamuk " kenapa jadi kaya gini sih arrgghh !" ucap dimas frustasi.
dimas pun memasuki kamarnya untuk berganti pakaian setelah itu ia pun pergi menuju kantor alvin karna ia sudah terlambat.
***
sementara itu momy selly dan daddy fariz mengikuti dinda pergi.
" dinda !" ucap momy selly ketika menghampiri dinda yang sedang duduk di sebuah taman tidak jauh dari apartement dimas.
" loh ibu kenapa disini ?" tanya dinda bingung seraya menghapus sisa air matanya.
" bisa ikut momy sebentar ?" ucap momy selly tanpa menjawab pertanyaan dinda.
" ada apa ya bu ?" tanya dinda was-was.
" emm yudh deh dinda ikut ibu eh momy !" ucap dinda.
mereka pun memasuki mobil setelah itu pun mobil melaju menuju arah puncak.
" buk sebenarnya kita mau kemana ?" tanya dinda takut.
" kita akan ke villa daddy yang dipuncak. sementara kamu akan tinggal disana dulu din !" sahut momy selly dengan lembut.
" tapi buk dinda mau pulang kampung aja. ibu gak perlu repot-repot bawa dinda kesana !" ucap dinda sungkan.
" gapapa. din. ada yang mau momy omongin juga sama kamu nanti disana !" ucap momy selly.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam karna macet mereka pun akhirnya sampai disebuah villa mewah.
" masya allah bagus banget !" takjub dinda.
__ADS_1
" kamu suka sayang ?" tanya momy selly mengelus kepala dinda dengan sayang.
" suka buk suka banget ini bagus sekali !" sahut dinda masih dengan kekagumannya.
" buat sementara kamu akan tinggal disini nanti. dan ingat panggil kita mommy and daddy !" ucap momy selly tegas.
" maaf mom dinda belum terbiasa !" jawab dinda seraya menundukan kepalanya.
" gapapa. nanti juga terbiasa !" sahut mommy selly sementara daddy fariz hanya tersenyum.
" yuk masuk !" ajak momy selly menggandeng lengan dinda.
mereka pun memasuki villa dan dinda pun bertambah kagum dengan interior villa tersebut.
keluarga dimas memang termasuk orang kaya hampir setara dengan kekayaan keluarga adijaya tetapi dimas memilih bekerja dengan alvin karna ia malas mengurus perusahaan daddynya lagipula masih ada adik-adiknya yang akan memengang alih perusahaan keluarganya.
" selamat datang tuan, nyonya dan nona muda !" sapa kedua art yang bertugas merawat villa.
" makan siang sudah kami siapkan nyonya silahkan !" ucap salah satu art itu.
mereka pun langsung menuju ruang makan karna memang sudah jamnya makan siang.
setelah makan siang mereka bertiga pun berkumpul di ruang keluarga karna ada yang mau momy selly omongkan.
" din sebenernya....!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
noted : maaf ya kalo ceritanya kurang menarik membosankan dan masih banyak typo 😇 dukung terus karya othor biar makin semangat up nya 🥰
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK LIKE KOMEN AND VOTE TERIMA KASIH 🙏 ❤
__ADS_1