
Semangkuk mie instan dengan toping lengkap tersaji di depan Azalea yang sejak tadi telah menunggu dengan semangat. Aroma bumbu-bumbu dari mie instan yang tersaji membuat perut Azalea seketika langsung berbunyi nyaring. Seolah meminta sesegera mungkin untuk diisi dengan mie instan.
"Tuh di makan mie nya," ujar Husain yang sudah mendudukan dirinya di samping Azalea.
"Abang gak mau?" Tawar Azalea pada Husain.
Dan seperti dugaan Azalea, Husain menggelengkan kepalanya pertanda menolak mie instan yang ada di hadapan Azalea. "Gak mau. Kamu aja yang makan,"
"Bener ini gak mau? Enak loh." Tawar Azalea pada Husain sekali lagi. Namun Husain tetap menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu tetap kekeh pada pendiriannya bahwa ia tak ingin mencicipi barang sedikitpun mie instan yang ada di hadapan Azalea.
"Kita itu perlu loh Bang sesekali makan mie instan. Gak bakal kena penyakit kalau makannya sesekali doang," ucap Azalea yang setelahnya langsung menyeruput mie instan di hadapannya.
"Wah, MasyaAllah. Nikmat mana lagi yang kau dustakan." Puji Azalea sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara Husain yang melihat kelakuan lucu Azalea lantas mengelus lembut pipi Azalea yang menggembung karena mengunyah mie. Gemes sekali istrinya ini.
Teringat dengan keluhan istrinya di supermarket tadi, Husain langsung membawa kedua kaki istrinya itu ke atas pahanya untuk dipijit. "Jangan di turunin. Abang mau pijitin kaki kamu biar gak pegel lagi." Ujar Husain saat Azalea mau menurunkan kakinya dari atas pahanya.
Azalea menggelengkan kepalanya. Ia menelan terlebih dahulu mie di dalam mulutnya sebelum menjawab ucapan dari Husain. "Gak usah, Abang. Nanti juga sembuh sendiri kok," tolaknya.
"Sing nurut, sayang!" Ujar Husain dengan suara rendahnya.
Mendengar itu, Azalea langsung mengatupkan kedua bibirnya. Memilih membiarkan suaminya memijit kedua kakinya dari pada suaminya marah dan mendapat laknat dari malaikat.
"Abang kok baik banget sih sama, Aza. Kalau Aza banyak tingkah dan nyebelin Abang gak pernah marah sama Aza. Padahal Aza aja kadang suka kesel sama diri Aza sendiri." Tutur Azalea sambil melanjutkan makan mie instannya.
Tanpa menoleh, Husain menjawab pertanyaan Azalea, "kalau kamu kesel sama diri kamu sendiri, kasih aja diri kamu ke Abang. Biar nanti Abang yang ngurusin kamu. Gimana?" Tawar Husain.
Azalea yang mendapat jawaban seperti itu dari Husain menjadi terharu. Matanya berkaca-kaca menatap ke arah Husain yang masih setia memijit kedua kakinya dengan lembut.
"Makasih ya, Abang udah mau ngurusin Aza yang banyak mau dan nyebelin." Ujar Azalea tiba-tiba sambil memeluk tubuh Husain dari samping.
"Sama-sama, sayang. Udah itu mienya di habisin."
Setelah Azalea selesai makan mie, Husain mengajak Azalea untuk ke kamar mereka. Memilih menunggu waktu Magrib di dalam kamar sambil berbincang atau melakukan hal lain.
__ADS_1
"Udah mau Magrib, tapi Abang belum mandi. Kayak malas gerak gitu. Kamu ada solusinya gak, sayang?" Tanya Husain sambil memeluk Azalea dari belakang. Melingkarkan tangannya di pinggang Azalea sambil tak lupa mengelus perut Azalea.
Azalea terdiam sejenak sambil memikirkan maksud dari perkataan Husain. Dan setelah ia paham akan apa yang Husain ucapkan, segera ia lepaskan pelukan mereka dan memukul dada Husain dengan kesal. "Halah, ngode itu namanya, Abang. Gak mau ah, udah mau Magrib nanti telat lagi sholat Magrib nya."
Husain terkekeh mendengar jawaban dari Azalea. "Mandi doang, sayang. Gak lebih. Serius deh," ujar Husain meyakinkan.
"Iya awalnya cuma mandi doang tapi nanti akhirannya jadi mandi junub," sinis Azalea.
Tak kehilangan akal, Husain mencoba merayu Azalea sekali lagi agar istrinya itu mau mandi bersamanya.
"Mandi bareng itu masuk kategori Sunnah loh sayang untuk suami istri. Rugi kalau di lewatin. Gak dapat pahala. Yakin nih gak mau pahala?" Rayu Husain.
Azalea mencebik bibirnya, "Abang ah, tahu banget kelemahan Aza," rengeknya.
...-Husain dan Azalea-...
"....Shadaqallahul-'adzim'." Husain menutup Al-Qur'an yang ia baca dan meletakkan nya kembali di atas nakas. Lalu setelahnya ia kembali mendekati Azalea dan merebahkan kepalanya di atas paha Azalea yang sedang meluruskan kedua kakinya.
"Assalamu'alaikum anak Ayah? Gimana kabarnya, hm? Semoga malam ini Dedek bisa tidur nyenyak ya setelah Ayah bacain ayat-ayat suci Al-Qur'an ya." Ujar Husain menyapa anaknya yang masih berada di dalam perut istrinya. Sudah menjadi jadwalnya setiap malam untuk membacakan anaknya ayat suci Al-Qur'an agar anaknya terbiasa sejak di dalam kandungan untuk mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an.
"Masa sih Ibu?" Tanya Husain mencolek dagu Azalea dari bawah.
"Bener tahu."
"Iya deh, Abang percaya. Ngomong-ngomong kamu udah minum susu belum?" Tanya Husain pada Azalea.
"Belum. Aza lupa." Jawab Azalea sambil cengengesan.
Husain yang gemas dengan tingkah pelupa Azalea langsung mencubit kedua pipi Azalea."Kamu ini kebiasaan banget ya suka lupa minum susu." Ujarnya.
"Selain lupa, sebenarnya Aza juga pengen Abang yang buatin susunya. Soalnya kalau Abang yang buat rasanya lebih enak daripada Aza buat sendiri," jelas Azalea dengan wajah memelas.
"Oke deh, karena ini permintaan kesayangan Abang, maka mulai dari sekarang sampai seterusnya, Abang yang akan membuatkan susu untuk kamu,"
"Serius?" Tanya Azalea dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Iya serius. Kalau gitu sekarang Abang mau meluncur ke dapur dan membuat susu untuk kesayangan Abang yang manis ini. Tunggu sebentar ya, permaisuri ku." Ujar Husain yang setelahnya mencuri satu kecupan basah di bibir Azalea sebelum berjalan meninggalkan kamar mereka untuk membuatkan Azalea susu.
Sedangkan Azalea yang melihat tingkah genit suaminya hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya. Azalea benar-benar dibuat terkejut dengan perubahan signifikan yang ia temukan setelah menikah dengan Husain. Pasalnya, sebelum menikah Husain di mata Azalea adalah sosok yang dingin, ketus, jarang ngomong, dan datar. Sedangkan setelah menikah Husain adalah sosok yang hangat, penyayang, romantis, penyabar, manja, husbandable dan sedikit mesum.
"Hayo lagi mikirin apa?" Ujar Husain yang tiba-tiba saja sudah berada di depan Azalea dengan segelas susu ibu hamil rasa coklat.
"Aza habis mikirin Abang. Kenapa ya dulu sebelum kita nikah Abang itu galak banget, mana gitu jutek dan nyeremin lagi. Tapi waktu kita udah nikah malah, manja, penyabar dan penyayang banget. Berbanding terbalik 180°,"
"Sifat Abang memang galak, datar, dingin dan jutek kalau sama orang lain apalagi sama perempuan yang bukan mahram Abang. Karena Abang cuma pengen nunjukin sifat penyayang, romantis, dan penyabar Abang cuma sama ibu Abang, kamu dan keluarga kamu. Tapi kalau untuk sifat manja, Abang cuma nunjukin ke kamu doang. Sama ibu aja Abang jarang nunjukin sifat manja Abang. Soalnya ayah suka marah kalau Abang manja sama istrinya." Diakhir kalimatnya Husain terkekeh ketika mengingat kilas balik kenangan ia, ayahnya dan juga ibunya ketika masih bersama dulu.
Mata Azalea memicing menatap Husain. "Kayaknya kalau kita punya anak laki-laki Abang juga bakal kayak ayah deh," ujarnya yang di angguki oleh Husain.
"Iya dong. Kan kamu cuma punya Abang. Nanti anak kita, kita suruh cari pasangan sendiri biar juga bisa manja-manjaan tanpa ganggu kita berdua." Jelas Husain.
"Dih, pelit banget sama anak sendiri," cibir Azalea.
"Biarin, suka-suka Abang dong," sahut Husain.
"Nih minum dulu susunya. Habis itu cuci kaki, cuci tangan, cuci muka, dan gosok gigi biar bisa langsung tidur."
Azalea mengangguk. Di ambilnya gelas berisi susu hamil yang sudah Husain buatkan untuknya dan langsung meminumnya setelah membaca basmalah. Setelah susunya habis, Husain kembali mengambil gelas kosong di tangannya dan membawanya kembali ke dapur.
Sambil menunggu suaminya meletakkan gelas di dapur, Azalea memilih ke kamar mandi untuk mencuci muka, mencuci tangan dan kaki serta menggosok gigi.
"Gak ngajak-ngajak ih," rajuk Husain yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi.
Azalea yang sedang menggosok giginya langsung menoleh saat mendengar suara Husain. "Hehehe, maaf ya sayangku, cintaku." Ujar Azalea sambil menepuk pelan kepala Husain.
Husain yang memang dasarnya lemah jika berhadapan dengan Azalea langsung mleyot saat di panggil dengan panggilan cinta oleh Azalea. "Kamu mah, suka banget buat Abang mleyot," ujar Husain dengan wajah memerah hingga ke telinga.
"Ulululu, lucu banget sih suami Aza." Jawab Azalea sedikit berjinjit agar bisa mencium bibir Husain. Dan setelah berhasil mencium bibir Husain, Azalea malah terkekeh ketika menyadari bahwa busa odol nya menempel di bibir Husain.
"Busa odolnya nempel." Ujarnya terkekeh sambil mengelap bibir Husain yang terkena busa odolnya.
-to be continued-
__ADS_1