Imamku, Surgaku

Imamku, Surgaku
(42). Birthday, Azalea (1).


__ADS_3

Setelah melihat mobil yang Husain kendarai menghilang dari balik pagar rumah mereka, Azalea melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam rumah. Tak lupa, Azalea mengunci pagar dan juga pintu depan agar tak ada yang bisa masuk ke dalam rumah di saat ia sedang sendirian.


Semua tugas rumah sudah Azalea kerjakan sejak selesai sholat subuh tadi, jadi saat ini ia sudah bisa berleha-leha menonton drama atau disney kartun sambil menunggu Husain pulang sore nanti.


Saat sampai di dalam kamarnya, Azalea tanpa sengaja melihat sebuah surat beserta kotak yang dilapisi pita yang terletak di atas meja riasnya. Dengan rasa penasaran Azalea mengambil surat yang letaknya paling atas dan membacanya dengan seksama.


-----


Untuk cinta terakhir Abang yang sedang bertambah umur.


Selamat ulang tahun, kesayangan Abang❤️. Hari ini adalah salah satu hari istimewa kamu yang akan Abang buat menjadi lebih istimewa lagi. Tunggu ya sayang:).


Di surat ini, Abang gak akan menuliskan banyak kata. Karena Abang udah menyiapkan 3 surat yang udah jauh-jauh hari Abang siapkan untuk hadiah pertama di ulang tahun kamu hari ini.


Oh ya, Abang juga udah nyiapin dress cantik dan pashmina untuk kamu pakai di hari ulang tahun kamu sekarang. Nanti jam 4 sore Abang bakal jemput kamu buat dinner romantis. I love you, sayang. Sekali lagi selamat ulang tahun untuk ibunya dedek:)


-----


Mata Azalea seketika langsung berkaca-kaca setelah selesai membaca isi surat yang Husain tuliskan untuknya. Ia merasa terharu karena Husain mengingat hari ulang tahunnya padahal ia sendiri tak mengingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.


Karena di dalam surat itu Husain mengatakan bahwa suaminya itu telah menyiapkan 3 surat lainnya untuknya, maka Azalea membuka satu persatu tiga surat yang tersusun rapi di bawah surat yang barusan ia baca tadi.


-----


Isi surat pertama :


Sayang, menurut buku yang pernah Abang baca katanya kata i love you itu memiliki banyak maksud di dalamnya. Kamu mau tahu? Begini katanya,


Sometimes


I love you means i want to love you.


Sometimes


I love you means i'll stay a little while longer.


Sometimes


I love you means i'm not sure how to leave.


And last, sometimes


I love you means i have nowhere else to go.

__ADS_1


Dan bagi Abang, kata i love you yang selalu Abang katakan sama kamu itu memiliki maksud 'i want to love you'. Abang ingin selalu mencintai kamu sampai Abang menyatu dengan tanah dan kembali hidup bersama kamu di surganya Allah. Jadi kalau Abang bilang i love you sama kamu, kamu sudah tahu kan sekarang maksudnya? So, Abang pengen bilang sekarang sama kamu.. i love u moreeeee and moreee, my little wife.


-----


Azalea tak mampu lagi menahan senyum dan debaran di jantungnya setelah membaca satu surat yang Husain tuliskan untuknya. Padahal masih ada 2 surat lagi yang belum Azalea baca. Sebelum membaca surat yang ke dua, Azalea melipat terlebih dahulu surat pertama yang sudah ia baca. Azalea akan menyimpannya dengan baik supaya kelak anaknya bisa membaca isi surat ini nantinya.


-----


Isi surat kedua :


Sayang, kamu harus tahu kalau Abang selalu bersyukur bisa menjadi pendamping hidup kamu dan menemani kamu menjalani hari-hari kamu. Dan kamu juga harus tahu kalau your happiness is mine too, love.


Terimakasih ya sudah hadir dalam hidup Abang. Kamu berhasil berperan menjadi apapun untuk melengkapi kekurangan Abang. Tetap menjadi perempuan baik dan sholehah dengan versi kamu sendiri ya, sayang, karena Abang mencintai kamu dengan versi kamu.


Sayang, semesta masih menjadi saksi, nama kamu selalu tersimpan di setiap doa yang Abang panjatkan setiap harinya.


Abang menyayangi kamu, selalu dan selamanya.


-----


Surat yang kedua kembali Azalea lipat dengan rapi setelah membacanya. Sejauh ini, setiap kata-kata yang Husain tuliskan di suratnya tak ada yang gagal membuat perut Azalea di penuhi ribuan kupu-kupu yang berterbangan.


Kini, Azalea membuka surat yang terakhir untuk ia baca.


-----


Sayang, di surat yang ketiga ini Abang cuma ingin menuliskan banyak terimakasih sama kamu. Kamu harus baca baik-baik ya, sayang:).


Terimakasih untuk kamu yang selalu merasa cukup hanya dengan kehadiran, Abang.


Terimakasih untuk telinga dan lengan yang selalu ada di setiap lelah dan letih Abang.


Terimakasih sudah menjadi teman bicara, teman diskusi, teman curhat, dan teman berbagi rasa.


Terimakasih untuk sabar kamu yang hebat dan luas dalam menghadapi Abang yang kadangkala suka nyusahin dan ngerepotin kamu setiap harinya.


Terimakasih untuk kamu yang mau berjuang bersama Abang untuk menjadi lebih baik walaupun terkadang ada perbedaan di antara kita yang sering kali membuat kita kesal dan marah tapi tetap percaya bahwa kita dapat menyatukan perbedaan itu.


Dan yang terakhir, terimakasih sudah hadir dan memilih untuk tetap bersama Abang, sayangnya Abang. Kamu harus tahu kalau kamu itu berarti dan berharga bagi Abang.


-----


Azalea mengelap ujung matanya yang mengeluarkan air mata haru setelah membaca surat ungkapan terimakasih yang Husain tuliskan untuknya. Ada rasa begitu bahagia yang tak bisa Azalea ungkapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Selain itu Azalea juga tak lupa untuk mengucapkan syukur atas apa yang ia dapatkan sampai hari ini. Allah memang selalu tahu yang terbaik untuk hambanya. Padahal Azalea hanya meminta laki-laki yang baik untuknya namun Allah berikan laki-laki yang terbaik dalam segala hal untuknya.


...-Husain dan Azalea-...


Seperti yang dijanjikan, Husain datang menjemput Azalea di rumah mereka tepat pukul 4 sore.


"MasyaAllah, cantik sekali bidadari Abang," puji Husain saat melihat Azalea keluar dari dalam kamar dengan memakai dress satin silk berwarna putih gading dengan pashmina senada yang ia belikan untuk Azalea.


Husain berjalan beberapa langkah menghampiri Azalea yang berdiri di depan pintu kamar dengan malu-malu. Bahkan Husain dapat melihat semburat merah yang menghiasi kedua pipi gembil Azalea.


"Sebentar ya, sayang, Abang mau benerin pashmina kamu biar kelihatan sempurna. Kalau kamu mah gak perlu di benerin karena udah sempurna dari awal." Puji Husain tak ada habisnya.


"Abang jangan puji Aza mulu dong. Gak bagus nih buat jantung aja," rengek Azalea manja.


"Gak bisa, sayang. Abang gak bisa kalau gak muji kamu. Apalagi hari ini kamu kelihatan jauhh lebih cantik dan pangling banget,"


"Oh ya, Abang hampir lupa." Husain merogoh kantong jasnya untuk mengambil hadiah ketiga yang juga sudah ia siapkan jauh-jauh hari.


"Hadiah ketiga untuk kamu." Ujar Husain sambil membuka kotak kecil yang ada di tangannya.


Setelah kotak kecil di tangan Husain terbuka, mata Azalea lantas melotot lucu. Ia terlihat syok melihat isi dari kotak kecil yang Husain sodorkan padanya.



"Cincin?" Ucap Azalea yang dijawab anggukan oleh Husain.


"Kayaknya diantara 3 cincin ini, yang tengah kelihatan paling cocok dengan dress yang kamu pakai hari ini." Husain mengambil cincin yang ia maksud lalu memakaikannya di jari manis tangan kiri Azalea karena di jari manis tangan kanan Azalea sudah berisi cincin nikah mereka berdua. Setelah cincinnya terpasang sempurna di jari manis Azalea, Husain langsung menariknya mendekat ke arah bibirnya untuk dikecup dengan lembut.


"Makasih ya, Abang," ujar Azalea dengan mata berkaca-kaca penuh haru.


"Sama-sama, sayang. Nih cincinnya di simpan. Abang sengaja beli tiga biar kamu bisa gonta-ganti cincinnya kalau kamu udah bosan." Jawab Husain sambil menyodorkan kotak cincin yang masih berisi 2 cincin.


"Pasti ini mahal banget. Lain kali beli satu aja ya Abang biar hemat." Ujar Azalea setelah menyimpan cincin pemberian Husain di tempat yang aman.


"Abang rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli apapun yang kamu suka. Jadi jangan sungkan atau gak enak kan ya, sayang." Ujar Husain sambil mengelus pipi gembil Azalea.


"Iya, Abang,"


"Oke, sekarang kita langsung pergi ke tempat dinner romantis yang udah Abang siapkan. Let's go, my queen." Ujar Husain sambil membuat gerakan ala raja kerjaan.


Dengan senang hati, Azalea menyambut uluran tangan Husain. "Let's go, my king," sambut Azalea.


-to be continued-

__ADS_1


__ADS_2