Imamku, Surgaku

Imamku, Surgaku
(43). Birthday Azalea (2).


__ADS_3

Seperti biasanya, Husain membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Azalea. Mempersilahkan Azalea untuk duduk di jok penumpang yang biasanya memang menjadi tempat Azalea duduk setiap mereka pergi menggunakan mobil.


"Loh," langkah kaki Azalea yang ingin memasuki mobil terhenti ketika netra nya mendapati buket balon berbentuk bunga dan juga boneka berada di jok mobil yang biasa ia duduki.



"Gimana? Suka gak?" Tanya Husain sambil memeluk Azalea dari arah belakang.


Mendengar pertanyaan Husain, Azalea lantas menolehkan wajahnya ke arah kanan dimana Husain sedang menyandarkan dagunya di atas pundak kanannya. Karena pergerakan Azalea itu, kedua hidung mereka akhirnya saling bersentuhan.


"Aza suka. Buket balonnya lucu. Udah gitu warna buket balonnya warna kesukaan Aza" jawab Azalea sambil menggesekkan kedua hidung mereka sehingga menciptakan sensasi geli yang mereka rasakan.


"Alhamdulillah kalau istri Abang suka," jawab Husain.


"Pelukannya udahan ah. Kita kan mau pergi Abang. Aza udah gak sabar nih," protes Azalea cemberut. Karena sejak tadi Husain masih betah memeluk nya dari belakang tanpa berniat melepaskannya.


"Cium dulu tiga kali baru Abang lepasin pelukannya," ujar Husain.


Azalea sempat mendelik kan matanya ke arah Husain yang ternyata sudah memejamkan kedua matanya. Seolah sudah bersiap-siap mendapati ciuman darinya.


Cup.


Cup.


Cup.


Tiga kecupan singkat Azalea darat kan di bibir tebal Husain yang hanya berjarak beberapa centimeter dari bibirnya.


"Udah kan?" Tanyanya yang di jawab anggukan semangat oleh Husain, "udah, sayang."


Husain melepaskan pelukan mereka dan membiarkan Azalea masuk ke dalam mobil. Tak lama setelahnya barulah ia masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil agar bisa langsung jalan.


Selama perjalanan, Azalea terus saja mengoceh mengungkapkan semua kebahagiaan yang ada di hatinya. Ia tanpa hentinya berbicara tentang hadiah-hadiah romantis yang Husain berikan padanya.


Sedangkan Husain yang menjadi pendengar segala cerita Azalea merasa bahagia melihat istrinya yang juga bahagia. Tangan kirinya yang semula berada di stir mobil ia bawa untuk menggenggam tangan kanan Azalea. Menggenggamnya dengan erat dan membawanya untuk ia kecup.


"You deserve it all, baby. Bahkan Abang bakal ngasih yang lebih dari itu semua demi melihat mata berbinar dan senyum manis kamu sepanjang hari." Ujar Husain melirik ke arah Azalea.


"Terimakasih, Abang. I love you,"


"I love you more, sayang."

__ADS_1


Tak ingin kehilangan momen romantis mereka, Azalea mengeluarkan ponselnya dari sling bag yang ia bawa. Mulai merekam momen romantis mereka agar bisa di nonton suatu saat nanti bersama anak-anak mereka.


Saat sedang meletakkan ponselnya di dasbor menghadap ke arah mereka berdua, mata Azalea tanpa sengaja melihat ke arah key chain yang tergantung di spion dalam mobil. Karena penasaran, tangan Azalea sontak memegang key chain nya yang ternyata berisi foto Azalea yang sedang tersenyum manis dan di sebaliknya lagi berisi foto pernikahan mereka.


"Waduh, gemes banget key chain nya ada foto Aza. Kelakuan suami siapa sih ini?" Goda Azalea sambil mencolek dagu Husain yang sedang menyetir.


"Suaminya Azalea Hilya Meccayla dong, perempuan paling cantik di muka bumi setelah Ibu. Dan perempuan yang insyaAllah akan membuat bidadari surga iri dengan kesholehah-annya terhadap suaminya," jawab Husain mencium punggung tangan Azalea sambil menatap dalam manik mata indah Azalea.


Kedua pipi Azalea spontan langsung memerah semerah tomat yang matang di pohonnya setelah mendengar jawaban tak terduga dari Husain. Padahal tadinya Azalea berencana ingin membuat suaminya itu salting namun malah ia yang menjadi salting.


"MasyaAllah, gemes banget Abang lihat pipi kamu merah gini. Rasanya pengen Abang makan," ujar Husain sambil menarik gemas pipi gembil Azalea yang semakin bertambah gembil karena efek kehamilannya.


"Gak boleh ih. Nanti pipi Aza gak gemoy lagi kalau Abang makan." Balas Azalea sambil menangkup kedua pipinya sendiri.


"Nanti Abang buat gemoy lagi,"


"Caranya gimana?" Tanya Azalea penasaran.


"Tinggal buat kamu hamil lagi. Nanti kalau kamu hamil lagi kan pipi kamu juga ikutan mengembang kayak mochi," jawab Husain dengan santainya.


"Ih gak mau. Dedek aja belum keluar masa Abang udah mikir mau buat Aza hamil lagi," protes Azalea cemberut.


"Ya gapapa lah, sayang. Planning dulu,"


"Yahh kelamaan, yang," bahu Husain seketika merosot lemas saat mendengar jawaban Azalea.


"Gak kelamaan kok. Itu udah paling cepet. Lagian kasihan dedek kalau nanti masih kecil udah di kasih adek,"


"Oh iya juga ya,"


Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 30 menit, akhirnya mereka berdua sampai di hotel bintang lima yang sudah Husain booking dari jauh-jauh hari untuk merayakan ulang tahun Azalea.


"Kita nginap disini?" Tanya Azalea ragu-ragu.


"Iya. Abang udah pesan satu kamar suite room dan sekalian fancy dinner untuk kita berdua," jawab Husain.


Azalea hanya mengikuti langkah kaki Husain yang membawanya ke meja resepsionis untuk check in. Dan setelah melakukan check in, salah satu pegawai hotelnya langsung menuntun mereka berdua menuju suite room yang sudah Husain booking.


Selama 24 tahun hidupnya, Azalea baru pertama kali menginjakkan kaki di suite room yang ternyata memiliki ukuran yang luas. Bahkan balkonnya juga berukuran luas dan di hiasi dengan aneka balon dan bunga-bunga segar yang mengeluarkan wangi semerbak harum.


"Gimana suka gak?" Tanya Husain yang sudah memeluk Azalea dari belakang.

__ADS_1


"Suka. Ini the first time Aza nginep di suite room nya hotel bintang lima. Makasih ya, Abang. Aza bener-bener gak nyangka bisa ngerasain ulang tahun seromantis dan seindah ini." Balas Azalea sambil mengelus tangan Husain yang memeluk pinggang.


Di tengah pelukan hangat mereka, tiba-tiba saja pintu kamar mereka di ketuk dari luar. Dan dengan segera Husain melepaskan pelukan mereka dan berjalan membukakan pintu. Sedangkan Azalea memilih berjalan menuju balkon untuk melihat pemandangan kota di sore hari yang ternyata terlihat indah dari balkon tempatnya berpijak kini.


"Hadap kebelakang, sayang," ucap Husain yang ternyata sudah berada di belakang Azalea sambil memegang kue ulang tahun buatannya sendiri yang baru di antarkan oleh pegawai hotelnya tadi.


Tanpa banyak bertanya, Azalea langsung membalikkan badannya ke arah belakang di mana Husain berada. Matanya seketika berkaca-kaca melihat Husain yang tengah berdiri sambil memegang kue ulang tahun di tangannya.


"Selamat ulang tahun, kesayangan Abang. Maaf ya Abang sengaja gak pakai lilin karena dalam agama kita kan gak boleh tiup lilin." Ujar Husain berjalan lebih mendekat ke arah Azalea.


"Gapapa. Gini aja Aza udah seneng," jawab Azalea dengan sesegukan.


Melihat Azalea menangis, Husain langsung mengarahkan tangannya untuk mengelap air mata yang mengalir di kedua pipi gembil Azalea.


"Jangan nangis dong. Hari ini kan hari bahagia dan istimewa kamu. Dan sesuai dengan apa yang Abang janji-in, Abang akan buat hari ini menjadi hari yang paling istimewa dan gak akan pernah kamu lupakan,"


"Ini Aza lagi nangis karena terharu, Abang," ujar Azalea masih dengan sesegukan.


"Ululu gemes banget sih istrinya Abang. Ayo duduk, kita makan kuenya sama-sama," ajak Husain yang diangguki oleh Azalea.


Setelah mereka duduk, Husain langsung menyodorkan kue yang ia bawa ke arah Azalea. Membiarkan Azalea memotong sendiri kue ulang tahunnya.


"Ini kue pertamanya Aza suap kan untuk Abang." Ucap Azalea sambil menyodorkan sepotong kue ke arah Husain yang langsung di makan oleh Husain. Dan setelahnya barulah Azalea yang memakan kue di tangannya tepat di tempat bekas gigitan Husain tadi.


"Gimana? Enak gak kue nya?" Tanya Husain harap-harap cemas. Takut kue yang ia buat di bantu dengan chef ternama hotel bintang lima ini tak enak.


"Enak kok. Kuenya lembut terus krimnya gak bikin eneg. Manisnya juga pas. Aza suka. Abang beli dimana?" Tanya Azalea.


Husain baru bisa kembali bernafas dengan lega setelah mendengar jawaban dari Azalea.


"Abang gak beli. Tapi Abang buat sendiri di ajarin sama chef bintang lima di hotel ini. Kebetulan yang punya hotel ini temen Abang, jadi Abang minta tolong sama dia buat minta chef yang kerja disini buat ajarin dan bantuin Abang bikin kue ulang tahun buat kamu,"


Azalea menatap takjub pada Husain yang benar-benar menunjukkan effort nya untuk menyiapkan ulang tahun yang romantis dan juga berkesan bagi Azalea.


"Wah Abang keren banget. Aza gak bakal lupa sama hari ulang tahun Aza hari ini. Benar-benar romantis dan berkesan,"


"Alhamdulillah kalau kamu suka. Artinya Abang berhasil buat bidadari Abang bahagia di hari ulang tahunnya." Ucap Husain sambil mengelus pipi gembil Azalea.


"Abang selalu berhasil buat Aza bahagia kapanpun dan di manapun. Sama aja terus ya, Abang. Jangan tinggalin Aza. Aza gak bakal bisa kalau gak sama Abang." Balas Azalea menduselkan pipinya di telapak tangan Husain.


"Abang gak bakal ninggalin kamu. Bahkan Abang selalu berdo'a biar kita sehidup semati sampai jannahnya Allah,"

__ADS_1


-to be continued-


__ADS_2