Imamku, Surgaku

Imamku, Surgaku
(40). يَا زَوْجِيْ


__ADS_3

"Assalamu'alaikum, bidadari Abang." Sapa Husain saat Azalea membukakan pintu untuknya.


"Wa'alaikumussalam, Abang. Ayo masuk." Azalea menyalami tangan Husain dengan takzim lalu menuntun Husain untuk masuk dan duduk di sofa ruang keluarga.


"Nih, buket strawberry untuk istri Abang." Ucap Husain sambil menyodorkan buket strawberry yang ia beli tadi ke arah Azalea.


"Terimakasih, Abang. Tunggu sebentar Aza ambilin Abang minum." Sebelum berjalan ke dapur, Azalea meletakkan terlebih dahulu buket strawberry yang Husain berikan padanya di atas sofa yang Husain dudukkan. Barulah setelahnya ia berjalan menuju dapur untuk mengambil es kopi americano kesukaan Husain.


"Nih, es kopi americano kesukaan Abang."


Husain tersenyum manis sambil menerima es kopi americano buatan istrinya. "Makasih, sayang,"


"Sama-sama,"


Sembari menunggu Husain melepas dahaganya dengan meminum es kopi americano yang ia buat, Azalea mengambil beberapa lembar tisu untuk mengelap buliran keringat yang ada di kening Husain. Kebetulan cuaca hari ini terasa lebih panas dari biasanya.


Tak lupa Azalea juga membantu Husain untuk melepaskan dasi yang tak lagi terpasang rapi serta kemeja putih yang suaminya itu pakai. Dan jadilah kini Husain hanya memakai celana panjang tanpa atasan.


"Abang baru nyadar sama pakaian kamu. Tumben banget pakai pakaian sexy gini." Ujar Husain sambil mencolek dagu Azalea.


Siang ini Azalea memilih mengenakan kemeja berwarna putih milik Husain yang terlihat kebesaran di badannya dipadukan dengan celana pendek yang tak terlalu terlihat akibat terlalu pendek.


"Ibu kan lagi gak ada. Makanya Aza berani berkeliaran pakai pakaian kayak gini di rumah," jawab Azalea pada Husain.


"Berarti kalau misalnya kita cuma tinggal berdua di rumah kamu bakal pakai pakaian sexy kayak gini dong setiap harinya?" Tanya Husain yang diangguki oleh Azalea dengan santai.


"Apa kita pindah aja ya sayang biar Abang bisa setiap hari ngelihat kamu pakai pakaian sexy kayak gini?"


Azalea spontan menolehkan pandangannya. "Terus kalau kita pindah ibu gimana? Tinggal sendiri dong?" Tanya Azalea sambil memisahkan buah strawberry dari buket yang Husain bawa tadi.


"Kata ibu, kalau kita mau pindah ibu bakal tinggal di rumah nenek. Sekalian mau jagain nenek dan berkumpul sama keluarga ibu yang lain. Kan rumah saudara kandung ibu semuanya dekatan sama rumah nenek," jelas Husain.


"Terus rumah yang ini?"


"Disewa in aja kata ibu."


"Oh gitu. Aza sih ngikut aja kemana Abang bawa Aza." Jawab Azalea.

__ADS_1


Strawberry yang sudah Azalea lepaskan dari buketnya ia letakkan di atas mangkok yang sudah berisi air hangat untuk ia cuci sebelum ia makan. Dan setelah dirasa strawberry nya sudah bersih, Azalea meletakkannya di atas tisu untuk ia lap.


"Abang sebenarnya udah beli rumah untuk kita tempati. Tapi lagi direnovasi. Progres renovasinya juga udah 80%, jadi sebentar lagi siap untuk di tempati," jelas Husain.


"Loh? Kok Abang gak pernah cerita?" Tanya Azalea.


"Sebenarnya Abang mau surprise-in kamu nanti pas rumah kita udah selesai di renov, cuma karena kita lagi bahas tentang rumah ya udah sekalian aja kamu Abang kasih tahu,"


Azalea menggangguk-anggukkan kepalanya. Tangannya mengambil satu buah strawberry yang sudah di lap dengan tisu untuk ia makan. Namun saat buah strawberry nya sudah ia gigit, wajah Azalea seketika berubah kecut. Buah strawberry yang awalnya ia kira manis karena terlihat dari warna merah yang begitu cantik ternyata memiliki rasa sedikit asam.


"Kenapa? Asam?" Tanya Husain yang diangguki oleh Azalea.


"Masa sih? Abang mau coba dong,"


Strawberry beri yang bersisa setengah di tangannya Azalea sodorkan ke arah Husain. Namun bukannya memakan strawberry yang berada di tangan Azalea, Husain malah memilih memakan buah strawberry yang berada di mulut Azalea. Membuat mata Azalea langsung melotot setelah menyadari bahwa buah strawberry yang berada di mulutnya kini berpindah ke mulut Husain.


"Manis kok, manis banget malah," ujar Husain setelah menelan buah strawberry di mulutnya.


"Emang manis. Tapi masih ada rasa asemnya. Emang Abang gak ngerasain ada rasa asemnya?" Tanya Azalea bingung. Dan semakin bertambah bingung lagi setelah melihat gelengan kepala Husain.


"Kok bisa sih cuma Aza doang yang ngerasa strawberry nya ada rasa asemnya? Apa Aza salah kali ya?"


"Itu karena Abang makannya langsung dari bibir kamu. Tapi kalau Abang makan buah strawberry nya bukan dari bibir kamu, Abang juga bakal ngerasain rasa asem yang ada di buah strawberry nya," jelas Husain yang malah membuat Azalea tercengang.


"Bagi Abang, apapun yang ada di bibir kamu semuanya bakal berubah jadi manis. Termasuk racun sekalipun." Kelakar Husain sambil mencubit ujung hidung Azalea.


"Abang bucin banget sama Aza kayaknya," ledek Azalea yang malah diangguki dengan sukarela oleh Husain.


"Bukan kayaknya lagi. Tapi memang iya. Gimana Abang gak bucin kalau istri Abang aja modelan nya begini. Ini juga kalau bidadari ketemu sama kamu Abang yakin bidadari ya bakal insecure sama kamu,"


"Halah, lebayy," cibir Azalea.


"Udah ah, Aza mau masak dulu."


"Abang ikut,"


"Loh kenapa gak disini aja nonton tv atau main hp?"

__ADS_1


"Ngapain nonton tv atau main hp sementara ada yang lebih menggoda dari pada tontonan yang ada di TV atau hp." Ujar Husain yang setelahnya langsung menggendong Azalea ala koala menuju dapur.


"Abang, Aza mau masak bukan mau main kuda-kudaan sama Abang," ujar Azalea dengan mata melotot.


"Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sayang. Kalau bisa masak sambil main kuda-kudaan kenapa gak?" Goda Husain.


"Ih yang ada masakan Aza jadi gosong semua!"


Husain mendudukkan Azalea di atas meja pantry sedangkan ia berdiri di antara kedua paha Azalea. "Bercanda, sayang. Abang cuma mau mesra-mesraan sama kamu." Husain meletakkan jari telunjuk nya di belah bibir Azalea yang akan melayangkan protes. "Ssstt, gak boleh nolak," ujar Husain.


"Iya, Zauji,"


"Apa, sayang? Kamu panggil Abang apa?" Tanya Husain dengan wajah tersenyum senang. Ia bahkan sampai mendekatkan telinganya ke bibir Azalea. Meminta istrinya itu untuk sekali lagi mengucapkan kata Zauji.


"Zauji,"


"Sekali lagi, sayang," pinta Husain kembali.


"Zauji. أُحِبُّكَ فِي ﷲِ يَا زَوْجِيْ," bisik Azalea.


(Aku mencintaimu karena Allah, suamiku,).


Jika ditanya bagaimana perasaan Husain saat ini setelah diberikan ungkapan cinta oleh Azalea, maka jawabannya Husain rasanya ingin melebur bersama angin. Dirinya benar-benar merasa salah tingkah hingga rasanya bibirnya ingin terus menerus tersenyum.


"Ya Allah, sayang. Kita ke kamar aja lah ya. Kamu gak usah masak. Kita makan di luar atau gofood aja," ujar Husain.


"Gak mau. Tadi pagi kan udah, Abang," rengek Azalea.


"Lagian kata dokter gak boleh sering-sering kan. Soalnya ****** itu mengandung senyawa prostaglandin yang dapat memicu kontraksi dini yang dapat menyebabkan keguguran. Abang gak lupa kan?" Tanyanya.


"Nanti abang keluar di luar." Ujar Husain yang langsung menggendong badan Azalea menuju kamar mereka.


"Tetap aja. Aza juga gak boleh capek-capek, Abang,"


"Kalau kamu capek kita berhenti,"


"Abaaanggg!"

__ADS_1


"Bercanda, sayang. Abang cuma mau peluk sama cium kamu doang. Habisnya Abang gemes banget sama kamu. Pokoknya hari ini kamu gak bakal lepas dari Abang kecuali waktu sholat." Ujar Husain.


-to be continued-


__ADS_2