Imamku, Surgaku

Imamku, Surgaku
(45). Coklat Truflle.


__ADS_3

"Sayang!"


Azalea tersentak kaget mendapati Husain memasuki rumah dengan grasak grusuk dan tanpa mengucapkan salam seperti biasanya. Bahkan Azalea semakin bertambah bingung ketika mendapati raut wajah masam dan kesal yang Husain tunjukkan.


"Kenapa? Kok datang-datang raut wajahnya masam dan kesal begini?" Tanya Azalea dengan nada lembut.


Namun sayangnya Husain tak menjawabnya, lelaki itu malah memeluk erat tubuh Azalea dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Azalea. Azalea yang paham Husain sedang tidak mau di tanya-tanya lantas membalas pelukan Husain dan mengelus lembut punggung Husain yang naik turun akibat rasa kesalnya.


Setelah sepuluh menit saling berpelukan, Husain akhirnya melonggarkan pelukan mereka dan menatap Azalea yang ternyata juga menatapnya.


"Kenapa hmm? Ada yang gangguin Abang? Sini kasih tahu Aza biar Aza pukul kepalanya."


Husain terkekeh geli melihat Azalea yang berbicara dengan bersungut-sungut sambil mengepalkan tangannya ke udara. Kalau boleh jujur, bukannya bikin takut orang-orang mungkin lebih merasa gemas melihat tingkah istrinya.


"Ini mah orang-orang bukannya takut malah gemes sama kamu. Jangan lucu-lucu dong sayang, nanti kalau ada yang suka kamu gimana? Abang gak mau ya istri Abang di ambil sama orang lain. Pokoknya kamu cuma punya Abang, titik!"


Azalea menganggukkan kepalanya, "iya, Aza kan memang punya Abang. Orang lain gak bakal berani ngambil Aza. Soalnya nanti Abang bakal marah terus ngamuk. Ya kan, Abang?" Tanya Azalea.


"Aduh sayang jangan gemes-gemes dong. Masih sore ini, gak mungkin kan Abang makan kamu sore-sore begini. Mana puas." Ujar Husain sambil mencubit kedua pipi Azalea dengan gemas.


"Ih gak boleh. Daging Aza gak enak. Makan daging cumi aja sana. Aza udah masakin cumi sambal matah,"


"Gak mau ah. Enakan makan kamu." Husain dengan tiba-tiba meraih tangan Azalea dan langsung mengigitnya. Membuat Azalea seketika menjadi gelagapan.


"Aaaaa Abang jangan jadi kanibal ya!" Sungut Azalea.

__ADS_1


Melihat Azalea yang ketakutan, tawa Husain seketika meledak. Ia bahkan sampai mengeluarkan air matanya sangking terbahak-bahak nya ia tertawa.


"Ih Aza ngambek ya sama Abang! Iseng banget sih. Sama istri sendiri juga masih di isengin!" Rajuk Azalea memalingkan wajah cemberutnya.


"Yakin nih mau ngambek sama Abang? Abang ada bawa coklat kesukaan kamu loh," goda Husain sambil merogoh kantong jasnya dan mengeluarkan coklat truffle hazelnut kesukaan Azalea.


Mendengar ucapan Husain, Azalea sedikit melirik dari ujung matanya ke arah Husain. Dan ketika matanya melihat Husain mengeluarkan coklat truffle hazelnut kesukaannya, kepala Azalea spontan menoleh dan menatap berbinar ke arah coklat truffle hazelnut yang Husain pegang.


"Yakin nih gak mau? Abang bawa banyak loh. Di mobil juga masih ada. Kira-kira berapa bungkus ya yang Abang beli? Eh bukan bungkus deh, Abang beli satu kardus. Tapi kayaknya kamu lagi ngambek sama Abang. Kan biasanya kamu kalau lagi ngambek gak mau kalau Abang tawarin sesuatu," ujar Husain memanasi. Husain bahkan membuka satu bungkus coklat truffle hazelnut nya dan memakannya di depan Azalea.


"Euum enak banget ya coklat truffle hazelnut nya. Pantas aja kamu suka banget,"


Melihat suaminya yang begitu menikmati makan coklat truffle hazelnut, Azalea menjadi tambah ngiler. Sangking ngilernya Azalea sampai menelan ludahnya sendiri. Tak tahan seperti ini terus, ia lantas mendekatkan dirinya ke arah Husain. Tangannya ia bawa untuk memegang ujung jas yang Husain kenakan. Menatap dengan wajah memelas pada Husain agar suaminya itu mau mengasihaninya.


Husain menganggukkan kepalanya. Coklat yang masih ada di mulutnya segera ia telan. "Boleh. Tapi cium Abang dulu," pintanya menunjuk ke arah bibirnya sendiri.


Tanpa banyak protes, Azalea langsung mencium bibir Husain yang terasa manis seperti coklat truffle hazelnut yang barusan laki-laki itu makan. Husain yang mendapatkan ciuman dari Azalea langsung membalasnya. Mereka berdua akhirnya saling menyesap bibir satu sama lain hingga memerah dan membengkak. Di tengah ciuman mereka, Husain tersenyum saat merasakan skill ciuman istrinya yang semakin meningkat dari sebelumnya.


Setelah puas saling berpangutan, Husain melepas ciuman mereka karena tak tega melihat wajah Azalea yang memerah seperti kehabisan nafas. Dan benar saja, setelah ciuman mereka terlepas Azalea langsung meraup oksigen di sekeliling mereka dengan rakus. Sementara Husain hanya terkekeh geli sambil mengelap sudut bibir Azalea yang terdapat saliva mereka.


"Nih coklatnya. Yang lainnya masih di mobil. Abang ambil dulu,"


Azalea hanya mampu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Dirinya masih merasa lemas akibat serangan ciuman yang Husain lakukan barusan. Azalea akui bahwa Husain adalah good kisser atau pencium handal. Bahkan Azalea selalu di buat lemas dengan ciuman yang Husain lakukan padanya.


Tak lama setelahnya, Husain kembali ke dalam rumah sambil membawa satu dus coklat truffle hazelnutnya. Ia meletakkan coklat itu ke pangkuan Azalea yang di sambut dengan senyuman sumringah oleh Azalea.

__ADS_1


"Makannya jangan banyak-banyak. Nanti sakit gigi terus giginya jadi bolong," peringat Husain yang langsung diangguki oleh Azalea.


"Oki doki, Abang. Makasih ya, Aza makin cinta deh sama Abang," ujar Azalea cekikikan.


"Dasar. Untung Abang cinta banget sama kamu." Balas Husain sambil mencubit ujung hidung Azalea.


"Oh ya, ngomong-ngomong Abang kenapa tadi datang-datang mukanya masam sama kesal?" Tanya Azalea yang baru ingat tentang kejadian tadi.


"Oh itu. Abang kesel banget sama sekretaris Abang yang tiba-tiba pegang tangan Abang! Gak sopan banget. Abang kan gak suka di pegang-pegang kecuali sama kamu dan ibu. Eh malah dengan lancangnya dia pegang tangan Abang. Alasannya sih gak sengaja waktu dia ambil map di tangan Abang. Pokoknya Abang kesel. Maaf ya sayang Abang gak bisa jaga tangan Abang. Kamu gak marah kan?" Tanya Husain pada Azalea.


Azalea yang mendengarnya hanya bisa terdiam. Ia pikir, Husain ada masalah serius di kantornya sampai-sampai datang ke rumah dalam keadaan kesal. Gak tahunya karena sekretaris nya yang gak sengaja nyentuh tangannya.


"Kok kamu diam aja? Kamu marah ya sama Abang? Ya udah Abang cuci tangan Abang dulu pakai sabun banyak-banyak biar bekas tangan sekretaris Abang hilang," ujar Husain yang sudah berdiri dari duduknya.


"Eh tunggu dulu. Aza gak marah sama Abang kok. Lagian kan enggak sengaja. Kalaupun sengaja itukan bukan salah Abang tapi salah sekretaris Abang." Ucap Azalea sambil menarik Husain agar duduk kembali.


"Kamu bener gak marah kan sama Abang?" Tanya Husain memastikan.


"Gak kok. Tapi kalau misalnya sekretaris Abang makin berani nyentuh-nyentuh Abang apalagi dengan sengaja, Abang langsung pecat dia ya? Soalnya Aza gak mau ada yang merusak rumah tangga kita," ujar Azalea serius.


Husain mengangguk dengan tegas. Ia memegang kedua tangan Azalea dengan erat. "Abang janji, Abang gak akan membiarkan siapapun merusak rumah tangga kita berdua. Kamu bisa bunuh Abang kalau seandainya Abang ingkar janji sama kamu. Abang ikhlas," ujar Husain dengan serius. Bahkan Azalea tak menemukan setitik pun kebohongan yang ada di bola mata Husain.


"Oke. Aza pegang janji Abang," ujar Azalea mengulas senyum manisnya.


-to be continued-

__ADS_1


__ADS_2