
"Sayang! Bukain pintu dong!" Husain berujar dengan sedikit berteriak ke arah balkon kamar mereka agar Azalea dapat mendengar suaranya.
Tadi nya sepulang sholat isya, Husain tak langsung pulang ke rumah. Husain lebih memilih melipir ke warung yang biasanya di jadikan basecamp oleh bapak-bapak kompleks baik kalangan muda maupun yang sudah tua. Disana, Husain menghabiskan waktu dengan bermain catur bersama bapak-bapak yang lainnya dan di selingi dengan berbincang-bincang tentang banyak hal. Karena itu lah Husain menjadi lupa waktu dan baru pulang ke rumahnya setelah jam menunjukkan pukul dua belas malam alias sudah tengah malam.
"Sayang! Bukain pintu pleaseee! Disini banyak nyamuk. Kamu gak kasihan lihat badan Abang di gigitin sama nyamuk?" ujar Husain dengan suara memelas. Husain yakin betul kalau Azalea belum tidur. Soalnya lampu kamar mereka masih menyala dan Azalea tidak akan bisa tidur dalam keadaan lampu yang menyala.
Berbeda dengan Husain yang kini sedang memukul nyamuk-nyamuk yang dengan lancangnya mencium kulitnya, Azalea malah dengan santainya berdiri di atas balkon sambil melihat kelakuan suaminya. Merasa tak tega suaminya digigit oleh nyamuk, Azalea lantas melemparkan autan ke arah Husain. Yang dengan refleks langsung di tangkap oleh Husain.
"Kamu yang ngelemparin autan sama Abang, sayang?" Tanya Husain sambil menunjukkan autan di tangannya.
"Iya. Pakai sana biar gak di gigitin nyamuk," ujar Azalea sambil bersandar pada pagar balkon.
"Iya. Tapi bukain pintu ya, sayang. Abang kan harus buatin kamu susu bumil,"
"Gak usah. Udah Aza buat sendiri. Kelamaan kalau nunggu Abang," balas Azalea sedikit menyindir Husain.
"Bukain pintu dong, sayang. Pleaseee,"
Malas mendengar rengekan suaminya, Azalea memilih untuk masuk ke dalam kamar. Membuat Husain menjadi ketar-ketir. Takut kalau ia malam ini harus tidur di luar rumah.
"Ya Allah, gak lagi-lagi deh ngumpul bareng bapak-bapak sampai lupa waktu," gumam Husain. Ia akhirnya memilih berjongkok di halaman rumah sambil memainkan batu-batu kecil yang berada di sekitarnya. Menunggu istrinya berbaik hati dan mau membukakannya pintu.
"Ssttt. Mas Husain,"
Husain terperanjat kaget saat tiba-tiba mendengar suara salah satu bapak-bapak yang ikut ngumpul di warung tadi.
__ADS_1
"Eh Pak Danu. Ada apa ya, Pak?" Ujar Husain menghampiri pak Danu yang berdiri di luar pagar rumahnya.
"Mas Husain juga tidak di bukakan pintu toh?" Tanya pak Danu yang di angguki dengan ekspresi sedikit canggung oleh Husain.
"Wah, sama dong kita, Mas. Yo wes kita malam ini tidur di pos satpam aja sama bapak-bapak yang lain. Mereka juga pada tidak di bukain pintu sama istrinya," ajak pak Danu.
Mendengar ajakan pak Danu, Husain dengan cepat langsung menolak nya. "Gak usah, Pak. Saya disini aja. Gapapa kalau tidur di teras. Yang penting istri saya gak tambah marah. Takutnya nanti kalau saya tinggal tidur di pos satpam istri saya malah tambah marah lagi," tolak Husain dengan sopan dan halus.
"Yo wes rapopo. Nanti kalau Mas Husain gak kuat tidur sendiri di teras bisa langsung ke pos satpam aja gabung sama kita-kita," ujar pak Danu yang diangguki oleh Husain.
"Siap, Pak,"
"Kalau gitu saya pamit dulu ya. Mau ke pos satpam,"
"Silahkan, Pak,"
"Sayang, kok kamu di luar? Masuk gih di luar banyak nyamuk. Nanti kamu digigit nyamuk. Udah gitu kamu juga gak pakai sweater, nanti masuk angin. Ayo sana masuk," ujar Husain pada Azalea.
"Abang gak mau sekalian masuk? Mau tidur di teras?" Tanya Azalea masih mempertahankan raut wajah juteknya. Padahal di dalam hatinya Azalea tengah menjerit salah tingkah karena perlakuan Husain yang masih perhatian dan lembut kepadanya walaupun ia sudah bersikap keterlaluan dengan tidak mengizinkan suaminya itu masuk ke dalam rumah.
"Boleh? Abang boleh masuk nih?" Tanya Husain dengan ragu-ragu.
"Boleh." Ujar Azalea yang langsung membalikkan badannya berjalan ke dalam rumah. Meninggalkan Husain yang masih terdiam melongo di teras.
Sebelum masuk ke dalam kamar, Azalea sempat menoleh ke arah Husain. Ia mendengus kesal melihat suaminya yang masih saja berdiri di teras dengan pandangan seolah tak percaya ia mengizinkan suaminya itu untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Jangan kelamaan di luar, nanti nyamuknya pada masuk ke dalam rumah. Habis itu kalau mau masuk pintunya jangan lupa di kunci lagi." Ujar Azalea yang langsung membuat Husain tersadar dari lamunannya.
Dengan gerakan cepat, Husain langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar dimana Azalea baru saja masuk ke sana beberapa detik yang lalu.
Setelah selesai berganti baju dan membersihkan diri, Husain langsung merangkak menaiki ranjang dimana Azalea sudah tidur memejamkan matanya.
"Sayang, kamu gak mau tidur sambil peluk, Abang?" Tanya Husain yang melihat Azalea lebih memilih untuk tidur sambil memeluk boneka kelincinya.
Tapi Husain tak akan menyerah, ia mencoba merayu Azalea dengan menoel-noel lengan Azalea berharap istrinya itu mau berbalik memeluknya.
"Gak. Malam ini lagi pengen meluk boneka," jawab Azalea masih dengan mata yang terpejam.
Husain yang mendengar penolakan Azalea langsung melengkungkan bibirnya ke bawah. Hatinya mendadak merasa sedih karena malam ini Azalea tidak mau tidur di dalam pelukannya seperti malam-malam sebelumnya.
"Ya udah kalau kamu gak mau peluk Abang, Abang peluk dedek aja."
Husain beringsut mundur ke bawah sehingga ia berhadapan dengan baby bump Azalea. Tangannya dengan pelan mengelus baby bump Azalea yang langsung di berikan reaksi berupa tendangan kecil dari sang buah hati yang kini berumur 25 minggu di dalam kandungan.
"Dedek malam ini tidur sama Ayah ya? Kita pelukan berdua. Soalnya ibu gak mau di peluk Ayah. Ayah sedih tahu, dek. Tapi gapapa, yang penting dedek mau tidur di peluk sama Ayah. Mau kan dek?" Tanya Husain yang kembali di balas dengan tendangan kecil dari sang buah hati.
"Yeay. Ayo kita bobok, dek. Malam ini Ayah bacain cerita tentang sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad Saw, yaitu Ali bin Abi Thalib ya, dek. Dengerin baik-baik loh,"
Setelahnya Husain langsung memeluk pinggang Azalea dan mendekatkan bibirnya lebih dekat ke perut buncit Azalea agar anaknya bisa mendengar lebih jelas suaranya nanti saat ia sedang bercerita.
Saat posisinya dirasa sudah nyaman, Husain mulai menceritakan kisah tentang sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad Saw yang bernama Ali bin Abi Tholib pada anak mereka.
__ADS_1
Azalea yang sebenarnya belum tidur sepenuhnya mengulum senyumnya ketika mendengar percakapan antara Husain dan juga buah hati mereka. Bahkan Azalea juga bisa merasakan tendangan excited anaknya ketika sedang di ajak mengobrol dengan Husain. Sepertinya setelah anak mereka lahir, ia akan menjadi tim Husain. Karena sedari di dalam kandungan saja anak mereka sudah lebih pro ke Husain di banding dirinya yang notaben nya sebagai ibu yang mengandung selama 9 bulan. Namun Azalea sama sekali tidak merasa cemburu. Malah Azalea merasa senang jika anaknya bisa dekat dengan Husain. Karena Azalea ingin memiliki keluarga yang seperti keluarga pak Muhammad Jaidi yang sering Azalea lihat di beranda tiktok dan juga Instagram.
-to be continued-