
Malam harinya sesuai rencana, mereka berdua mengadakan fancy dinner romantis di balkon dengan view jalanan raya dan kerlap-kerlip lampu gedung yang terlihat indah. Namun walaupun begitu, Azalea sama sekali tidak berniat mengalihkan pandangannya dari wajah serius Husain yang tengah memotong daging steak miliknya kecil-kecil agar ia bisa memakannya dengan mudah.
"Nah udah selesai. Sekarang kamu makan daging steak yang tingkat kematangannya well done dulu ya. Nanti kalau dedek udah lahir dan gak menyusu lagi sama kamu, kamu boleh makan daging steak yang tingkat kematangannya medium rare. Oke, sayang?" Ujar Husain menyodorkan piring berisi steak yang sudah ia potong kecil-kecil ke hadapan Azalea.
"Oke, Abang. Gapapa kok, steak yang well done gak kalah enak sama yang medium rare," balas Azalea sambil tersenyum manis.
Mereka mulai memakan steak masing-masing sambil sesekali bercengkrama dan melihat pemandangan malam yang indah dari balkon kamar hotel mereka.
"Pemandangan malam di balkon hotel bintang lima cantik banget ya, Abang. Sangat memanjakan mata," ujar Azalea sambil menatap ke arah jalanan yang terlihat ramai oleh lalu lalang kendaraan. Di tambah dengan lampu kelap-kelip dari gedung pencakar langit dan lampu jalanan.
"Iya. Tapi bagi Abang gak ada yang lebih memanjakan mata Abang selain melihat kamu," sahut Husain.
Azalea hanya tertawa kecil mendengar gombalan Husain yang rasanya tidak ada habisnya. Ada saja gombalan-gombalan yang selalu di keluarkan oleh Husain untuknya.
"Lihat, lampu jalanan sama gedung-gedung aja kalah cerah sama senyuman kamu. Bahkan suara mobil dan motor mahal aja juga kalah candu sama suara tawa merdu kamu," ujar Husain sambil melihat senyum dan tawa Azalea.
"Udah deh. Aza lama-lama cosplay jadi tomat kalau Abang gombalin terus,"
"Gapapa kok, Abang masih cinta sama kamu apapun bentukan kamu,"
"Halah bisaan banget," cibir Azalea yang di tanggapi kekehan oleh Husain.
Sebenarnya apa yang Husain katakan itu tidak lah bohong. Ia tetap akan mencintai Azalea bagaimanapun bentuk Azalea. Bahkan setiap harinya Husain selalu dibuat jatuh cinta oleh Azalea.
Husain selalu jatuh hati pada cara Azalea ketika memanggilnya. Ada rasa candu dan hangat saat suara lembut itu mengalun merdu di telinganya.
Husain juga dibuat jatuh cinta dengan cara Azalea memandangnya. Terlebih saat Azalea memandangnya dengan mata penuh binar.
Dan yang paling membuat Husain jatuh cinta pada Azalea setiap saatnya adalah senyuman manis yang Azalea berikan padanya. Namun tak jarang Husain juga di landa rasa cemburu ketika Azalea tersenyum manis pada orang lain.
"Sayang, kamu tahu gak kalau ada lagu yang menggambarkan perasaan Abang waktu pertama kali ketemu kamu di perusahaan?" Tanya Husain.
"Apa?" Tanya Azalea dengan wajah bingung bercampur penasaran.
"Kamu sering tahu dengerin lagunya. Bahkan Abang jadi suka lagu itu karena kamu,"
Mendengar itu, Azalea mengerutkan keningnya. Ia mencoba kembali mengingat-ingat lagu apa yang sekiranya paling sering ia putar. Dan ketika mengingatnya, Azalea langsung mengatakannya pada Husain, "lagu yang sering Aza putar cuma lagu Lyodra-sang dewi, Arctic Monkeys-I wanna be yours sama Tulus-perahu kertas,"
"Nah itu dia, lagu tulus yang judulnya perahu kertas. Itu lagu yang paling menggambarkan perasaan Abang sama kamu," jawab Husain.
__ADS_1
"Lebih tepatnya pada menit ke 1.34," ucap Husain yang setelahnya secara tiba-tiba Husain menyanyikan lirik lagunya sambil menggenggam tangan kiri Azalea dan menatapnya dengan tatapan teduhnya.
"Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu,
Ku bahagia
Kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada
Di antara miliaran manusia
Dan ku bisa
Dengan radar ku menemukanmu."
Jantung Azalea berdebar kencang ketika mendengar suara merdu Husain yang bernyanyi. Ditambah lagi dengan tatapan mata Husain yang terus menatapnya seolah mengatakan lewat mata bahwa lirik lagu yang ia nyanyikan benar-benar menggambarkan perasaannya saat ini.
"I'm so lucky to have you in my life, love," ujar Husain setelah ia selesai menyanyikan lirik lagu perahu kertasnya tulus.
To the world, maybe Azalea is just a gentle and tough woman.
But to Husain,
Azalea are his world, his love, and his beautiful love.
"Kamu tahu, sayang?"
"Apa?"
"You're my favorte person,"
"Out of many people?"
"All of then,"
Setelah mengatakannya, Husain langsung mendekatkan telapak tangan Azalea ke bibirnya dan mencium punggung tangan Azalea dengan lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Abang?"
"Ya, sayangku?"
"I love you,"
Husain mengulum senyumnya sebelum membalas ungkapan cinta Azalea, "i love you, too,"
Jika Ali bin Abi Thalib punya Fatimah Az-Zahra cinta sejatinya, begitu juga dengan Habibie yang mempunyai Ainun sebagai cinta sehidup semati ya, maka Husain punya Azalea yang InsyaAllah juga akan menjadi cinta sejatinya dunia akhirat.
-Husain dan Azalea-
Husain yang sedang membaca dzikir terkejut ketika mendengar suara sesuatu dari arah belakangnya. Dengan gerakan cepat, Husain lantas membalikkan badannya dan menemukan Azalea yang sedang meringis sambil memegang dahinya yang ternyata terbentur lantai akibat tertidur saat sedang berdzikir.
Melihat wajah cemberut Azalea, Husain bukannya khawatir malah tertawa kecil.
"Abang kok ketawa sih? Abang gak sayang sama Aza lagi ya? Kok dahi Aza sakit Abang gak bantuin usapin dahi Aza?" Cecar Azalea tambah cemberut. Matanya juga ikut menatap sinis Husain yang sedang menahan tawanya.
"Abang!"
"Iya, sayang, sini Abang bantuin usap-usap dahinya? Bagian mananya yang sakit?" Tanya Husain pada Azalea. Kini tangannya ikut mengelus dahi Azalea yang terbentur tadi.
"Kamu ngantuk berat ya sampai jatuh gini." Ujar Husain yang diangguki oleh Azalea.
"Ululu, sayang. Sabar ya kita tinggal berdo'a. Habis itu baru deh kamu boleh lanjut tidur lagi,"
Setelah selesai mengelus dahi Azalea, Husain membawa badan Azalea untuk duduk di atas pangkuannya. "Kemaren Abang baca kisah tentang Nabi Muhammad Saw dan Siti Aisyah. Di kisah yang Abang baca, ada sepenggalan kisah tentang Nabi Muhammad Saw yang mendo'akan Siti Aisyah. Dan do'a itu juga di pakai Nabi Muhammad Saw untuk mendo'akan umatnya. Jadi Abang pengen pakai do'a itu untuk mendo'akan kamu seperti Nabi Muhammad Saw yang mendo'akan Siti Aisyah. Aza mau gak?" Tanya Husain sambil memainkan jari jemari panjang Azalea.
Tanpa berpikir dua kali, Azalea menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Mau, Abang! Aza mau!"
"Kalau gitu sekarang tampung tangannya. Kita berdo'a sama-sama."
Azalea kembali menganggukkan kepalanya. Ia mengikuti instruksi Husain yang menyuruhnya untuk menengadah tangan seperti yang di lakukan oleh Husain.
"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa Azalea, baik yang telah dilakukan maupun yang belum dilakukan, dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Aamiin."
"Aamiin."
Doanya memang terdengar pendek. Namun, doa itulah yang digunakan oleh Nabi Muhammad Saw untuk mendo'akan istri serta para umatnya. Beruntunglah kamu wahai umat Nabi Muhammad Saw yang sejak sebelum kamu lahir, Nabi Muhammad Saw sudah mendoakan kamu agar segala dosa mu di ampuni.
__ADS_1
-to be continued-