Imamku, Surgaku

Imamku, Surgaku
(46). Sarapan spesial.


__ADS_3

Azalea menolehkan kepalanya ketika pintu rumah mereka di buka dari luar oleh Husain. Suaminya itu baru saja pulang dari mesjid habis menyelesaikan sholat isya berjamaah di mesjid bersama bapak-bapak kompleks yang lainnya.


"Tebak Abang bawa apa untuk kamu," ujar Husain yang sedang menyembunyikan sesuatu di belakang badannya.


Azalea yang sedang malas berpikir hanya menggelengkan kepalanya sambil mengintip sedikit ke arah belakang badan Husain. "Gak tahu. Emangnya Abang bawa apa? Makanan?" Tanyanya ingin tahu.


"Iya, Abang bawa makanan. Taraaaa." Husain menunjukkan sekotak pisang nugget coklat yang ia beli tadi pada Azalea.


"Waaah, pisang nugget coklat. Abang beli dimana?" Tanya Azalea yang sudah mencomot satu pisang nugget coklatnya.


"Tadi waktu selesai sholat Abang lihat ada gerobak pisang nugget coklat yang terparkir di samping masjid. Ya udah Abang tungguin aja orang yang jualnya. Ternyata orang yang jualnya juga baru selesai sholat berjamaah di mesjid. Jadi pas orang yang jualnya udah balik, Abang beli deh satu porsi buat kamu. Soalnya pas lihat banner pisang nugget coklatnya Abang langsung keingat kamu yang suka banget sama makanan manis," jawab Husain sambil melihat Azalea yang memakan pisang nugget coklat yang ia beli dengan lahap.


Karena merasa ngiler, Husain mendekatkan dirinya ke arah Azalea. "Abang mau dong, sayang." Ujarnya sambil mangap lebar dengan maksud agar Azalea menyuapinya pisang nugget coklat.


Azalea yang langsung paham dengan maksud suaminya lantas mengambil satu pisang nugget coklatnya dan menyuapinya pada Husain.


"Eumm enak banget rasanya ya, sayang," ujar Husain sambil mengunyah pisang nugget coklat yang Azalea suap kan padanya tadi.


"Iya, enak banget. Besok kalau misalnya orang yang jualnya sholat di mesjid lagi, pulangnya Abang beli ya. Belinya 3 biar bisa untuk besoknya lagi," pinta Azalea.


"Siap, sayang. Apa sih yang enggak buat kesayangan, Abang,"


"Dih gombal mulu," cibir Azalea. "Mau lagi?" Tanya Azalea pada Husain yang menatap penuh minta ke arah pisang nugget coklat.


"Mau. Mau. Mau." Jawab Husain sambil menganggukkan kepalanya.


Karena suaminya masih ingin pisang nugget coklatnya, Azalea akhirnya kembali menyuapi pisang nugget coklatnya pada Husain.


Dan ditengah acara Azalea menyuapi Husain, Husain tanpa sengaja melihat ke arah jari Azalea yang terdapat saos coklat. Dan tanpa berpikir panjang, Husain dengan polosnya malah menjilat jari Azalea yang berlumuran saos coklat hingga bersih. Membuat Azalea tersentak kaget dan syok dengan kelakuan di luar nalar Husain.


Sedangkan Husain yang melihat wajah syok dan terkejut Azalea hanya tersenyum polos sambil berucap, "mubazir sayang kalau saos coklat di jari kamu gak di jilat. Apalagi saos coklatnya enak banget,"


Azalea yang mendengar ucapan polos Husain hanya mampu menepuk pelan jidatnya. Ia benar-benar dibuat geleng-geleng kepala dengan kelakuan absurd suaminya. Untung saja ia di berikan kesabaran setebal kamus bahasa Indonesia bukan setipis tisu yang dibagi dua.

__ADS_1


"Terserah Abang aja deh," ujar Azalea pada akhirnya dengan raut wajah pasrah.


Husain yang merasa tak masalah melakukan hal itu dengan istrinya sendiri hanya mengangkat bahunya acuh. Ia bahkan kembali meminta Azalea untuk menyuapinya pisang nugget coklat.


"Kenapa Abang gak makan sendiri aja?" Tanya Azalea setelah menyuapi Husain pisang nugget coklatnya.


"Gak mau ah. Enakan di suapin kamu. Rasa enaknya jadi double bahkan triple," jawab Husain yang di balas dengusan oleh Azalea.


Setelah selesai makan pisang nugget coklat, Husain menuntun Azalea untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Namun sebelum itu seperti biasanya Husain akan membuatkan Azalea segelas susu ibu hamil.


"Nih di minum." Ujar Husain memberikan segelas susu ibu hamil untuk Azalea.


"Terimakasih, Abang."


Azalea dengan senang hati menerima segelas susu ibu hamil yang Husain buatkan untuknya dan langsung meminumnya. Namun tanpa sadar, Azalea meminum susunya dalam keadaan berdiri.


"Minumnya duduk, sayang." Ujar Husain menarik pelan tangan Azalea agar duduk di pangkuannya. Namun ternyata Azalea memilih untuk duduk di atas sofa tepat di samping Husain.


"Kok duduknya disitu?" Tanya Husain dengan wajah cemberut.


"Kan Abang narik tangan kamu supaya duduk di pangkuan Abang bukan di sofa,"


"Oh hehe, maaf ya Abang Aza gak tahu," ujar Azalea sambil tertawa.


"Kali ini di maafin. Ya udah sekarang ayo ke kamar mandi gosok gigi sama cuci muka," ajak Husain.


"Oke, let's go, Abang!"


-Husain dan Azalea-


Pagi harinya, Azalea terbangun saat matahari sudah bersinar cerah. Dengan gerakan pelan, Azalea bangkit dari tidurnya dan duduk menyandar pada kepala ranjang. Melihat ke sekeliling kamar untuk mencari suaminya yang tadi setelah mereka sholat subuh berjamaah ikut tidur bersamanya.


Saat sedang asik-asiknya termenung mengumpulkan nyawa, Azalea mendengar suara pintu kamar yang dibuka dari luar. Dan tak lama muncullah Husain yang membawa nampan berisi sarapan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum bidadari Abang? MasyaAllah bangun tidur aja masih cantik banget." Ujar Husain berjalan mendekat ke arah Azalea.


"Nih Abang buatin sarapan khusus untuk kamu. Semoga kamu suka ya."


Husain meletakkan nampan yang ia bawa di atas nakas yang berada tepat di samping tempat tidur mereka. Ada segelas teh hangat, bolu coklat lumer bentuk loves, pancakes berbentuk loves, serta buah mangga dan juga strawberry.





"Ih lucu banget semuanya bentuk love," ujar Azalea senang.


"Abang sengaja cari teh bentuk love dan minta tolong sama bibi untuk ajarin Abang buat bolu bentuk love sama pancake bentuk love khusus untuk kamu. Abang buatnya juga pakai cinta makanya bentuk love nya sempurna," ucap Husain berbangga diri.


Azalea sangat amat mengapresiasi effort Husain yang menyiapkan sarapan romantis dan lucu untuknya. Karena itu Azalea langsung berlari ke dalam kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya karena ia ingin memberikan hadiah berupa ciuman bertubi-tubi pada wajah Husain.


"Waduh wajah Abang jadi basah semua," kekeh Husain setelah Azalea selesai mencium seluruh permukaan wajahnya.


"Tapi Abang suka kan?" Tanya Azalea.


Tanpa banyak berpikir Husain langsung menganggukkan kepalanya. "Suka dong. Siapa sih yang gak suka dicium sama bidadari." Jawab Husain sambil mencolek dagu Azalea.


Tak ingin berlama-lama menganggurkan sarapan yang sudah dibuat Husain dengan penuh cinta, Azalea segera menyantap sarapan yang Husain buatkan. Di mulai dari menyeruput teh hangat yang rasanya sangat pas di lidah Azalea. Dan setelah tenggorokannya basah, Azalea baru mulai memakan sarapannya. Hal yang pertama kali ingin Azalea makan adalah bolu coklat lumer yang sejak tadi mencuri eksistensi nya.


"Gimana enak gak?" Tanya Husain tak sabaran.


"Enak. Manisnya pas, gak bikin eneg. Skill masak Abang makin keren deh." Puji Azalea sambil menunjukkan jari jempolnya ke arah Husain.


Azalea berniat ingin menyuapkan Husain bolu coklat lumer yang suaminya itu bikin. Namun Husain malah menolaknya. Dan saat dengan isengnya Azalea menyodorkan bolu coklat lumer bekas gigitannya ke arah Husain dengan santainya Husain malah memakannya. Padahal tadi Azalea sudah menyuapkan Husain bolu coklat lumer yang belum ia gigit.


"Dih, Aza kasih bolu yang baru Abang malah mau yang bekas gigitan Aza,"

__ADS_1


"Seperti biasa, makan dari bekas gigitan kamu itu jauh lebih nikmat." Balas Husain.


-to be continued-


__ADS_2