
Bab 36
"Ayah, maafkan aku sebelumnya. Aku tahu kita akan menikah beberapa hari ke depan, tetapi biarkan keluarga Adolf di sini sementara. Edy dan Bass mengincar mereka, mengincar Gadis lebih tepatnya," jawab Albert yang perlahan berjalan mendekat ke arah semua orang yang ada di ruang tamu.
"Edy dan Bass? Anak dari kelurga Fernandez dan Gutamo, maksudmu?" tanya Roberto yang beralih memandang ke arah Albert.
"Kau benar ayah. Mereka adalah sindikat sekarang. Dan tergabung dalam daftar pekerja dari Oscar si rumah bordir," sahut Albert,
"Apa? Aku tidak melarang keluarga Adolf menginap di sini, tetapi kenapa mereka mengincar keluarga Adolf?" tanya Roberto lagi ingin mengetahui sedetail mungkin. "Dan mana Herman?"
"Ayah, mereka ingin menangkap Gadis untuk mereka jual ke rumah bordir. Hanya karena kurang puas dengan pelunasan hutang yang telah dibayarkan oleh Paman Herman, mereka melakukan tindakan ini, bahkan Edy dan Bass adalah dalang dibalik semua ini. Hanya karena mereka menginginkan barang haram itu, mereka ingin menukarnya dengan Gadis. Apabila mereka dapat menculik Gadis malam ini, maka mereka akan mendapatkan barang haram itu, Ayah," ujar Albert yang menjelaskan kepada ayahnya.
"Astaga. Kita harus melaporkannya kepada petugas aparat," usul Roberto.
__ADS_1
"Tenang semuanya, aku sudah melaporkan tragedi ini kepada Sherif yang akan bertugas dan mereka malam ini akan membantu kita untuk memantau rumah Paman Herman. Dan meringkus mereka, aku sudah meminta mereka tidak menggunakan seragam atau lampu khas polisi," ujar Johan yang baru saja kembali dari dapur dan membawa nampan di tangannya.
Gadis, Maria, dan Max seakan shock dibuat oleh Johan dengan pernyataan Johan. "Kau melaporkannya?" tanya Gadis kemudian menutup mulutnya dengan salah satu telapak tangannya.
Maria pun ternganga mendengar kabar itu. Entah ini kabar baik atau kabar buruk yang akan di alami oleh keluarga mereka.
"Tenang. Aku sudah memberitahukan mereka bahwa mereka akan menyamar dan tinggal di dalam rumah Paman Herman. Dan begitu Paman Herman tak akan masalah jika dirinya sendirian di rumah. Percaya saja denganku," ujar Johan.
Max yang mengusap punggung ibunya seraya menenangkan ibunya yang masih terlihat khawatir,
Roberto yang mengerti dengan keadaan ini menyuruh mereka semua masuk dan beristirahat. Kamar yang kosong Johan bersihkan bersama dengan Max. Itu untuk Max dan Ibunya tidur sementara waktu, sedangkan Gadis bisa tidur di kamar Albert, dan Albert sendiri akan tidur bersama Johan, abangnya satu-satunya. Dan satu per satu tamu memasuki kamar mereka masing-masing kecuali Johan, Albert, beserta ayahnya, Roberto.
Sementara di rumah Herman kedatangan tamu yang tak di undang. Yaitu para Sherif yang diminta oleh Johan untuk datang ke rumah itu. Herman sempat tidak memercayai mereka andai saja mereka tidak menunjukkan ID Card mereka kepada Herman.
__ADS_1
"Dengan Bapak Herman?" tanya salah satu Sherif yang berbadan besar, tinggi dan tegap.
Herman menjawab dengan mengatakan benar ini adalah dirinya. "Ada apa ini? Mau apa datang kemari?" tanya Herma.
"Maaf, Pak. Kami ditugaskan oleh kepala Sherif untuk datang ke lokasi ini atas permintaan atasan kami untuk menjaga dan menangkap sindikat yang ingin melakukan penculikan anak perempuan, terutama anak pak Herman," ujar salah satunya lagi.
"Tunjukkan id kalian!" pinta Herman.
Mereka pun menunjukkan id card mereka dan akhirnya mereka dipersilahkan masuk ke dalam rumah itu membicarakan rencana yang akan dipakai untuk malam nanti.
...****************...
Tbc
__ADS_1