
Bab 42
Sebelum pernikahan itu berlangsung, Albert memutuskan untuk mencari Bass dan Edy di suatu tempat biasa. Namun itu diurungkannya kala dirinya menemukan keberadaan mereka berdua. Albert tahu ini di tempat umum, di mana orang-orang yang berkumpul untuk melangsungkan acara makan siang mereka. Itu di tempat kedai makan. Albert yang melihat Bass yang sedang menuangkan wisky ke dalam gelas yang berukuran kecil. Ia duduk bersama dengan Edy di depannya. Tak terlalu ramai orang namun sebentar lagi jam makan siang dan para pekerja yang tak membawa bekal akan kemari untuk mengisi amunisi. Albert dengan tertatih melangkah ke sana untuk menggapai meja Bass.
Bass yang kebetulan mendongakkan kepalanya mendapati Albert yang berjalan ke arahnya. Ia lalu tersenyum smirk.
"Heh, akhirnya kau datang menemuiku, Albert," ujar Bass.
"Oh, anak cacat ini datang kemari? Ada urusan apa, Bung?" ujar Edy yang marah akan kedatangan Albert.
Bass menenangkan Edy. "Tenang, Edy. Aku ingin mendengar keluh kesahnya. Ada apa gerangan ia datang kemari?" ujar Bass lagi menghadap ke arah ALbert.
Albert yang masih berdiri di depannya itu pun mengepalkan tangannya. "Aku ke sini untuk memperingatkanmu sekali lagi, Bass!" Nada tegas itu keluar dari bibir Albert sebagai peringatan yang ke dua kalinya.
__ADS_1
"Apa yang akan kau peringatkan? Tentang gadismu itu? Jangan macam-macam dengannya?" tanya Bass mengejek Albert yang memang geram terhadap Bass.
"Kau! Kau keterlaluan, Bass!" ujar Albert sampai menunjuk wajah Bass dengan telunjuknya.
"Ayolah, kawan... Tenang dulu. Duduklah dulu di depanku. Apa kau mau wisky dan minum bersamaku?" tawar Bass.
"Aku datang ke sini bukan ingin menjadi kawanmu! Aku ke sini ingin memperngatkanmu agar kau tidak mengganggu istriku!" ujar Albert yang berteriak di dalam ruangan itu, mana kala semua yang berada di sana langsung menoleh dengan apa yang terjadi.
"Aku akan menikah dengannya besok! Kuharap ini adalah yang terakhir kalinya kau mengganggu istriku! Aku tidak segan-segan untuk memenjarakanmu melalui diriku sendiri!" nada tegas sungguh terasa saat Albert mengucapkan itu.
"Uuuchhh, aku takut..., ha ha ha...," tawa Bass mendengar hal itu. "kalau aku tetap mengganggunya apa yang akan kau perbuat?"
"Aku akan memenjarakanmu selamanya!" sahut Albert tegas. Ia tak sedang berpura-pura untuk mengancam Bass yang ada di depannya.
__ADS_1
"Aku tidak akan menghindar karena kau tahu aku memang mengincar istrimu itu untuk aku perjualbelikan!" sahut Bass yang berbicara di depan wajah Albert.
Albert seketika menjauh karena dirinya mencium aroma wisky yang keluar dari mulut Bass. Albert mengepalkan tangannya dan meninju Bass tepat mengenai wajahnya.
Bugh!
"Hei apa-apaan kau!" ujar Edy yang melihat hal itu langsung mendorong Albert menjauh sedangkan Bass memegang pipinya yang memar ia rasakan.
"Sudah. Biarkan saja dia! Aku tak ingin memperpanjang hal ini. Kita akan balas nanti perbuatannya itu!" ujar Bass terhadap Edy.
Edy yang ingin membalas pukulan Albert segera ditahan oleh Bass. Dan Albert untung saja ia tak terjatuh dari bangku itu.
Ia segera berdiri dan meninggalkan Bass dan Edy.
__ADS_1