
FADIL ARGANTARA
Roseanne park
Serba putih hanya bayangan itu yg di lihat oleh seorang pemuda tampan itu.Dia dilarikan ke rumah sakit akibat kecelakaan besar, papah nya terus meneriaki nya agar masih tetap sadar dengan derai air matanya yang tak tahan melihat keadaan anak nya yg penuh darah."Fadill!!"
Dia samar mendengar suara teriakan itu, namun tiba-tiba pandangan nya mulai menghitam dan kehilangan kesadaran.
"Dok gimana keadaan anak saya?"Tanya Arya pemuda paruh baya yg usianya baru 35 tahun itu bertanya kepada dokter yg menangani anak nya, dengan wajah yg gelisah.
"Keadaan anak bapak sangat mengkhawatirkan,dia masih dalam keadaan koma.Dan mungkin cukup lama untuk dia siuman,bapak yg sabar yah."Hancur hati Arya,dia bersandar ke tembok lalu menyusut turun dengan tangis yg tak tertahankan.Betapa dia menyayangi anak semata wayangnya itu.
Sungguh tidak terasa ini adalah hari ke 7 nya Fadil belum sadar dari koma nya,dan papah nya masih setia dengan menemani anaknya di sampingnya.
"FA bangun nak, papah kangen sama kamu."sembari mengusap kepala anaknya dengan kasih sayang nya.
"Arya ini bawakan kamu makanan kesukaan kamu,kamu harus makan yah."tidak dipungkiri rasa sayang dari Arya kepada anaknya, selama seminggu ini dia tidak menyentuh sedikit pun makanan nya dan hanya meminum air saja agar menghilangkan dahaga nya."Tidak jack,anakku tidak makan maka berarti aku juga harus tidak makan."Memandangi wajah anaknya yg berwajah pucat itu dengan senyuman kecut.
"Sudah ya,kau itu juga harus makan.jika kamu tak makan lalu jatuh sakit siapa yg mengurus anak mu?"Arya hanya memalingkan wajahnya sebentar ke arah Jack lalu diam dan tak menjawab pertanyaan sahabat nya itu.
Tiba-tiba salah satu jari Fadil mulai bergerak Arya yg menyadari pergerakan itu sangat sangat bahagia."Jack! Lihat jari Fadil bergerak."Jack terperangah kaget tak percaya apa yg dikatakan Arya benar adanya."Iyyah Arya itu tangan Fadil bergerak, sebentar aku panggil dokter!."Arya yg mendengar itu hanya mengangguk sembari tersenyum gembira.
"Fadil sayang cepat sembuh yah, papah udah kesepian nih gak ada kamu."Mengusap belakang punggung tangan Fadil dengan lembut nya.
"Arya ini dokternya."
Dokter itu pun memeriksa kembali kondisi Fadil,dia melihat memang kondisi Fadil sudah membaik.Tapi harus melakukan pemeriksaan tindak lanjut terlebih dahulu untuk pengecekan jika ada kelainan.
"Anak bapak sudah keluar dari masa komanya,dan kini bisa kemungkinan akan sadar kembali hari ini.Tapi kita harus melakukan pengecekan secara lanjut,apakah kami di perbolehkan pak Arya?"Tanya dokter itu yg takut jika ada kesalahan,bisa bisa pekerjaan nya hilang begitu saja karena yg dia tangani adalah pebisnis yg terbilang sangat kaya."Iyah boleh dok."jawab Arya dengan senyuman nya yg tak sabar ingin anak nya pulih kembali.
"Argh aku di mana?"pekik Fadil Seraya memegang kepalanya yg di balut perban tebal. "Fadill!" Panggilan papah nya yg melihat anaknya sudah siuman lalu berlari mendekati nya."Sayang kamu sadar, Alhamdulillah akhirnya do'a ku terkabulkan terima kasih ya Allah."seraya bersyukur dengan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Fadil hanya memandangi pria yg ada di samping nya itu, dengan wajah yg bingung lalu bertanya."Apakah kau papah ku?"Tanya Fadil dengan alis yg menaut.
Arya yg heran dengan pertanyaan itu sontak kaget"mengapa kau bertanya seperti itu Fadil?Apakah kau tak mengenali papah?"tanya Arya dengan wajah linglung."Dia lupa ingatan."Arya yg mendengar itu sontak kaget dengan apa yg di dengar dari suara di belakangnya yg tak lain adalah sohibnya."Jack apa yang kau katakan itu?"Jack hanya menggelengkan kepalanya yg melihat sahabatnya itu linglung dan tidak paham dengan keadaan."Dia lupa ingatan, karena mungkin cedera kepala nya sangat parah.tak ada jawaban selain amnesia."Arya hanya mengangguk angguk seraya mengerti."lihat aku akan bertanya kepada nya,Hai nak apa kah kau tahu nama mu?dan di mana kau tinggal lalu berapa usia mu?."Fadil yg mendengar pertanyaan itu memegang kepalanya yg terasa sakit lalu menggeleng kan kepalanya yg artinya tidak mengetahui apapun.
"Lihat jelas bukan,dia sedang amnesia."Arya yg tak terima dengan amnesia anaknya itu hanya menekukkan lututnya."tidak ini tidak mungkin."
***
"Fadil nanti kamu harus banyak banyak terapi yah supaya ingatan kamu cepat pulih."Fadil yg mendengar itu hanya mengangguk,hari pertama Fadil siuman membuat Arya sangat gembira walaupun Fadil benar benar dinyatakan hilang ingatan tapi itu bisa kembali jika terus di terapi.
"Oh Iyah papah tadi Nerima telfon katanya rosi kamu bakal dateng jenguk kamu,kasian loh jauh jauh jenguk kamu.padahalĀ papah udah bilang Ama dia gak usah repot-repot eh dia malah nolak katanya gk papah.Dia juga kangen sama kamu katanya."
"Hmm iyyah pah."
Walaupun Fadil tidak mengetahui siapa rosi itu tapi dia merasa ada ikatan yg kuat saat mendengar namanya.
"Permisi."Suara di balik pintu itu mengagetkan kedua orang itu yg sedang berbincang-bincang.
"Ceklek".Suara pintu terbuka dan benar saja orang yg baru mereka bicarakan kini berada di hadapan mereka dengan senyum semringah."halo om."
***
"Oh gitu yah."
"Halo ada yg bisa saya bantu?."sapa suster yg berdiri di hadapan Arya dan rose.Gini yah sebenernya nama rosi itu rose cuman penyebut nya aja beda.fadil selalu memanggil nya dengan sebutan rosi bukan rose.
"Halo sus saya mau bayar administrasi anak saya atas nama Fadil argantara."
"Oh baik tunggu sebentar."
Arya mengangguk lalu menunggu suster."rose!,Dady kamu mana?" Tanya Arya yg ingin berbasa-basi agar tak terlalu hening
"Dady di Selandia,dia mau ikut tapi karena susah jadwal penerbangan jadi gak bisa datang."jawab rose dengan wajah yg agak sedih.
"Oh gitu,yah padahal om mau perbincangin sesuatu sama papah kamu."tutur Arya dengan wajah lemas dan bahu yg merosot."bahas tentang apa om?"Tanya rose dengan wajah yg penasaran karena melihat wajah om nya yg sangat sedih ketika tahu ayahnya tak akan datang.
__ADS_1
"Yah mau bahas tentang...."tidak sempat menjawab pertanyaan rose tiba tiba suster yg tadi memberikan browser administrasi Fadil pada nya."ini pak."
"Terimakasih."seraya mengambil browser itu."ah tunggu sebentar yah rose om mau bayar administrasi nya dulu."
"Iyyah om."setelah om nya pergi dari hadapannya, tiba tiba mata nya tertuju pada sosok pria yg di kenalinya yg tak lain"Fadil?".
***
Rose mendudukkan Fadil yg berjalan tanpa tahu arah kemana, katanya dia hanya ingin keluar berjalan karena bosan di ruangan terus."seharusnya kau memanggilku jika membutuhkan sesuatu,kau itu masih anak kecil yg harus di jaga."Fadil hanya menunduk mendengar Omelan dari rose.
"Mengapa bayi besar seperti mu sangat susah untuk di atur, sebaiknya kau istirahat agar tidak memperburuk keadaan mu."perintah rose dengan wajah yg khawatir.
Pria itu hanya menatap nya dengan pandangan yg penuh tanda tanya."kau siapa? mengapa mengomeli ku?apakah kau ibu ku??
Rose menempeleng Fadil dengan pelan."apa kau bilang aku ibu mu?dan kau bertanya aku siapa?.hei bayi besar kau kira umur mu sudah berapa hingga pikun sampai segini nya.?"
"Dia amnesia."tutur Arya yg tiba tiba berada di samping rose.rose yg mendengar itu sontak berbalik dengan wajah kaget."what?? Amnesia??kok bisa om?"Tanya rose dengan kekhwatiran nya pada bayi besar nya itu."kepalanya sangat terbentur keras dan membuatnya lupa ingatan,tapi itu tidak akan bersifat permanen."rose yg mendengar itu bernafas lega dia kira Fadil akan lupa ingatan untuk selamanya.
***
Rumah yg bernuansa Eropa dengan barang barang yg sangat tersusun rapih hingga membuat mata terperangah melihat nya.Fadil sedari tadi memandangi nya sulit untuk mengingat kenangan di rumah nya itu.
"Fadil!kamu tidak usah memaksakan diri untuk mengingat kembali untuk saat ini, karena itu akan membahayakan proses penyembuhan kamu."tutur Arya pada anaknya itu."hmm iyyah pah."
"Rose kamu kenapa?."tanya Arya kepada nya karena sedari tadi menatap kosong ke arah Fadil yg melihat lihat isi rumah nya."tidak apa apa kok om, saya mungkin hanya merasa lapar."seraya mengelus perutnya dengan cengiran pada Arya."astaga om kira apa, jadi karena kamu lapar kamu mau makan Fadil gitu."seraya tertawa kecil pada rose.rose pun hanya menunduk merasa malu dengan ucapan Arya padanya
"FA!!."panggil Arya pada anak sematang wayang nya itu."iyyah pah."
"Makan yg banyak biar cepat sembuh."fadil hanya mengangguk lalu kembali memakan makanan nya.
"Rose, kapan kamu ada waktu libur?."Rose tersadar dari lamunannya yg sedari tadi hanya mengaduk aduk makanan nya."hah??,mm gak tau om tapi mungkin bulan sembilan jadwal nya kosong."Rose adalah artis KPop yang sangat terkenal dan mempunyai banyak fans hingga ujung dunia.Fadil yg sedari tadi hanya menyimak pembicaraan keduanya kini berdiri dan ingin beranjak pergi karena sudah menghabiskan makanan nya.
"Fadil! kamu mau kemana?."Tanya papah nya dan menatap pada anak nya dengan wajah yg sedikit khawatir.ntah mengapa dia merasa takut dengan keputusan keduanya untuk menerima keinginan nya."Mm aku mau ke atas untuk istirahat."
"Tunggu sebentar,papah mau ngomong sesuatu."printah papah nya,rose yg sedari mengunyah makanan nya berhenti dia merasa ada sesuatu yang penting yg akan di ucapkan oleh Arya.
__ADS_1
"Papah mau ngomong apa?"tanya nya dengan wajah yg bingung."papah mau ngomong tentang perjodohan kalian."rose yg mendengar itu sontak keselek makanan nya yg masih ada di mulut nya lalu mengambil minum agar bisa merdakan nya.
"Apa om? perjodohan??, tapi kan kita gak seumuran om fadil juga baru lulus SMA dan pasti masih ingin melanjutkan pendidikan nya."tutur rose yg merasa tak pantas untuk fadil, karena diri nya dan Fadil berselisih umur yg sangat jauh."Tidak apa apa,umur hanyalah angka kapan perjodohannya akan dilaksanakan pah?."Rose sontak terperangah menatap heran kepada Fadil."mengapa bayi besar itu tiba-tiba menyetujui nya?"batin rose.