INGATAN YANG HILANG

INGATAN YANG HILANG
Melepas Rindu


__ADS_3

Kini di sebuah parkiran mobil VIP terlihat seorang pemuda tampan tergesa-gesa menaiki mobilnya tanpa menghiraukan panggilan dari belakang nya.


"Fadil....kamu mau kemana..?" teriak lelaki paruh baya yg mengejar Pemuda tadi yg tak lain adalah Fadil.


"sudahlah Arya...di hanya ingin bertemu dengan Istri nya...." ucap lelaki yg seumuran dengan lelaki yg dia panggil Arya.


"istri nya? apakah rose tadi di sini?" ucap nya kebingungan.


"astaga Arya,kau sepertinya telah rabun.Dia tadi berada di kursi baris ke dua." Ucap lelaki paruh itu yg tak lain adalah jhon.


"huh... Pantas dia lari seperti kebelet pipis ternyata melihat istrinya... yasudah ayo kita pulang, biarkan anak muda itu saling bertemu dan melepaskan rindu." ucap Arya lalu merangkul sahabatnya itu


"hmm yah," Mereka pun berjalan ke arah mobil nya dan melaju meninggalkan tempat tadi.


Kini di sebuah mobil Lamborghini Veneno dengan kecepatan tinggi sedang melaju mengejar sebuah mobil Porsche 911 turbo dan Lamborghini huracan.


"ah.... kenapa dia tak tinggal dulu sebentar untuk menemui ku?," ucap pemuda tampan yg kini fokus mengendarai mobil nya.


Setelah dekat dengan hotel big home AR mobil Lamborghini Veneno itu pun menurun kan laju mobilnya karena melihat mobil yg dia kejar tadi masuk ke kawasan hotel itu.


"Cih dasar, padahal dia tinggal di hotel ku," ucap pemuda itu lalu keluar dari mobilnya dan mengikuti seorang gadis yg tadi dia lihat di acara tadi.


Saat masuk ke dalam pintu kini para staf berbaris dan memberikan salam kepadanya.


"halo tuan..... selamat malam....."ucap para staf serentak.


Gadis yg tadi berjalan santai dengan beberapa orang di samping nya pun berbalik ke belakang mendengar suara sambutan itu.


"loh Fadil?" ucap Gadis itu dalam Hati.


"oh my god guys...itu kan Fadil Argantara.Argh...dia sangat tampan." ucap salah seorang gadis yg berambut hitam pekat.


"sudah, kalian harus istirahat untuk konser besok malam.dan ini adalah konser terakhir kita di Amerika." ucap seorang pria kekar dengan wajah datar nya.


"Baik...." ucap para gadis itu lalu berjalan mengikuti arahan dari lelaki tadi.


"aduh... bagaimana ini.pasti dia mengejar ku."ucap rose dalam hati nya.


pemuda tampan yg tadi mengejar nya kini hanya melihat nya berjalan menjauh lalu pergi ke para staf bertanya lantai kamar para member yg tadi lewat.


"Hei kamu, beritahu saya di mana kamar rose member pinkwhite tadi." ucapnya dengan nada cetus.


"itu...anu tuan, itu bersifat privat jadi kami tak bisa memberitahu kannya." ucap wanita yg dengan menggunakan setelan jas

__ADS_1


"hmm aku lihat kamu bukan robot ku,jadi pasti tak menurut.kamu pikir aku siapa?aku adalah pemilik hotel ini.tak ada yg namanya privasi untukku.berikan aku kunci kamar cadangan nya atau aku pecat kau dan ku berikan hukuman.Dan juga kalian tak boleh memberitahu kan pada siapa pun.ingat itu." ucap pemuda tampan itu mengancam.


"ba-baik tuan." Wanita itu pun memberikannya kunci lalu menunduk hormat.


setelah menerima kunci lelaki itu pun pergi mencari di mana letak kamar yg saat ini di tempati oleh member pinkwhite yaitu rose.


Setelah menemukan kamar yg dia cari,dia pun melirik ke sana kemari untuk memastikan tak ada yg melihatnya.setelah itu dia pun membuka pintu kamar dan masuk dengan kecepatan kilat.


Setelah masuk di kamar dia tampak tak menemukan siapa pun di kamar itu.sampai beberapa saat kemudian,tampak seorang gadis yg hanya menggunakan handuk di tubuhnya sangat kaget melihat Fadil yg kini berada di kamarnya.


"ah......." gadis itu berteriak kaget, lalu dengan sigap pemuda itu membekap mulutnya.


"hei...apa yang kau lakukan berteriak,aku ini suami mu" ucap pemuda tampan itu dengan wajah ketakutan takut ada yg mengira telah terjadi sesuatu. setelah itu dia pun melepaskan tangan nya dan menatap gadis polos yg tadi berteriak itu


"Fadil.....!kamu ngapain di sini?? dan kok kamu bisa masuk kamar aku?" ucap gadis itu yg kini sudah tenang.


"kamu pikun atau gimana sih,nama hotel ini apa?" ucap pemuda itu dengan menaikkan sebelah alisnya.


"hmm Hotel big home AR?" ucap gadis itu dengan polosnya.


"nama belakang ku?"


"hmm Argantara....lalu apa hubungannya?" Ucap Gadis itu yg masih belum mengerti.


"haduh.... takdir apa yg kumiliki...yang harus menikah dengan orang bodoh seperti mu....Rose....AR itu adalah singkatan dari Argantara.... berarti hotel ini adalah hotel ku..." ucap pemuda itu yg sudah di buat pusing.


"Ah..sudah sudah.aku kesini menyusul karena kau tak menemui ku tadi.apa yg kau pikirkan hah? hingga tau mau menemui ku?" ucap Fadil dengan nada kesal.


"hmm aku ...aku takut ada yg melihat ku.Jadi aku memilih untuk tak menemui mu...Maaf...." ucapnya dengan nada menyesal karena membuat Fadil marah marah


Namun tiba tiba.


"bush...."


Fadil memeluk erat tubuh rose yg hanya berbalut handuk yg membuat rose hanya terkaget dan mengedipkan matanya berkali-kali.


"iyyah gak papah aku ngerti kok.Kau takut ada paparazi yg melihat mu lalu membuat penggemar mu kecewa padamu.berbeda dengan ku walaupun aku kecewa terhadap mu tapi hati ku tak dapat melupakan mu." ucap Fadil dengan lembut.


"deg...deg.."


Hati rose berdegup kencang mendengar ucapan romantis dari Fadil, dengan lembut dia pun juga membalas pelukan dari Fadil.


setelah lama berpelukan mereka pun melepaskan pelukan itu dan saling menatap.Dan tiba tiba.

__ADS_1


"cup....."


"bib*r Fadil mendarat dengan halus di bib*r rose. Yang di mana kini mereka saling beradu l*dah.


"huh....Fadil....."


Fadil melepaskan ciuman itu yg melihat rose yg sudah kehabisan Nafas.


"hmm apa ini?mengapa Fadil menjadi lembut? apakah kini dia telah menemukan dirinya yg sesungguhnya?" gumam rose dalam hati.


"rose...kau tahu...selama ini aku selalu memikirkan mu tanpa sedikitpun aku melupakanmu.apakah kau juga seperti itu...?" ucap Fadil dengan nada lembut.


Rose tersenyum dan mengangguk padanya."hmm yah.... selama ini aku juga sangat rindu..." ucap rose dengan tulus.


Ternyata selama 3 tahun berpisah mereka sama sekali tak dapat melupakan satu sama lain.Yang membuat diri Fadil yg sesungguhnya memberontak dan ingin memeluk rose secepatnya.


Mendengar ucapan rose Fadil pun tersenyum Bahagia."Baiklah kalo begitu,aku mandi dulu.dan akan menyuruh asisten ku membawa beberapa lembar baju untuk ku.Aku akan menginap disini bersama mu." ucap Fadil yg hanya membuat rose terdiam.


Setelah itu Fadil pun masuk ke kamar mandi dan terdengar suara percikan Air.Rose duduk di kasur yg hanya diam mengingat kejadian barusan dimana mereka juga pernah saling berciuman. dari sejak Fadil kelas 2 SMA.Padahal mereka sempat memadu kasih di malam pertama namun karena pengaruh obat mereka tak mengingat nya sama sekali.


Rose yg sedari tadi hanya melamun kini di kaget kan oleh Fadil yg sudah berdiri di hadapannya dengan telanjang setengah badannya.Dan terlihat otot perut Fadil yg sangat kekar itu.


Melihat otot otot Fadil yg menggoda membuat rose hanya menelan ludahnya.


"rose...ada apa? mengapa kau melihat ku seperti itu?" ucap Fadil yg berwajah polos.


"hmm tak ada," ucap rose mulai gugup.


"Ting...." terdengar suara tombol pintu kamar yg kedatangan seseorang.


"Fadil..." rose menatap Fadil yg takut orang mengetahui bahwa saat ini bersama lelaki.


"kau tenang saja...itu adalah asisten ku, aku juga sudah menyuruhnya untuk mengosongkan area di depan dan mematikan CCTV. ucap Fadil lalu keluar.


"tuan..." tampak seorang pemuda dengan Jaz hitam membawa paper back.


"oh Terimakasih....kau boleh pergi." ucap Fadil pada pemuda itu


"baik tuan..." pemuda itu pun pergi setelah menunduk hormat pada Fadil.


"Tuh kan apa aku bilang itu adalah asisten ku.kau tak perlu takut." ucap Fadil.


"hmm yah.yasudah...aku ingin pakai baju..." ucap rose lalu berdiri

__ADS_1


"aku juga..." ucap Fadil yg ingin melangkah tapi tiba tiba.


"bruk..."


__ADS_2