INGATAN YANG HILANG

INGATAN YANG HILANG
ingatan Menyakitkan


__ADS_3

Sebuah mobil Sport Lamborghini Gallardo kini terparkir di depan rumah milik Jhon paman Fadil.


Jerry tadi sudah tiba dengan menggunakan mobil Toyota Agya namun karena Fadil mau nya naik mobil Sport akhirnya papah nya pun menyuruh supir nya ke rumah besar Argantara mengambil mobil Fadil yaitu sport Lamborghini Gallardo yg sangat mewah.


Fadil Kini bersama dengan rose dan Jerry yg berada di depan menuntun jalan.


Sudah ada beberapa tempat yg mereka kunjungi namun ingatan Fadil tak ada titik cerah nya juga dan dia juga merasa tak peduli keindahan tempat tersebut.


Kini mobil Jerry menuntun Fadil ke tempat yg terakhir yaitu taman flour rose red.Taman ini adalah taman yg penuh dengan bunga mawar yg sering di gunakan untuk menjadi tempat berkencan pasangan pasangan yg romantis.Tapi tidak di buka secara umum karena taman tersebut mempunyai pembayaran masuk dan hitungan waktu selama kita di dalam.Namun tak berlaku untuk Fadil karena taman tersebut adalah usaha nya yg di mulai saat masih SMA kelas 1.


"Nih dil... tempat terakhir,gua yakin lu pasti inget." Ucap Jerry yg kini sudah duduk di kursi taman itu(dalam bahasa Amerika).


Fadil mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, memang betul yg di katakan Jerry, sesaat penglihatan Fadil mulai gelap dan terlintas kenangan yg membuat nya sakit hati dan marah.


"Arrgh,kepala ku sakit," rintis Fadil yg memegangi kepalanya yg sakit, mengingat kenangan yg paling dia benci.


"FADIL.....!" teriak rose dan Jerry bersamaan yg melihat Fadil sudah ambruk tersungkur di rerumputan taman.


**


Kini pandangan Fadil buram, melihat dirinya yg di dorong dengan menggunakan ranjang rumah sakit,namun setelah itu dia sudah tak mengingat apa apa.


Di kamar yg serba putih,kini rose yg sedari tadi menangis dalam pelukan ibu nya,dia sangat khawatir dengan keadaan Fadil.


"Sudah rose...kamu tenang dulu,ama yakin Fadil akan baik baik saja." ucap Clara menenangkan anak nya itu.


"Huhuhu...aku takut mahh ....fa-fa-dil bakal lupa ingatan permanen." Ucap rose yg tersedu-sedu.


"Nggak kok tenang aja....."


Kini Arya juga sangat gelisah,dan terus mondar mandir berjalan sana sini."Arya kamu duduk lah... tenangkan hati mu itu....Fadil bakal baik baik saja kok...." Ucap ayah rose menenangkan sahabat nya itu.


"Gak bisa j....,aku gak bisa tenang dengan keadaan anakku sekarang ini," ucap Arya yg sangat khawatir pada Fadil.


"Hmm maafin saya om, mungkin karena saya yg membawanya ke taman tadi dan membuat Fadil terjatuh entah karena apa," ucap Jerry yg merasa bersalah (dalam bahasa Amerika).


"Sudah lah...Jerry kamu tak bersalah,om yg salah memaksa nya untuk pergi." Ucap Arya yg menurut nya dia lah yg pantas di salah kan.


Selang beberapa lama kemudian kini pintu pasien terbuka dan tampak seorang lelaki paruh baya dengan menggunakan kacamata.


"Doker.... bagaimana dengan keadaan anak saya?," Tanya Arya yg sudah sedari tadi menunggu dokter itu keluar (dalam bahasa Amerika).


"Pak Arya,anda tenang saja.Anak bapak baik baik saja.dia hanya tak kuat menahan ingatan yg menyakitkan masuk dalam ingatan nya." Ucap dokter tersebut (dalam bahasa Amerika).


"Apa....! ingatan menyakitkan?," Tanya Arya yg penasaran apa maksud dokter. (Dalam bahasa Amerika)


"Iyyah... ingatan itu adalah ingatan yg biasa nya paling berbahaya untuk penderita amnesia.ingatan yg mungkin membuat nya sakit hati atau trauma." Ucap dokter itu lagi menjelaskan.


Arya tertunduk lesu, ingatan apa yg membuat nya sakit hati mengapa dia tak mengetahui nya???

__ADS_1


"Baiklah dokter saya mengerti, apakah anak saya boleh pulang??," Ucap Arya. (Dalam bahasa Amerika)


"Bisa kok, karena tak ada cedera yg di alaminya cuman mungkin ada sikap yg akan berubah dalam waktu tertentu.bisa di bilang anak anda kini mempunyai dua sisi yg berbeda." Ucap dokter menjelaskan (dalam bahasa Amerika)


Rose yg sedari tadi menyimak kini mengerti mengapa terkadang fadil akan bersikap hangat dan terkadang bersikap dingin padanya.


Tapi dia masih penasaran ingatan apa yg ada di taman itu? mengapa Fadil tiba tiba pingsan saat mengingat nya?


Fadil yg saat ini sudah baik.berbaring di kamar nya dengan tatapan yg kosong.Saat sampai di rumah fadil satu kata pun tak pernah terucap dari bibirnya.


"Apa ini?apakah yg tadi itu adalah ingatan ku yg hilang?apa yg terjadi sebenarnya?" Ucap fadil yg kini mulai meneteskan air mata nya.


Tiba tiba dari luar terdengar ketukan dari luar," Fadil....buka dong pintunya." Ucap gadis yg kini berdiri di depan pintu kamar Fadil.


"Huh.... ngapain sih tuh cewek Dateng." Ucap Fadil kesal lalu berdiri dan membuka pintu tersebut.


"APAAN SIH LOH KETUK KETUK PINTU GUA!! LO PIKIR LO SIAPA HAH? SEENAKNYA KETUK PINTU??," Ucap Fadil dengan nada tinggi.


Rose yg mendengar cacian Fadil kini merasakan sakit hati, Fadil sama sekali tak menganggap nya sebagai istri. Dengan mata yg berkaca kaca Rose menahan tangisnya agar tak pecah di hadapan Fadil.


"Aku cuman mau liat keadaan kamu emang apa salahnya sih....!" Ucap rose yg menghentakkan kakinya keras dan berlalu pergi dari hadapan Fadil.


"Cihh dasar cengeng," ucap Fadil lalu menutup pintunya.


Kini rose berlari ke luar di halaman rumah Jhon yg lumayan besar,dia duduk di bawah pohon dan menangis sejadi jadinya."dasar cowok brengsek.emang dia itu setampan apa sampai ga anggap aku sebagai istri nya?," Ucap rose dengan tangisan nya bersumpah serapah pada Fadil.


Kini rose sudah berhenti menangis dan menganggap yg tadi hanya angin lalu,dia tahu Fadil kini sedang emosional karena ingatan yg buruk yg tadi dia rasakan.


"Hmm Iyah mom," ucap rose menurut, walaupun dia sedikit takut Fadil akan mencaci nya lagi.


Tapi karena dia juga masih khawatir pada Fadil. dia pun memberanikan dirinya.


Kini dia sudah berada di depan pintu kamar Fadil. Dengan menarik nafas yg panjang rose menghembuskan nya secara pelan dan mulai mengetuk pintu.


"Tok"


"Tok"


"Tok"


"Fadil...kamu di suruh mamah buat turun makan malem." Ucap rose dengan suara lembut.


Kini gagang pintu mulai bergerak dan terbuka secara perlahan."apa lagi sih?udah...gua mau makanya di kamar aja tolong bawain," ucap Fadil lalu menutup pintu nya kembali.


Rose sedikit kesal karena main di tutupin gitu aja," huh.. dasar cowok brengsek," ucap rose dalam hati.


"Loh rose?Fadil mana?" Tanya Clara pada putrinya yg berjalan ke arahnya." Itu katanya makan di kamar aja," ucap rose dengan wajah kesal


"Loh kok gitu?"

__ADS_1


Kini 3 lelaki paruh baya berjalan ke arah meja makan yg semua nya hampir seumuran."loh fadil mana?kok belum turun?," Tanya salah seorang lelaki tersebut.


"Hmm itu pah, katanya makan di kamar aja," jawab rose.


"Oh gitu.... yaudah kamu bawain makanan nya yah....kasian belum makan seharian." Ucap lelaki paruh baya tadi yg tak lain adalah Arya.Rose pun menganggukinya.


"Iyyah pah."


Fadil yg kini masih dalam keadaan emosional mulai mencari di internet tentang taman yg tadi dia datangi,dia ingin mencoba mengingat keseluruhan ingatan tersebut karena dia hanya mengingat setengh nya dan merasa tak jelas.


"Hmm tadi yg aku lihat,aku marah pada rose lalu meninggalkan nya di taman itu.tapi...apa penyebab aku marah padanya?hmm aku harus mencari tahu itu." Ucap Fadil yg kini berusaha untuk mengingat ingatan itu namun tak bisa.


"Tok"


"Tok"


Suara ketukan pintu.


"Masuk," ucap Fadil mempersilahkan orang yg mengetuk pintu tadi agar masuk ke kamarnya.


Kini pinta tlah terbuka,dan terlihat sesosok gadis yg berjalan ke arahnya.


"Hmm Dil...nih makanan kamu aku bawain," ucap gadis tersebut yg meletakkan piring berisi makanan di atas sebuah meja."hmm taro di situ aja,dan kamu bisa keluar." Ucap Fadil mengacani gadis itu yg tak lain adalah rose


Rose hanya pasrah dengan wajah yg tak bisa di artikan lalu berjalan keluar.Namun sebelum sampai ke pintu tiba tiba fadil memanggilnya lagi."tunggu...!"


Rose berbalik dengan wajah yg penuh tanda tanya,"ada apa ini mengapa dia menahan ku?,"


"Kau...suapi aku,aku sedang sibuk untuk makan." Wajah yg tadi nya penuh dengan tanda tanya menjadi wajah yg penuh dengan amarah,"wah.. sialan nih cowok.udah di ambilin makanan minta suap lagi.Dia pikir aku ini asistennya apa?,huh ...sabar rose sabar....dia itu suami kamu.jadi pantas untuk menyuapi nya." Gumam rose menahan amarahnya.


"Woi!! Cepetan," ucap Fadil yg kini marah marah.


"Iyah iyyah," Rose berjalan ke arah nya dan mengambil piring yg tadi dia bawa."nih bukan mulutnya," ucap rose.Fadil pun menurut dan membuka mulutnya sambil menggeser geser most nya mencari sesuatu di laptop nya.


Saat asik menulusuri file file di laptopnya,kini dia berhenti di salah satu file yg bertuliskan memories love.Tanpa pikir panjang dia pun menekan tombol nya lalu melihat isi file itu yg berisi foto foto rose yg entah siapa memotretnya.


"Hmm mengapa banyak foto mu di dalam?" Tanya Fadil yg kini menatap rose. Rose yg bingung foto apa yg di maksud Fadil menatap laptop Fadil dan alangkah terkejutnya melihat foto foto nya yg sangat sangat bagus seperti di foto oleh fotografer profesional.


"Lohh ini kan waktu kita ke jembatan tua itu." Ucap rose yg melihat salah satu foto nya saat bermain ke jembatan tua bersama Fadil saat umur nya sekitar 16 tahun.


"Hmm jembatan tua?di mana itu?," Gumam Fadil mengingat ngingat.


"Argh aku tak bisa mengingat nya," gumamnya.


Fadil kini melihat lihat semua isi foto itu,dan kini berhenti menatap foto yg sangat mirip dengan taman yg tadi dia datangi.Dia menatap dalam dalam foto itu,dan benar saja dia merasakan hati nya terasa pedih dan tak sadar air matanya jatuh.


"Loh Fadil? mengapa kau menangis?," Tanya rose yg memerhatikan Air mata mengalir di pipi Fadil.


"Hah? apa?" Fadil kaget menegang pipi nya basah."apa ini? mengapa aku menangis?," Gumam Fadil dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Ehhem,sudah sudah kau keluar saja aku akan makan sendiri," ucap Fadil menyuruh rose keluar.


"Hmm baiklah," ucap rose yg tak mau berdebat dengan Fadil. Dia tahu Fadil pasti mengingat kenangan menyakitkan menurut nya.


__ADS_2