
Fadil Masuk ke dalam rumah nya dan melihat ibu rose yg sedang bersih bersih lalu menghampiri nya, dengan membawa bunga yg dia tadi petik. "MAMAH" Teriak Fadil,yg membuat ibu Rose sedikit terkaget dan mengelus dada nya."Ih Fadil, bikin kaget mamah aja." Seru mamah rose menggeleng kan kepalanya.
"Hehe,maaf yah mah.Oh iyyah nih buat mamah." Seraya memberikan bunga mawar dengan 7 tangkai.
"Wahh, Makasih sayang." Seru mamah rose
"Sama sama mah."balasnya
"Eh bentar,truss itu bunga yg masih ada di tangan kamu buat siapa?." Tanya mamah rose yg melihat masih banyak bunga di tangan Fadil.
"Oh ini,ini tuh buat mamah.Kan entar malam kita ke Amerika, ziarah ke kubur nya." Jawab Fadil seraya tersenyum pada mamah rose.
"Oh gitu, tapi itu bakal layu loh sayang.kita kan 2 hari perjalanan." Seru inu rose.
"Hmm nggak kok mah,aku bakal vas bunga buat bikin dia tetap segar." Balas nya."yaudah mah aku naik dulu yah,dah mamah"
Fadil beranjak naik dengan di perhatikan oleh mamah rose.
Selang beberapa menit kemudian,Mamah rose melihat rose yg masuk dengan senyum senyum sendiri seraya mencium bunga mawar pemberian Fadil.
"Rose!." Panggil nya
"Eh iyyah mah,." Jawab Fadil yg sadar dia di perhatikan oleh mamah nya .
"Kamu kok senyum senyum sendiri?truss itu bunga dari siapa?atau kamu petik sendiri?" Tanya nya, tapi dia yakini bahwa itu adalah pemberian di lihat dari ekspresi wajah rose.
"Hmm ini pemberian dari...." Rose berfikir sejenak untuk memberi tahu nya, karena pasti ibunya akan mengira bahwa dia sudah jatuh cinta lagi pada Fadil. Yg nyata memang benar.
"Iyyah dari,dadi siapa?" Tanya mamah nya lagi,yg penasaran.
Karena sudah di desak oleh Mamah nya,rose pun memilih untuk memberitahu kan nya.
""I-i-ini dari fa-fa-dil." Jawabnya nya dengan terbata.
"Ouhhhhh."Mamah kira dari siapa,kamu nya senyum senyum liat nya.Eh ternyata dari suaminya." Gombal mamah nya.
"Ihh mamah,apa apaan sih." Rose malu malu dan menunduk,namun di saat dia mengangkat kepalanya dia melihat bunga yg tadi di berikan Fadil.
"Loh itu,itu dari siapa mah?." Tanya nya yg sangat penasaran.
"Oh ini dari Fadil tadi" jawab nya.
"Ihh kok mamah banyak sih,aku cuman setangkai di kasih nya." Seru rose seraya memanyunkan bibirnya.
"Haha ini cuman dikit loh, tujuh tangkai." Seru ibunya,dan rose pun memerhatikan nya.bahwa benar bunga di tangan mamah nya hanya 7 tangkai.
"Hmm Iyah sih, padahal tadi dia metik banyak banget kayak mau jual bunga aja.Trusss sisanya dia kemanain dong mah?" Tanya nya yg mungkin mamah nya mengetahui nya.
"Ih kamu gak usah cemburu,dia mau ngasih Mamah nya kalo udah sampai ke Amerika." Jawabnya dengan sedikit menggoda anak nya itu.
"Oh gitu yah."
***
Fadil meletakkan bunganya kedalam vas berisi air,agar bunganya tidak cepat layu.lalu memakai jaket nya dan beranjak keluar yg seperti nya ingin pergi.Namun saat sudah di tangga dia menghentikan langkahnya dan menguping pembicaraan rose dengan mamah nya.
"Mah jujur yah,aku tuh sebenernya mau Mau aja nikah sama Fadil.dan..memang sebelumnya kami berencana menikah, tapi karena sikap Fadil yg berubah aku jadi benci sama dia.Dia kenapa sih harus amnesia,aku gak rela mah.kenangan aku sama dia selama ini,dia gak mengingatnya." Fadil yg mendengar itu merenung,apa benar dia dulu mencintai rose dan sangat dekat dengan nya? Pertanyaan itu terus menghantuinya.
"Rose kamu harus sabar sayang,itu hanya perkara waktu.Mungkin suatu saat nanti dia bakal inget semuanya lagi, dengan proses bertahap.Kamu harus sabar yah." Seru ibu nya yg menasehati anaknya itu.
"Hmm Iyah sih mah,cuman aku sebel aja.Dia kadang kadang baik kadang kadang ngeselin,dai bikin aku bingung gitu.aku kangen sama dia yg dulu mah." Rose menitikkan air matanya mencurahkan isi hatinya pada mamah nya itu.Fadil mengintip dan melihat rose yg menangis dan bersandar ke pelukan ibu nya.
Dan tiba-tiba dia terkaget, yg di mana rose tiba tiba di hadapannya.Dan dia baru sadar, sedari tadi dia melamun.
"Kamu ngapain di sini?" Tanya rose yg curiga.
"Hah-ah aku-aku tadi cu-cuman anu,mau ke keluar, iyyah keluar." Jawabnya dengan terbata dan Sambil menggaruk lehernya yg tak gatal.Rose memerhatikan suaminya itu dari atas sampai bawah lalu menatap tajam ke arah nya.
"Kamu mau kemana?." Tanya nya yg mengintimidasi.
"Hmm kamu kok kepo banget sih orang mau kemana yg terserah aku,kamu gak usah banyak tanya." Jawabnya dengan malas.
"FADIL ARGANTARA,inget walaupun kita gak saling suka.Tapi inget, kewajiban kamu sebagai suami harus kamu penuhi.Dan salah satunya ini,kalo suami mau pergi.HARUS IZIN DULU SAMA ISTRI." Seru rose yg menunjuk nunjuk hingga ke dada Fadil.
"****, Yaudah lu kalo mau tahu ikut aja." Fadil menarik tangan rose dan rose pun hanya bisa mengikut.
Sesampainya di depan mobil,rose menghempaskan tangan nya."lepesin,sakit tau." Ringis rose yg memegangi tangannya kesakitan karena Fadil terlalu mencengkeram nya.
"Emang kita mau ke mana sih?" Tanya nya.
"Udah jangan banyak tanya,ikut aja." Fadil membuka pintu mobil nya dan menyuruh rose masuk di kuris Depan.Dan rose pun menurut.
Saat di perjalanan,Rose terus ngomel yg membuat Fadil sedikit emosi.Tapi karena suasana hati nya yg sedang bahagia,dia pun hanya mengakacanginya.
"Ihhh kita mau ke mana sih?." Tanya rose yg merasa sudah sangat jauh perjalanan nya.Tapj nyatanya baru beberapa menit.
"Ah lu bisa diem gak sih, tenang kita udah mau sampai nih."
Dan benar saja beberapa saat kemudian mobil Fadil berhenti dia depan penjual buket bunga.Dan setelah itu pun turun di susul rose.
"Kamu ngapain sih kesini?" Tanya rose,Namun fadil tidak menghiraukan nya lalu masuk ke dalam.
"Permisi,pak saya boleh beli perlengkapan buket bunga gak?saya mau. Bikin sendiri soalnya, tenang aja gua bayar mahal kok." Pelayanan itu pun kaget, dengan kehadiran FADIL ARGANTARA di tokonya.
"Eh pak Fadil?." Tanya yg punya toko itu yg benar benar tak percaya bahwa di hadapannya adalah pak Fadil.
__ADS_1
"Hmm iyyah,saya mau beli di sini.soalnya saya gak tahu bahan nya apa aja." Seru Fadil seraya tersenyum.
"Oh gitu yah pak,baik sebentar yah pak saya ambilkan." Pemilik toko itu pun mengambil sebuah kardus yg entah apa isinya dan memberikan kepada Fadil.
"Ini pak." Seraya memberikan kardus tersebut.dan Fadil pun mengambil nya."wah makasih pak,oh iyyah ini harganya berapa yah?." Tanya Fadil.
"Eh ini gak usah pak,buat bapak saja.Bapak datang ke toko saya itu sebuah kehormatan untuk saya pak, lagian itu juga murah kok pak.Jadi bapak ambil saja." Seru pemilik toko itu,namun Fadil tetap menyodorkan uang 300 RB kepada nya.
"Nggak, saya nggak bisa Nerima ini gitu aja.masih banyak orang yg membutuhkan,dan saya masih berkecukupan kok pak.Jadi saya bayar saja yah." Pemilik toko itu pun menerima nya dengan tersenyum dia tak menyangka semua orang kaya akan bersikap sangat sombong tapi tidak Fadil.
"Kalo begitu saya berterima kasih pak." Fadil mengangguk lalu pamit kepada nya."yasudah kalo gitu saya pamit dulu. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Fadil keluar dari toko itu dan melihat rose yg terkekeh dan membuat nya bingung. "Lu kenapa kayak orang gila aja " tanya nya dengan gaya meledek
"Hmm gak." Rose memilih tak memberitahukan nya lalu menatap sebuah kardus di tangan Fadil."oh itu yg lu mau beli." Serunya.
"Iyyah " balas Fadil.
"Yuk balik,gua gak mau banyak orang yg liatin lu.secara lu kan artis." Fadil membuka pintu untuk rose,lalu menuntunnya masuk.
Di perjalan rose terus memandangi jendela mobil,dan membuat Fadil sedikit bingung.Padahal tadi dia sangat cerewet mengapa sekarang jadi bisu seperti ini?
Fadil melihat sebuah butik,lalu memberhentikan mobilnya,lalu melindungi kepala rose dengan tangannya.Karena dia yakini rose akan kejedot karena tak mengenakan sabuk pengaman.
"Bruk."
"Aduh." Rose memegangi kepalanya, tapi untung tak terlalu sakit karena Fadil menahannya.setelah itu Fadil keluar mobil tanpa berkutik,lalu masuk ke butik meninggalkan rose.Rose yg melihat itu hanya menatap sebal.
"Ih dasar cowok gila." Rose terus mengelus kepalanya.dan beberapa saat kemudian,Fadil keluar dari butik dengan membawa jaket dan topi.
"Nih." Fadil memberikan topi dan jaket itu kepada rose,dan rose pun terbelalak.Mengapa cowok ini membelikan sebuah jaket untuk nya dan sebuah topi?
"Nih pake." Fadil yg tak mendapat respon pun memakaikan langsung untuk rose.Dan rose hanya dia memerhatikan Fadil.
Setelah terpasang Fadil menatap rose yg masih diam.
"Lu kenapa sih, sakit?." Tanya nya yg sedikit khawatir namun tak di perlihatkan kepada rose
"En-eng gak.Hmm ini buat apa?." Tanya nya yg sedikit kebingungan.
"Udah pake aja, sorry gua tadi narik lu tanpa nyuruh loh siap siap,jadi lu pake itu aja dulu.Yah walaupun bukan barang branded." Jelas Fadil,yg dia yakini pasti rose tak suka memakai nya.karena secara biasa nya baju artis mahal dan branded.
"Oh gitu, emang kita mau kemana lagi?" Tanya nya
"Kita ke minimarket, temenin gua belanja buat bekal di pesawat." Rose pun hanya mengangguk mengerti.
Fadil pun kembali menjalankan mobilnya,dan keadaan pun menjadi hening kembali.fadil sedikit risih dengan keheningan,dua pun memulai percakapan.
"Hmm lu kenapa sih diem Mulu, padahal bagus tadi cerewet." Rose yg mendengar itu menatap tajam ke arah Fadil."APA KU BILANG." rose tak terima di katain cerewet.
"Ahhh ampun ah ampun,aduh sakit Cok " Fadil mengusap telinga nya yg terasa sakit akibat jeweran rose.
"Galan banget sih." Seru fadil.yg membuat rose tambah emosi.
"APA LU BILANG."
"Eh nggak nggak ada apa apa." Fadil berkidik ngeri pada kegalakan istrinya itu.
"Udah jangan marah istriku cantik.nantj nggak jadi cantik lagi loh nanti." Gombal Fadil,yg membuat wajah rose memerah.
"Apaan sih Lo." Rose terlihat kesal namun sebenarnya dia sangat salting dengan ucapan Fadil.
"Hmm oh iya, gua boleh nanyak sesuatu gak?." Tanya Fadil.
"Mau nanya apa?" Jawab rose.
"Hmm gua... penasaran sama masa lalu gua,kata papah lu Deket sama gua.Dan bahkan gua pernah ngomong sama papah pengen nikah sama lu.Tapi gua gak inget sama sekali,dan bahkan jujur gua benci sama lu." Rose sedikit kaget dengan ucapan Fadil,dia sedikit tersakiti dengan ucapan Fadil yg mengatakan bahwa dia membencinya.Tapi karena apa?
"Lu kenapa benci sama gua?." Tanya rose,yg ingin meminta penjelasan.
"Gu-gua gak tau.yg jelasnya gua gak suka sama lu,dan benci sama lu." Hancur sudah hati rose mendengar ungkapan itu,Fadil kini bukan Fadil yg di kenali dulu membuat dirinya ingin menangis namun malu pada Fadil.
"Gua juga penasaran gimana sikap gua dulu sama lu?,dan apa hubungan lu sama gua sebelumnya?." Rose menguatkan dirinya,lalu menjawab pertanyaan Fadil
"Ok kalo lu mau tau,dan gua bakal jujur sejujurnya." Seru rose.
"Kita tuh udah jadi teman sedari kamu bayi,dan pas lu udah mulai bisa main,gua selalu nemenin kamu main ke sana kemari.Kita bisa di bilang adek kakak.Tapi pas umur kamu 8 tahun kamu ke Amerika untuk tinggal selama 1 tahun tapi Mamah kamu malah meninggal dan di makamkan di sana.
Dan kamu di bawah oleh papah mu ke rumah untuk tinggal sementara,dan papah mu pergi ke Amerika mengurus perusahaan nya.Waktu itu kamu selalu memanggil mamah ku dengan sebutan mom dan menganggap nya seperti mamah mu sendiri. Dan saat kamu SMP kamu ke Amerika dan bersekolah di sana,namun hanya sebulan karena kamu sudah rindu kepada ku.Dan papah mu pun membawa kamu kembal ke Selandia,dan kembali ke Amerika saat sudah SMA."
"Truss,truss." Ucap Fadil yg masih penasaran.
"Dan saat lu pelulusan sebenarnya gua udah siap siap buat Dateng,tapi tiba tiba papah lu nelfon kalo lu kecelakaan.dan begitulah lu sekarang jadi amnesia." Jelas rose.
Fadil merenung masih banyak pertanyaan yg ada di kepalanya ini.Namun takut rose akan marah kepadanya, karena banyak bertanya. Dan rose memerhatikan nya yg masih bingung lalu rose pun memegang bahu nya,dan menyuruh untuk memberhentikan mobil sebentar.
"Dil berhenti benar yuk,gua pengen lu bisa denger penjelasan gua baik baik." Mendengar perintah rose Fadil pun memberhentikan mobil nya,lalu merubah posisi nya berhadapan dengan rose."gua masih pengen denger cerita tentang gua sebelum amnesia." Seru Fadil.
Dan rose pun mengangguk."kita udah Deket dari dulu,dan lu juga pernah ngelamar gua.Waktu itu umur gua masih 6 tahun dan lu 4 tahun,yah karena masih polos gua Nerima Nerima aja tuh lamaran." Mendengar ucapan rose yg menceritakan tentang dia yg melamar nya pun sedikit malu karena sudah terlalu berani.
"Oh gitu, truss gua sering manggil lu dengan sebutan apa?" Lanjutnya bertanya.
"Hmm,gua kasih tahu tapi lu jangan ngelak.Gua beneran jujur."
__ADS_1
Fadil mengangguk dan fokus dengan apa yg di katakan oleh rose.
"Lu sering manggil gua,yong,rosi,kakak cantik,and baby." Mendengar itu Fadil begitu kaget,mengapa dia memanggil nya baby? Apa kah mereka pernah berpacaran?
"Lu serius,gua sering manggil lu baby?" Tanya Fadil memastikan.
"Iyyyah itu panggilan terakhir lu,lu tenang aja.kita gak pernah pacaran,cuman saling manggil baby aja."ungkap rose.
Tapi Fadil masih bingung dan tak bisa mengingat apa apa.
"Terus kenapa gua bisa benci sama lu?" Lanjut nya yg masih ingin bertanya. Dan rose pun menaikkan bahu nya,yg artinya tak mengetahui nya.
"Hmm apa jangan jangan karena gua gak kenal sama lu yah? Tapi gak mungkin deh, orang lain yg gua gak kenal aja gua gak benci sama dia atau ada sesuatu yg lu gak tau? Dan bikin gua marah?" Rose mencoba mengingat sesuatu yang mungkin berhubungan dengan kebencian Fadil Pada nya. Namun tak dapat menemukan nya.
"Udah,gak usah di pikiran dulu.Nanti kita lanjut ngobrol nya."
Rose pun mengangguk dan Fadil pun menjalankan kembali mobil nya.
Di dalam mobil rose terus bengong dan membuat Fadil sedikit kasihan padanya karena harus membuat nya sperti itu.
"Hmm lu gak usah mikirin itu,nanti juga bakal ketemu kok alasannya.Gua memang benci sama lu, tapi gua juga sayang sama lu."
Deg
Hati rose tiba tiba berdegup kencang mendengar ucapan Fadil yg barusan."what,dia ngomong apa tadi?sayang?" Rose masih tak percaya dengan ucapan Fadil yg barusan.sebenar nya,andai Fadil tak lupa ingatan rose pasti hanya biasa biasa saja, karena itu adalah ungkapan Fadil setiap bertemu dengan nya.Namun sekarang dia merasa langkah untuk Fadil mengatakan nya.
"Woi." Fadil mengagetkan rosi yg melamun,baru saja dia merasa berbunga bunga dan sekarang malah di kacau kan oleh nya.
"Ih apaan sih ngagetin aja" kesal rose
"Lagian malah ngelamun." Fadil terkekeh, melihat rose yg terkaget.Rose pun memanyunkan bibirnya.
Setelah beberapa lama mobil Fadil berhenti di depan minimarket lalu mengajak rose masuk."yuk masuk."
Rose pun menurut lalu turun ke mobil.
Fadil mengambil sebuah masker dan mengehentikan rose lalu memakainya yg membuat rose hanya diam dan mematung.
"Nah udah,kamu tuh selebriti yang harus di lindungi dari fans Indonesia yg bakal ngejar ngejar kamu." Ucap Fadil seraya menepuk nepuk kepala rose,yg membuat rose tersipu.
"Yaudah yuk." Fadil pun menarik tangan rose.saat Fadil menarik tangannya dia memerhatikan masker yg berada di tangan Fadil."tuh masker kok gak kamu pake?" Tanya nya.
Fadil pun melirik masker yg berada di tangan nya."oh ini,ini buat aku pake nanti di bandara" Jawab nya.rose pun hanya mengangguk,lalu mereka melanjutkan langkahnya.
Di dalam minimarket banyak sekali yg memandangi Fadil dan saling berbisik."ehh lihat deh itu kam Fadil, CEO mudah itu lih yg terkenal.Aaaah ganteng banget." Ucap para karyawan di sana.
Rose yg mendengar itu risih,lalu mengambil masker milik Fadil yg tadi dan memakaikan nya."pake." Fadil mengedipkan matanya heran, mengapa gadis ini menjadi marah lalu menyuruh nya memakai masker?dan si saat dia memperhatikan sekitar ternyata para gadis melihatinya dan sadar bahwa istri nya sedang cemburu.
"Oh...kirain apaan." Seru Fadil sambil mencubit pipi rose walau pun masih berbalut masker.Yg membuat rose sedikit kesal padanya.
"Udah gak usah cemburu,itu cuman fans kok.pemenangnya tetap Istri ku." Mendengar ucapan itu rose teringat sesuatu.Dia pernah mengatakan itu pada Fadil dan seingat nya itu adalah saat dia ke Amerika sebelum kecelakaan Fadil terakhir kali.Yang mungkin berhubungan dengan kebencian Fadil padanya.
Setelah itu mereka pun melanjutkan belanjanya dan setelah berbelanja mereka pun ke kasir.Namun rose menghalangi nya dan mengatakan."udah biar aku aja yg bayar." Ucap rose.
Tapi Fadil tidak mau,dan tetap ingin ke kasir."Gak,gua aja yg bayar." Seru Fadil. Rose pun menginjak kaki Fadil yg membuatnya kesakitan."aduh!!.sakit sayang." Tanpa sadar Fadil mengatakan itu pada rose,yg membuat rose mengedipkan matanya dan heran dengan ucapan Fadil.
"Hah? ngomong apa tadi?" Fadil jadi diam dan malu dengan ucapan nya.
"Hmm nggak,gua tadi gak ngomong apa apa." Seru Fadil mengelak.
"Am yaudah lu aja yg ke sana bayar, tapi pake duit gua." Fadil pun menyerahkan black card nya pada rose.Dan rose pun mengambilnya.dia paham bahwa tadi Fadil tak sadar mengucapkan itu,yg membuat dia sedikit kecewa.
Setelah membayar Fadil pun di tarik oleh rose,dan menyuruh nya membawa barang belanjaan yg telah mereka beli."nih bawa,berat soalnya." Ucap nya seraya memberikan barang barang tersebut.
Setelah itu Fadil pun memasukkan belanjanya."yuk pulang."
Ajak Fadil,dan rose pun mengangguk lalu masuk ke mobil.
Di perjalanan entah mengapa Fadil merasakan sesuatu yg aneh padanya, dirinya seakan tak bisa dia kontrol dan selalu menatap rose dengan gelisah.Dan rose pun menyadari itu dan menanyakan nya.
"Kamu kenapa?" Tanya rose.Fadil pun hanya menggelengkan kepalanya.Namun rose memegang bahunya yg membuat Fadil menghentikan mobilnya di sebuah taman.
"Hmm yuk turun" ajak Fadil,dan rose hanya diam dan menuruti perintah suaminya itu.
Fadil menarik tangan rose dan menyuruh nya duduk di kursi taman tersebut.setelah itu dia merebahkan tubuhnya di kursi dengan paha rose yg menjadi bantalan nya.Dan rose pun hanya dia,dan membiarkan Fadil berbaring. Entah mengapa rose merasa Fadil sangat lah aneh,dia seperti mempunyai dua sisi dan menyulitkan nya untuk merespon tingkah nya antara marah dan prihatin kepada nya.
"Yong." Panggil Fadil,yg membuat rose tertegun.
"Hmm ya-yah?" Jawabnya.Dia tahu ketika Fadil seperti ini, biasanya Fadil banyak pikiran yg membuat nya pusing dan ingin istirahat seperti sekarang ini.
"Aku...aku." Tiba tiba Fadil menarik,kepala rose turun yg membuat mata mereka hanya berjarak 1 senti.
"Yong,I miss your " seru Fadil dengan suara serak.Ingin rasanya rose menangis pada saat itu,yg melihat Fadil sangat sangat terpukul dengan keadaan yg dia rasakan.Ingatan yg hilang kini membuat nya menjadi dua sisi.
"Hmm yah aku juga." Balas rose dan setelah itu Fadil menutup matanya.
***
Sekarang waktu sudah pukul 3 sore,rose pun membangun kan Fadil yg tertidur di pahanya selama 1 jam.Dan membuat kaki rose kesemutan.
Setelah Fadil bangun, mereka pun beranjak pulang.Dan di sepanjang perjalanan Fadil hanya diam dan tak berbicara kepada nya. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah Fadil dan turun dari mobil.Namun anehnya Fadil langsung turun dari mobil dan tak membukakan nya pintu dan bahkan belanjaan mereka tak dia ambil.
Karena merasa barang belanjaan sangat lah berat,dia pun memanggil supir mobil Fadil untuk membawa belanjaan nya masuk.
Rose menaiki tangga menuju kamar Fadil yg berada di atas lantai 2 rumah nya,dan melihat Fadil yg berbaring di kasur nya.
__ADS_1
Dia tak ingin mengganggu nya dan memilih untuk mandi saja, karena sebentar mereka akan berangkat ke bandara.
Setelah rose mandi dia pun keluar,dan tiba-tiba.