INGATAN YANG HILANG

INGATAN YANG HILANG
Membeli perusahaan YG


__ADS_3

Fadil menghempaskan tangan lelaki paruh baya itu dengan kasar."sekarang bawa aku dihadapan bos mu." kata Fadil yg ingin naik pitam.


Lelaki paruh baya itu tampak tersenyum smirk."heh pemuda ini ingin cari mati sendiri." kata lelaki paruh baya itu dalam hati.


"baiklah aku akan membawa mu." Kata lelaki paruh baya itu dan menuntut Fadil ke sebuah ruangan bagian atas.sesampainya di sana Fadil masuk keruangan itu bersama lelaki paruh baya tadi.Dan di dalam tampak seorang lelaki paruh baya dengan kacamata memerhatikan mereka dengan wajah bingung.


"Apa yg kalian masuk ke ruangan ku?." Tanya lelaki paruh baya itu dengan wajah kesal."bos.anak ini ingin menemui mu." Jawab lelaki paruh baya yg bersama Fadil.


"ingin menemui ku? siapa nama mu nak?" tanya lelaki paruh baya itu yg di panggil dengan sebutan bos.Fadil tak menjawab dan memilih membuka identitas aslinya.


Dia membuka masker nya,dan terlihat wajah dingin penuh amarah.Lelaki yg tadi di panggil bisa tampak gemetar setelah tahu siapa yg kini berhadapan dengan nya.


"Tu tu tuang argantara?" kata lelaki itu kaget.Fadil pun duduk berhadapan dengan nya.dan menatap tajam ke arah lelaki paruh baya yg berada di hadapannya.


"Aku ingin konser Pinkwhite di batalkan." kata Fadil to the points."Ta tapi, pak.kami akan rugi besar.dan juga akan ada dampak besar di dalam nya jika konsernya di batalkan." kata lelaki itu sesopan mungkin.


"Aku tak ingin dengar penjelasan mu." Kata Fadil dingin."Baik jika kau tak ingin membatalkan nya," Fadil mengantungkan kata kata nya, lalu menyuruh seseorang di balik pintu untuk masuk.


Setibanya itu tampak seorang lelaki berumur 30 an memegang sebuah berkas dan entah itu apa.


"ini tuan." Kata lelaki yg membawa map tersebut dan memberinya kepada Fadil."terimakasih." kata Fadil mengambil berkas itu.


"Ini,tanda tangani saja." kata Fadil dingin.lelaki yg berada di hadapannya pun menggigil dia tahu,apa yg dia hadapi sekarang, karena dia cukup mengenal sepak terjang pemuda di hadapannya itu.


Dia kaget saat membaca isi teks di berkas itu,lalu menatap Fadil yg seperti ingin meminta pengakuan.Dan tampak Fadil hanya mengangguk.


"Ini...bukannya sangat berlebihan tuan muda?." kata lelaki itu tak percaya dengan apa yg dia baca.Di dalam teks tersebut tertulis bahwa ia harus memberikan perusahaan YG entertainment tapi dengan catatan hanya member Pinkwhite yg tinggal dan baby golf,dan beserta pengurus nya seperti manager dan anggota dans.


Tapi dia akan mendapatkan perusahaan yg baru Fadil bangun dengan alat yg lengkap sama seperti di YG entertainment dan hanya berbeda sedikit,dan tidak hanya itu.Fadil tetap akan membeli perusahaannya dengan harga yang setara 100% saham.Padahal saham yg dimiliki CEO hanya 60%.


"Baiklah saya akan menyetujui permintaan anda, tetapi saya harus mengadakan rapat dengan pemegang saham dan direktur lainnya." kata lelaki itu menerima permintaan Fadil.

__ADS_1


"tidak perlu, semua saham sudah menjadi milikku." kata Fadil lalu memperlihatkan bukti nya."ini...?"


"yah saya sudah membeli saham 40% yg terpecah jauh hari sebelum saya datang." kata Fadil menjelaskan.


"baik kalo begitu sudah tak ada alasan untuk saya menolak kerja sama ini." kata lelaki itu dan meminta berjabat tangan.dan mereka pun saling berjabat tangan.


...****************...


Di ruang istirahat Pinkwhite,rose tampak berbaring lemah.karena kakinya masih terasa sakit dan sulit untuk bergerak.Dia mencoba untuk tidur tapi tak bisa, karena dia terus memikirkan suaminya yg tadi pergi entah kemana.


"huh.... kemana dia?apa dia lakukan bersama bos?." gumam rose.tapi lama kelamaan dirinya pun mulai terlelap dan tidur pulas.


beberapa jam kemudian, tampak seorang pemuda berambut gondrong tengah berjalan menuju kamar atau ruang istirahat yg tempati rose.


ketika sampai dia masuk ke dalam dan melihat sang istri tengah tertidur lelap.Dia mendekat dan mencium kening nya dengan lembut.lalu memijat kakinya dengan perlahan.


Di saat dia memijat terlihat seorang gadis mengintip dan melihat nya sedang memijat kaki rose.Dia tampak kagum melihatnya memijat rose.


"Nini...!" Panggil seorang gadis poni berjalan ke arahnya.


"susstt.jangan berisik." ucap Nini yang tak mau menganggu Fadil yang tengah memijat kaki rose.


"Ada apa?" Tanya gadis itu yg ternyata adalah Lili."itu kau lihat saja sendiri." ucap Jennie memperlihatkan Fadil yg tengah memijat rose.


"wihh rajin banget tuh asistennya rose." ucap Lili memuji."HM iyyah gua jadi pengen punya asisten pribadi juga,tapi kayak dia."tambah Nini.


"yaudah yuk kita pergi aja." ajak Nini."HM yaudah yuk." ucap Lili ikut.


Beberapa saat kemudian samar samar Rose membuka matanya dan melihat sekeliling.Dia melihat Fadil yg tengah tertidur duduk di bawah nya.


"Fadil?" ucap Rose lalu dia pun mencoba untuk duduk tapi tiba tiba....

__ADS_1


"Rose?kau sudah bangun?." ucap Fadil yg kaget.lalu berdiri dan menyuruh Rose agar tidak bangun dulu."kau istirahat saja dulu, jangan banyak bergerak." ucap nya khawatir.


"hmm tidak,aku sudah baik baik saja.oh iyyah sekarang sudah pukul berapa?." tanya Rose.


"sekarang sudah pukul 15:48.ada apa?." Tanya Fadil bingung,mengapa rose bertanya.


"Bagus!kita masih punya waktu untuk konser." ucap rose bersemangat."apa konser?tidak tidak.kau harus istirahat.konser nya akan aku batalkan.


"jangan....aku mau konser." ucap Rose sedih dan sedikit manja."plisss aku mau konser.... lihat kaki ku baik baik saja." ucap Rose lalu berdiri dan melompat lompat.


"huh...kau yah.sangat keras kepala." ucap Fadil lalu berniat pergi.tetapi di tarik oleh Rose."sayang...aku ingin konser..." ucap Rose lagi membujuk dengan manja nya.Fadil yang tak bisa menahan wajah imut rose memelas akhirnya mengangguk dan memeluk istrinya.


"baiklah...tapi kau tak boleh terlalu brutal nantinya.ok." ucap Fadil lalu mencium kening rose.dan rose 0un mengangguk dan tersenyum manis.


"yasudah kau siap siap,aku akan memberitahukan yang lain." ucap Fadil lalu melangkah pergi.


Fadil mengumpulkan para manajer dan berdiskusi di sebuah ruangan."Konser akan kembali kita gelar.dan tak ada yg bisa menolak atau berbagai alasan." ucap Fadil tegas.


"tapi pak, persiapan belum selesai,dan Waktu sudah sangat sedikit."ucap salah seorang manajer.Fadil tersenyum.


"Siapa yang mengatakan persiapan belum selesai.bahkan aku kemari persiapan nya sudah selesai."ucap Fadil ringan.


"Apa benar?pak?tapi bagaimana bisa." ucap Manajer itu lagi heran.Lalu Fadil pun berdiri dan memperlihatkan panggung dan segala nya yg telah selesai di lakukan dan terlihat penonton yg sudah menunggu konser itu.


Semua orang yg berada di ruangan itu tercengang bagaimana bisa seperti itu? lalu Fadil pun menjelaskan nya secara ditail.


"ini semua di lakukan oleh robot,tak ada yg mungkin bagi mereka untuk melakukan nya di waktu yg mepet ini, bahkan semua member telah siap penampilan nya sekarang.Jadi hanya tinggal kita yg beraksi.jadi harap semua nya bersiap kita akan menuju lokasi." ucap Fadil lalu semua orang pun menunduk dan menjawab serentak.


"


"SIAP PAK." Ucap para manajer di ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2