INGATAN YANG HILANG

INGATAN YANG HILANG
Fadil hilang


__ADS_3

Seorang pemuda tampan kini berjalan di samping gadis cantik dan membawakan barang-barangnya. Dia berjalan sambil teleponan dan entah siapa yang di telpon.


"Yah. Baiklah, aku akan ke sana." Di mengakhiri pembicaraan nya itu, lalu mematikan sambungan telepon nya. "Rose... Aku ingin pergi sebentar, kau berangkat duluan saja. Ada sesuatu yang harus aku urus." Ujar pemuda itu pada gadis di sampingnya.


"Urusan apa? Apakah sangat penting?" Tanya gadis itu yang ternyata adalah Rose. "Emm yah, aku hampir kehilangan saham ku di perusahaan BRC bagian barat. Jadi aku harus ke sana." Jawab pemuda itu berbisik, karena tak ingin identitas nya terbongkar.


"Oh.... Yasudah." Balas Rose yang sedikit kesal, karena di tinggal. Tapi dia juga paham, suaminya itu sedang dalam kesulitan. "Ayolah... kau jangan sedih. Aku nanti akan membelikan mu makanan terfavorit di Indonesia."


"Oh yah? Ok kita setuju. Kau harus menyusul cepat ok." Seru Rose senang. "Yah aku akan cepat-cepat." Fadil melihat sekeliling dan dengan sigap mencium kening Rose saat tak ada memperhatikannya.


"Huh! Dasar! Bagaimana jika ketahuan?" Seru Rose kesal, tapi juga senang. "Hehe tak akan kok, aku akan menyuruh anak buah ku. Jika ada yang tak sengaja merekam atau memfotonya." Ucap Fadil lalu pergi meninggalkan Rose.


"Rose... Hyun ingin kemana?" Tanya Lili yang tiba-tiba berada di samping Rose. "Ah... aku melupakan sesuatu di hotel, jadi aku menyuruhnya untuk mengambil nya. Dia akan menyusul." Ucap Rose membohongi Lili.


"Oh gitu... " Lili mengangguk paham. "Hehe Iyah, yasudah ayo kita jalan cepat, nanti ketinggalan." Seru Rose berjalan cepat, agar Lili tak mengingat nya lagi.


Di perusahaan Fadil. "Fadil..! Bagaimana ini?" Ucap seorang pemuda dengan wajah khawatir. "Kau tenang... Tak ada yang boleh menyentuh barang ku. Jika mereka berani, maka harus mati." Seru Fadil dengan wajah dingin.


Dia lalu duduk di kursi kebesarannya dan mengotak-atik komputer nya. Melawan hacker yang ingin membobol sistem keamanan perusahaan nya. "Semut-semut kecil yang sangat menganggu." Gumam Fadil lalu menekan tombol enter.


"Selesai." Seru Fadil tersenyum. "Jerry, aku sudah merusak komputer mereka dan juga menemukan titik koordinat nya. Segera suruh anak buah mu mencari nya. Mereka harus mati dengan sangat sengsara."


"Baik Tuan." Balas Jerry yang berdiri gemetar, karena hawa membunuh Fadil. Jerry cepat-cepat keluar dari ruangan Fadil dan mencari anak buahnya.


"Heh! Hacker pemula saja ingin membobol perusahaan ku. Memang pantas Mati." Gumam Fadil meremas most di tangan nya hingga hancur.

__ADS_1


...****************...


Kini member PINKWHITE telah sampai di bandara Soekarno Hatta, di Indonesia. Mereka akan berada di sana selama 2 hari. Karena masih ada jadwal konser di negara lainnya.


"Huh~ Akhirnya kita bisa turun dari pesawat. Aku sangat lelah." Seru Nini meregangkan otot tubuhnya. "Iyyah, aku juga pegal duduk berjam-jam." Ujar Lili yang juga pegal.


"Rose! Apakah Hyun sudah sampai?" Tanya Yisoo dengan wajah tegang. "Belum. Memangnya kenapa?" Tanya Rose.


"Ada berita terbaru saat ini. Pesawat menuju Indonesia dari Amerika jatuh dan belum di ketahui keberadaan nya."


"Apa??" Rosé sangat kaget dan merasakan lemas di sekujur tubuhnya. Dia langsung membuka handphone nya dan melihat nama pesawat yang di naiki Fadil. Karena tadi dia sempat memfotonya kalo dia sudah akan menyusul.


"Yisoo... Apa nama pesawat nya?" Tanya Rose dengan wajah pucat. "Namanya Emirates. Terbang sekitar 30 menit yang lalu." Jawab Yisoo yang membaca artikel berita terkait pesawat yang jatuh itu.


Rose yang mendengar jawaban Yisoo langsung tersungkur. Apa yang dikatakan Yisoo sama dengan yang di foto oleh Fadil. Pesawat Emirates, dia juga mengirimkan pesan sekitar 30 menit yang lalu.


"Hiks-hiks. Mengapa dia tadi pergi? Seharusnya ini takkan terjadi. Aku seharusnya menahannya saja." Seru Rose yang menangis tersedu-sedu di samping Yisoo.


"Kau tenanglah... Sebaiknya kau menelfon Hyun dan bertahan apa dia baik-baik saja." Ucap Yisoo menenangkannya. "Aku tak berani... huhuhu," Rose tak kuat lagi menahan nya, dia benar-benar sangat terpukul.


"Baiklah. Biar aku yang menelponnya." Yisoo mengambil handphone Rose dan mencari nama kontak Hyun yang sebenarnya adalah Fadil. "Rose. Tak ada nama Hyun di sini. Siapa nama nya di kontak mu?" Tanya Yisoo.


"hiks-hiks, namanya..." Rose teringat, bahwa dia menyimpan kontak Fadil dengan nama Fadil dengan emoji love. "Emm... sini biar aku yang mencarinya." Ia mengambil handphone nya dan mengganti nama kontak Fadil menjadi asisten.


"Ini. kau telpon dia, aku tak berani mendengar nya." Ucap Rose menutupi telinga nya. Yisoo pun mengangguk dan menekan tombol call.

__ADS_1


"Halo?" Ucap Fadil yang sedang mengangkat telepon. "Hello Hyun, apa kau baik-baik saja?" Tanya Yisoo. "Hah... Apa yang kau katakan? Halo? halo...? Fadil tak mendengar suara Yisoo karena jaringan di pesawat sedang tidak bagus.


"Halo... Hyun apa kau baik-baik saja?" Tanya Yisoo lagi. Tapi yang terdengar hanya suara rusak seperti tidak beraturan dan setelah itu sambungan telepon nya mati.


Huh~ Nanti aku akan menelpon nya kembali. Seharusnya aku tadi menggunakan pesawat Emirates. Sudahlah, lebih baik tidur. Sebentar lagi akan sampai." Ucap Fadil lalu meletakkan handphone nya dan tidur.


"Ada apa? Mengapa dia tak menjawab?" Tanya Rose yang benar-benar sangat khawatir. "Hmm entahlah, suara nya tak jelas lalu telepon nya mati."


"Apa?? Jadi... dia benar-benar..... Hiks-hiks." Rose kembali tersedu-sedu mengira kalau Fadil kenapa-kenapa. "Aku belum siap menjanda Fadil!" Ucap Rose dalam hati.


Kini mereka sudah sampai di hotel mereka. Dan Rose dengan wajah murung masuk kedalam kamar nya. Menghiraukan Nini dan Lili yang sedang makan hamburger.


"Dia... kenapa?" Tanya Nini melihat wajah murung Rose yang tak seperti biasanya. "Itu, asistennya mengalami kecelakaan." Ucap Yisoo yang masuk.


"Apa? Hyun asisten pribadi Rose? Dia kecelakaan apa?" Tanya Lili kaget. "Kecelakaan pesawat." Jawab Yisoo yang membuat mereka berdua benar-benar kaget.


"Astaga... kasihan sekali." Seru Lili. "Hmm. Tapi mengapa wajah Rose, benar-benar sangat pucat. Padahal kan hanya asisten pribadi nya, bukan keluarga nya. Mengapa sampai segitunya." Ucap Nini dalam hati curiga.


"Yah, Rose langsung tersungkur mendengar berita nya. Dia sepertinya sangat terpukul." Ucap Yisoo. "Yah kau benar. Semoga Hyun baik-baik saja." Ucap Nini.


"Fadil... kamu di mana?" Gumam Rose yang belum berhenti menangis.


"Ah!" Fadil kaget dan tiba-tiba terbangun dari tidurnya. "Ada apa ini? mengapa aku melihat Rose menangis? Huh~ Mimpi yang sangat menyebalkan. Jangan kan mimpi, lihat langsung saja hati ku seperti di cincang habis." Gumam Fadil lalu membuka Handphone nya dan melihat jaringan yang masih hilang.


"Jaringan nya belum bagus. Huh~ Istri kecil ku, jangan menangis. Aku akan segera datang." Ucap Fadil yang meneteskan air matanya entah karena apa.

__ADS_1


"Fadil? Aku... mengapa mendengar suara Fadil? Apa itu benar-benar suaranya?" Gumam Rose kaget lalu menyeka air matanya.


"Aku mendengar nya mengatakan jangan menangis. Apa dia benar-benar masih hidup? Hiks-hiks kembali lah cepat." Ucap Rose yang menangis lagi.


__ADS_2