INGATAN YANG HILANG

INGATAN YANG HILANG
MALAM PERTAMA YG TAK DI INGINKAN


__ADS_3

Keheningan malam yg sunyi,dua insan yg saling berlabuh dengan Susana yg kasmaran.Fadil tak berhenti mengayunkan dirinya,di atas tubuh rose.Kenikmatan duniawi yg tak bisa membuat mereka berhenti.


Mereka dalam keadaan yg tak sadar, melakukan hal yg tak pernah mereka ingin lakukan.Namun karena orang tua nya yg memaksa mereka pun tak bisa melakukan apa apa.


Flashback ketika mereka memulai nya


"Rose mengapa aku mau melakukannya?." Tanya Fadil yg kini tak sadarkan diri. Dia mulai mendekatkan tubuhnya ke arah rose lalu mengecup bibir mungil rose dengan lidah yg saling beradu.suara ******* rose mulai terdengar saat Fadil mulai menelusuri lehernya dengan menjilati nya.sedikit demi sedikit Fadil mulai membuka kancing baju tidur rose.begitu pun dengan rose yg melakukan hal yg sama.


Gundukan yg terlihat sangat menggoda itu,tanpa ragu Fadil langsung menjilati nya yg membuat ******* rose kian menjadi.


"Uhh...uhh.fadil itu sangat ge*i." Fadil yg mendengar de*ahan rose itu malah tambah menggila.Dia mulai duduk dan membuka ce*ana milik rose,dan membuka celananya juga.setelah t*buh mereka yg sudah tak berbalut benang sedikit pun itu ingin memulai penyatuan yg akan sangat n*kmat.


Namun sebelum memasuki lubang yg sangat menggoda itu, Fadil menaikkan t*buh nya sejajar dengan tubuh rose lalu membisikkannya."Tenang sayang,ini akan sedikit menyakitkan." Setelah itu Fadil mengecup b*bir rose agar tak terlalu merasakan sakit dari sensasi penyatuan itu.


Namun karena penyatuan itu yg sangat menyakitkan.rose pun mengigit bibir Fadil. "Ahh sakit." Rose sangat kesakitan akibat ulah Fadil itu


"Sabar Sayang, sebentar lagi akan menjadi n*kmat.l*bang mu terlalu sempit untuk junior ku ini." Bisik Fadil.


Fadil pun mulai menggoyangkan nya,dan membuat rose merasakan sakit namun sangat n*kmat.


"Ah,ah,ah,ah,ahhhhh ah ahaahhh"begitu lah d*s*han yg terus meluncur dari bibir rose, dengan n*kmat duniawi itu.


Setelah 3 jam melakukan aktivitas yg melelahkan itu,rose memeluk suaminya."berhenti,aku sudah lelah untuk melanjutkannya." Fadil pun menurut lalu memilih memeluknya.


"Baiklah."


Tak di duga, ternyata para orang tua menunggu mereka selesai melakukan nya.karena sudah mendengar tak ada suara ******* lagi, mereka pun masuk dengan melihat mereka yg sudah tertidur dengan selimut yg menutupinya.


Papah Fadil pun mengambil selimut di sofa Fadil,lalu menyelimuti tubuh anak nya.tapi karena lampu yg mati kepala Fadil pun kejedot sofa yg membuat papah nya kaget


"Eh astaga, sorry Dil papah GK sengaja." Bisik nya, setelah itu Fadil pun di baring kan dan papah nya memakaikan pakaian untuk fadil.setelah selesai,kini giliran mamah rose yg masuk ke kamar dan 2 pria itu pun keluar, papah Fadil dan papah rose.


Mamah rose juga melakukan hal yg sama, yaitu memakai kan pakaian rose.Agar mereka ketika bangun tak menyadari jika telah melakukan hal tersebut.


Karena jika mereka tahu, mereka akan sangat sangat marah.Dan mungkin akan melakukan hal yg sangat berbahaya untuk pernikahan mereka,yg lebih parah adalah Fadil yg kini dalam keadaan 2 sisi, bagaimana tidak akibat kecelakaan yg menimpanya terkadang dia akan bersifat dirinya dulu,dan terkadang akan bersifat emosional yg merupakan sifat akibat pikiran nya kadang memanas Secara tiba tiba.

__ADS_1


***


Keesokkan harinya, matahari yg sudah terbit itu.Mulai menerangi kamar Fadil dan mengenai wajah nya yg dekat dengan jendela.


"Huaaam" Fadil terbangun duluan,lalu melihat wajah rose yg masih terlelap.Dia merasakan hal yg aneh pada tubuhnya dan ketika membuka selimutnya benar saja junior nya kini menonjol ke atas.


"Sialan nih burung terkutuk,kok dirinya tinggi amat gak kyk biasanya." Fadil cukup heran, karena memang sih wajar nya junior nya akan bangun saat pagi namun ini sedikit berbeda.


Fadil tak mempedulikan nya lalu bangun dan beranjak ke kamar mandi.Saat dia ingin menyikat gigi,tiba tiba dia melihat bibir nya yg terluka akibat gigitan rose semalam. "Loh,kok bibir gua luka " seraya memeriksa bibir nya,dia menyadari bahwa ini adalah hasil gigitan. "Hmm mungkin gua ngigo kali yah,terus gigit bibir gua." Namun tiba-tiba Fadil teringat dengan mimpinya semalam."Eh entar,kok di mimpi gua kyk sama yah?kan semalam gua mimpi nganu nih, malah nganu nya sana rose lagi.Truss dia malah gigit bibir gua,apa mimpi gua kenyataan yah?. Tapi nama mungkin juga sih,kalo emang nyata.kok gua pake baju sih?." Pikiran Fadil ke mana mana,dia tidak ingat apapun dengan kejadian semalam dan hanya menyangkal sebuah mimpi.


"Argh" Fadil berteriak pusing,dia mencoba coba mengingat terakhir dia melakukan sesuatu tadi malam.


"Bentar, semalem gua kan minum nih, minum air yg di kasih rose.Truss gua ngerasa panas abis itu cari remote AC abis itu apa yah?" Fadil mencoba mencari ingatan nya yg hilang,namun tak menemukan nya."Ah bodo amat ah."


Selesai mandi dia keluar dari kamar mandi dan bertubrukan dengan rose."aduh, sakit." Ringis rose yg merasa sakit akibat menabrak kepala Fadil,dan begitu pun juga dengan Fadil yg merasa kesakitan.


"Lu kalo jalan jalan liat, ngapain sih lu jalan pake nunduk lagi."


Rose mendongak ke atas."eh lu yg jalan pake mata,keramas rambut pake handuk tuh duduk gak jalan." Karena tak ada yg merasa bersalah satu sama lain, mereka pun sama sama mengalah dan menghindar.


Rose membuka baju nya dan melihat ke cermin, dan betapa kagetnya dia melihat tubuh nya yg mempunyai bekas kepemilikan di lehernya."wahtssss?." Teriak Rose lalu refleks menutup mulutnya."Upas."Dia mendekat leher nya ke arah cermin dengan mengamati dengan jelas."oh my god,ini apaan?." Rose yg masih polos itu hanya positif thinking saja dan mengira itu hanya biang keringat, lalu memilih memberikan salap .


Setelah mandi dia keluar lalu, mengenakan bajunya dan setelah itu ke kasur nya dan berniat merapikan nya yg sangat berantakan akibat aktivitas tadi malam yg rose tidak ketahui.


"Nih tempat tidur,kok kyk di gusur aja.persaan gua tidur nya diem diem aja kalo tidur." Rose bingung dengan tempat tidurnya sangat berantakan,dan di sela sela dia membersihkan nya.mata nya terhenti dengan bercak darah yg ada di atas kasur. Dan tiba tiba Fadil juga masuk ke dalam dengan,sebuah tisu basah di tangannya.dia mengehentikan langkah nya lalu menatap rose yg juga menatap nya dengan bingung.


"Lu kenapa liatin gua kayak gitu?." Tanya nya


"Gua yg mau nanya tuh di tangan lu buat apa." Rose pun juga bertanya balik dengan tisu basah yg berada di tangan Fadil.


"Ohh ini,ini tuh buat bersihin darah lu tuh.Lain kali kalo PMS jangan lupa pake pembalut,tuh liet kasur gua jadi kotorkan."


Mata rose terbelalak mendengar ucapan Fadil,dia gak nyangka suaminya cukup dewasa dan tak jijik sama sekali.Tapi yg lebih mengherankan, rose merasa dia tidak sedang PMS lah darah apa yg ada di kasur nya?.


"Oh gitu, yaudah sini biar gua aja yg bersihin."Rose pun mengambil tisu basah yg berada di tangan Fadil.Dan fadil hanya memerhatikan rose yg membersihkan bercak darah itu.

__ADS_1


Namun matanya tiba tiba terhenti dengan bekas merah di leher rose yg masih terlihat walau sudah di berikan salap.


"Loh kok ada bekas merah sih di lehernya?apa benar yah mimpi ku memang nyata?, nggak aku harus bertanya sama dia dulu." Pertanyaan terus bermunculan di benak fadil, dan Fadil pun memberanikan diri untuk bertanya langsung pada rose.


"Hmm rosi." Rose menghentikan tangan nya lalu berbalik ke arah Fadil, panggilan yg dulu sering di ucapkan fadil padanya kini terdengar lagi."i-iyyah?." Jawabnya sedikit berkedip.


"Hmm gua boleh nanya gak?." Fadil sedikit ragu untuk bertanya karena takut rose akan marah kepada nya.


"Hm boleh." Fadil yg merasa suasana hati rose sedang baik,pun memberanikan untuk bertanya."i-itu yg merah merah di leher kamu apa?" Rose sontak kaget,dia kira salap nya akan menutupi nya, tapi tidak apa toh hanya biang keringat saja pikirnya."oh ini,ini cuman biang keringat doang."seraya menunjuk bekas merah di lehernya yg nyata nya adalah bekas gigitan Fadil semalam.Fadil pun hanya mengangguk, karena pikirannya itu memang wajar rose terkena biang keringat karena hawa yg semalam sangat lah panas,ingat nya.Padahal hawa panas yg mereka rasakan adalah efek dari obat perangsang.


Setelah rose membersihkan bercak darah itu, mamah rose memanggil mereka berdua untuk turun dan makan bersama.


Dan mereka pun turun menuruti perintah mamah rose.


Di tempat makan,para orang tua sedang berbisik bisik yg membuat Fadil dan rose sedikit risih karena penasaran apa yg mereka bisikan.Namun saat bertanya mereka pun di marahi mati mati an.


"Cihh dasar."umpat Fadil dalam hati lalu beranjak pergi dari tempat makan karena kesal,dan rose hanya memerhatikan nya keluar lalu melanjutkan makannya.Di sela sela dia makan orang tua nya pun bertanya kepadanya tentang bekas merah di lehernya,yg sengaja memancing apakah mereka mengingat kejadian semalam atau tidak.


"Rose!! Apa itu yg ada di leher mu?." Tanya ibu rose.


"Iyah rose apa yg merah merah di leher mu itu."lanjut papa nya.


"Hmm ini hanya biang keringat mungkin, karena hawa kamar Fadil semalam sangat lah panas." Tak di sangka rose juga mengingat apa yg di ingat oleh Fadil namun tidak sampai ke adegan Fadil ke ranjangnya.


"Oh gitu yah, yaudah jangan lupa kasih salep biar cepet sembuh." Seru ibunya yg sedang menahan tawa, karena kepolosan anaknya itu.sebenarnya rose juga sedikit curiga karena bercak darah itu,dan lehernya yg ada bekas gigitan namun tak terlalu kentara.dan rose pun hanya positif thinking saja karena Fadil juga tak bersikap aneh padanya,dan baju nya masih terpasang rapi saat dia terbangun.


Setelah makan dia memilih keluar berjalan ke taman rumah Fadil, dan melihat Fadil yg sedang memetik bunga mawar yg banyak.Dia mengira Fadil akan memberikan nya, namun dia elakkan karena mana mungkin Fadil memberikan untuk nya?.


Setelah merasa cukup banyak Fadil ingin beranjak masuk ke rumah nya,namun saat berbalik dia melihat rose yg berdiri dan tengah memandangi nya dan dia pun menghampirinya.


"Lu ngapain di sini?" Tanya dengan menaikkan alisnya sebelah .


"Emang kenal kalo gua ke sini?." Balas nya dengan memutar bola matanya malas.


"Yah gak papah,nih buat lu." Rose sedikit menganga, ternyata pikiran nya benar adanya.walau hanya di berikan satu tangkai saja, rose merasa salah tingkah."Ma-makasih " balasannya seraya mengambil setangkai mawar yg di berikan oleh Fadil.

__ADS_1


Setelah itu Fadil pun masuk ke rumah dan meninggalkan rose di taman yg dengan wajah yg memerah.


__ADS_2