
Kring..."
"kring..."
handphone Fadil berbunyi,dan tertera nama kontak yg menghubungi nya yaitu sahabat nya jerry
"yah...halo jerr?" ucap Fadil dengan nada lesuh karena sangat letih harus melakukan penerbangan 2 kali.
"Hai Dil,kamu lagi dimana?" tanya seorang lelaki di seberang sana.
"aku lagi terbang." jawab Fadil singkat.
"hah...terbang?, terbang gimana maksudnya?," tanya Jerry yg bingung,apa maksud sahabat nya itu.
"astaga jerr,aku sedang berada di pesawat makanya terbang." jawab Fadil dengan nada sinis.
"ohh...kirain beneran pengen terbang kayak pahlawan hahah..."
"huh dasar,otak mu masih seperti anak kecil.sudah sudah,ada apa kau menelfon ku?," tanya Fadil
"hmm ini tentang yang kau suruh kan tentang kemarin,kau menyuruh ku untuk mencari rekaman CCTV 2 tahun lalu, tepatnya di bulan Maret tanggal 27." kata Jerry.
"hmm Iyah,apa kau sudah menemukannya?," tanya Fadil yg mulai serius.
"hmm,aku melihat di sini semuanya telah di hapus pada bulan itu.dan kata penjaga nya kau yg menghapusnya namun memindahkan nya ke sebuah flashdisk." ucap Jerry.
"hmm,mengapa aku tak mengingat nya yah.?" ucap Fadil dengan mengerutkan keningnya.
"hmm ntahlah,kau ingat dimana kau menyimpan nya?," ucap Jerry,karena dia sudah mencari di ruangan CCTV namun tak dapat menemukan nya.
"aku...aku sama sekali tak mengira nya.coba kau tanyakan pada penjaga warna apa flashdisk itu?" ucap Fadil seraya mencoba mengingat kejadian 2 tahun lalu.
"hmm,aku sudah menanyakan nya tadi.katanya warnanya hijau muda,dan berukuran sedikit besar." ucap Jerry.
"hmm,aduh...mengapa aku tak mengingat nya...." geram Fadil.
__ADS_1
"begini saja jerr, sekarang kau bantu aku mencari flashdisk itu sampai ketemu.karena itu adalah kunci mengenai kejadian di mana aku marah kepada rose dan membencinya.aku hanya membutuhkan itu." ucap Fadil yg sangat ingin menemukan flashdisk tersebut.
"hmm baiklah,"
...****************...
Kini Fadil telah sampai di rumah pamannya lagi,papah nya yg heran dengan kedatangan Fadil dalam keadaan sangat letih pun menanyakan nya."Fadil..kau dari mana? mengapa kau terlihat sangat letih?" tanya papah nya yg khawatir.
"hm aku dari...anu,dari... rumah jerry.nyari kucing nya yg hilang kemarin dan baru ketemu ini hari." ucap Fadil berbohong karena gengsi nya.
"ohh gitu... yaudah kamu istirahat sana," ucap Arya.
"hmm iyyah pah" Fadil pun beranjak Naik ke kamarnya.dan sesekali melirik sekitarnya yg terasa sepi.
"hmm mengapa sangat sepi," ucap nya.
setelah sampai di kamar nya dia langsung menghempaskan tubuhnya di kasur yg empuk, setelah 1 hari berada di pesawat.
"Argh...aku sangat pusing, bagaimana ini? bagaimana cara ku untuk kembali seperti dulu?" ucap nya dengan senyum sumbing
Dan kini orang tua rose juga, sudah berangkat ke Selandia Kemabli ke rumah nya.
Hampa, kini Fadil merasakan sepi.Dia berjalan menelusuri Rumah pamannya.Di saat Fadil yg ingin menuju ke dapur,dia malah melihat sesuatu yg aneh di dalam sebuah ruangan.saat masuk betapa terkejutnya dia melihat berbagai mesin besar yg kini tak Aktif dan ada sebuah robot yg belum selesai di buat.
Fadil menghampiri sebuah robot itu, melihat secara detail nya."hmm apakah ini sebuah robot?tapi mengapa di mataku hanya sebuah rongsokan yg tak ada apa apanya." Fadil meneliti setiap rinciannya.
"hmm jangan setengah jadi,awalanya aja salah.mana ada robot bisa jalan dengan mesin seperti ini." ucap Fadil.
Fadil mengambil beberapa alat lalu membongkar robot itu,dia sangat profesional dalam merakit robot itu.Di sini kita tahu, walaupun ingatan Fadil hilang tapi kecerdasan yg dia miliki.
malah meningkat pesat dan menambah IQ nya.
"Huh... akhirnya selesai.hmm tapi masih ada yg kurang,dan sepertinya alatnya tak ada di sini." Fadil mencari sesuatu di ruangan itu.dia melihat sebuah baterai namun malah mengambil sebuah botol yg berisi cairan entah apa itu.dia mengambil cairan itu dan mencampurnya.
"nah ini nih,baru di bilang bahan bakar."Dia mengambil sebuah botol kecil yg berbentuk baterai lalu memasukkan cairan itu yg berwarna hijau terang.
__ADS_1
Dia memasukkan ke bagian dada robot itu.lalu mengambil sebuah komputer nya dan menyambungkan dengan kabel pada robot itu.setelah dia melihat rangkaian robot itu.dia mendengus pelan."huh... bagaimana caranya agar bisa membuat sebuah kulit untuk nya?," hanya itu ucapan yg keluar dari mulut nya.
Setelah mengatur sistem robot,dan mengisi data pada robot nya.kini robot nya telah dia aktifkan.kini senyum terukir di wajah nya.sungguh sangat jenius, robotnya telah aktif dan hanya mengerjakannya selama 2 tak lebih.
Robot itu mulai bergerak dan melihat ke arah Fadil.dan mengucap," halo tuan," ucap nya.Namun robot ini berbeda dengan suara robot lain nya.suaranya malah seperti manusia pada umumnya.
ini karena Fadil membuat suara robot ini menyerupai suara manusia dengan cara mengambil rekaman suara orang.
"hahaha... akhirnya aktif juga." ucap Fadil bahagia, karena ini merupakan penemuan terbaru nya.
tiba tiba suara pintu terbuka mengangetkan Fadil lalu menoleh ke arah pintu.
"loh Fadil? ngapain kamu di sini?" tanya seorang pria paruh baya yg berdiri di hadapan Fadil.
"eh..em.. paman...Emm anu,aku tadi gak sengaja masuk.Dan Ingin melih lihat teknologi buatan paman." ucap Fadil berbohong.
"ohh gitu..., Yaudah kamu keluar dulu soalnya paman mau lanjutin pembuatan robot paman.Nanti kamu ganggu lagi." ucap lelaki paruh baya itu yg di panggil paman oleh Fadil.
"eh I..Iyah om." ucap Fadil lalu beranjak pergi.
Paman Fadil kini mulai duduk di kursinya,dia memandangi robot nya."lohh aneh,mengapa robot ini bergerak." dia melihat robot itu dengan teliti, betapa kagetnya robot itu malah berbicara padanya." halo...anda siapa?" Tanya robot itu yg membuat paman Fadil hampir jantungan di buatnya.
Fadil yg kini telah masuk ke kamarnya,kembali hanya dia dan membaca sebuah buku.Tadi dia membuat robot itu hanya karena bosan tak melakukan apapun.Dam siapa yg percaya, kebosanan Fadil malah menjadi maha karya yg luar biasa.
"FADIL....FADIL...DIMANA KAMU," teriak seseorang di luar yg mencari Fadil.
Fadil yg mengenali suara yang memanggil nya kini merasa takut,karena robot Paman nya malah dia kerjakan"Aduh gimana nih,aku lupa matiin tuh robot." ucap Fadil khawatir.
Dan tiba tiba.
"Bak...." suara pintu terbuka keras.
kini terlihat sosok pria paruh baya yg tadi berteriak.Kini Fadil hanya melotot kan matanya sambil menelan ludah nya kasar.
"mampus," gumam Fadil.
__ADS_1
Kini pria yg berteriak tadi berjalan ke arah Fadil dan menjewer telinga nya."aduh...paman.sakit paman...." rintis Fadil.