
Di ruangan yg sangat mewah itu rose duduk termenung yg masih tidak percaya hari ini adalah hari pertunangan nya. walaupun hanya pertunangan tapi dia masih bingung dengan sikap tunangannya itu."Kamu jangan salah paham,aku hanya gak mau papah aku jadi sedih dan lagian kita kan cuman tunangan dulu.Oh iyyah satu lagi,kalo kamu mau ketemuan Ama cowok lain terserah, itu bukan urusan aku.kita cuman terikat dengan kalimat perjodohan mengerti."
kata kata yg di lontarkan oleh Fadil saat hari dimana perundingan itu masih terngiang di pikiran rose.Entah mengapa Fadil terasa asing baginya, mungkin karena amnesia nya hingga sikapnya juga mulai berubah.Jujur sebenarnya rose ada rasa pada Fadil sejak dulu,hanya karena usia mereka yg berbeda jauh malah menganggap perasaan itu hanyalah sebatas adik kakak."Rose ayo sayang kita keluar,tamunya udah pada datang."Panggil Clara wanita paruh bayah yg merupakan ibu dari rose.
"iyyah mom."
"Fadil kamu kok mukanya kayak tegang gitu?."Tanya Arya pada putra semata wayangnya itu.
"Ah nggak kok pah, mungkin cuman deg degan doang."Jawab Fadil dengan senyum tipis pada papahnya.
Tidak lama kemudian rose pun turun dari tangga dengan digandeng oleh ibu nya. semua mata tertuju padanya dengan kecantikan yg sangat menawan mata yg sipit dan bibir yg mungil tak sedikit orang bisa jatuh cinta padanya."Siapa dia?apa benar dia adalah cewek yg akan menjadi tunangan ku?"Benak Fadil yg bertanya pada dirinya sendiri.Terpanah oleh kecantikan rose.
"Baik tuan dan nyonya,saya Arya argantara selaku dari ayah Fadil sangat sangat berterimakasih atas kehadiran nya. Semoga anak saya bisa menjadi suami yg di andalkan oleh istrinya suatu saat nanti."
"prok,prok"suara tepuk tangan dari para tamu.Setelah itu pertunangannya pun di mulai keduanya saling memakai kan cincin,Fadil menatap ke arah rose dia merasakan sesuatu yg dekat tapi tak bisa dia jelaskan.
Akhirnya acara pertunangan nya selesai dan para tamu sudah pulang semua dan tersisa keluarga Fadil dan rose di rumah keluarga argantara.Arga duduk di sofa ruang tamu dan memainkan hp nya,rose yg merasa di cuekin itu hanya bisa diam dengan wajah yg cemberut."Fadil sebaiknya kamu istirahat,kamu pasti capek kan."perintah Arya pada anaknya yg tau sedang merasa tidak enak badan karena kemarin dia kebasahan akibat hujan."iyyah pah."
Rose memandangi Fadil yg naik ke atas kamarnya mulai tambah marah dengan sikap Fadil.Arya yg menyadari nya itu hanya tersenyum tipis.
Fadil berbaring di atas kasur nya yg empuk dan memandangi langit kamar nya dengan tatapan kosong.Dia merasa ada perasaan aneh saat melihat wajah rose setiap saat, dan merasa rose adalah orang yg penting baginya.Tiba tiba dia di bikin kaget karena lampunya tiba tiba ada yg mematikan
__ADS_1
,dan seorang wanita menghampirinya yg tak lain adalah rose.
"Ngapain kamu masuk ke kamar aku?."Tanya nya dengan wajah yg ketakutan dia fobia gelap makanya setiap saat,lampu kamar nya tak pernah dia matikan."Ih gak usah takut kali kyk masih anak kecil aja."Ledek rose dengan tawa kecil."aku kesini di suruh sama bokap kamu dan Dedy aku juga.Katanya harus tidur di kamar kamu, yaudah aku turutin aja."
Fadil Menunduk dan merasa gelisah masa iyyah dirinya sudah di suruh tidur bersama sedangkan dia baru saja tunangan dan belum menikah."nggk,kamu nggak boleh tidur di kamar aku.Kita belum nikah baru tunangan jadi gak boleh tidur seranjang."Rose menatap Fadil Seraya tersenyum tipis dan menaut kan kedua tangannya di dada nya."Cih emang siapa yg bakal tidur seranjang sama kamu?Aku bakal tidur di sofa kamu tidur di ranjang aja, lagi gak enak badan kan."
Rose mengambil bantal di atas ranjang Fadil tapi tiba-tiba Fadil menahan tangannya."Nggak, nggak boleh biar gua aja yg tidur di sofa. lu tidur di ranjang aja."Seru Fadil seraya turun dari ranjang tapi di cegat lagi oleh rose."nggak biar aku aja."
Fadil yg tak Ingin banyak basa basi langsung melompat ke sofa agar dia saja yg tidur di sana.Rose yg melihat itu tersenyum dan merasa bahagia ternyata sikap fadil tidak berubah dan masih bertingkah seperti anak kecil.
"eh bentar lu nyalain lampu gua, gua gak bisa tidur kalo gelap."pinta Fadil yg sudah menutup matanya dengan tangan di atas jidatnya."ih gak ah,aku gak bisa tidur kalo terang "
"cih yaudah di luar aja, terang."Rose terkikik geli dengan sikap Fadil yg memang masih seperti anak anak.Dia mendekati Fadil lalu memindahkan tangan nya yg berada di jidat ke wajahnya.
"Huu kau sering mengeluh gelap, apa kau sudah lupa ketika kau takut dengan gelap kau akan memegang wajah ku?."rintis rose yg merasa kecewa dia kira Fadil akan mengingat nya.
"Cih gua gak Sudi."Fadil berdiri lalu menyalakan lampu nya sendiri.Rose hanya tertunduk dan merasa sedih.
"minggir gua mau tidur lu naik keranjang lu sendiri sana." Rose hanya menatap Fadil selintas lalu kembali menunduk dan menghiraukan perintah Fadil.
"woi lu tuli yah."Fadil yg sudah muak tak menghiraukan keberadaan rose lalu baring di sofa dan membelakangi rose.
__ADS_1
Beberapa lama kemudian Fadil sudah terlelap dan menghadap ke rose.Rose tak berniat pindah dari tempat nya sedari tadi dan hanya memandangi wajah Fadil dengan senduh.Tak tertahankan lagi rose akhirnya meneteskan air mata, dia merasa telah kehilangan Fadil kesayangannya itu.sikap Fadil yg sekarang berbeda jauh dengan sikap nya dulu.
***
matahari mulai terbit.sinar matahari pun mulai mengenai wajah Fadil dari luar jendela.Dia perlahan membuka matanya dan merasakan ada sesuatu yg menindihnya dan benar saja saat matanya sudah terbuka lebar dia melihat sosok gadis cantik dengan bibir yg mungil dengan kepala nya yg berada di atas dadanya.Dengan kelembutan Fadil menguap wajahnya dengan lemah lembut,rose tertidur dengan sangat pulas nya ternyata dia tidak beranjak naik keranjang nya dan malah tertidur di samping Fadil.
"Dasar gadis ini, sangat keras kepala.mengapa dia malah tidur di sini, padahal aku sudah memberikannya ranjang yg luas dan empuk.Eh malah mau tidur di sini dasar aneh."Gumam nya.
Tak lama kemudian mata rose mulai bergerak.Fadil yg merasa rose akan terbangun pura pura tertidur kembali dan menutup matanya.
Rose Mengusap mata nya dan membuka nya perlahan dia kaget ternyata dia ketiduran semalam dan tertidur di samping Fadil."Aduh gawat aku harus cepat cepat pindah kalo enggak si bayi jelek ini bakal marah."Fadil Mati Matian menahan tawanya yg mendengar ucapan rose sekaligus marah karena di bilangin
jelek.
"Pwahaha."Tawa Fadil yg sudah sedari tadi menahannya, melihat rose yg sudah keluar dari kamarnya akhirnya bisa tertawa lepas.
Di meja makan Fadil terus memandangi rose sambil senyum-senyum dia terus mengingat ucapan rose padanya tadi pagi.Rose yg sadar di liatin terus menatap Fadil dengan tatapan tajam dan itu tambah membuat fad terkikik geli.
Arya yg bingung dengan sikap keduanya ini hanya diam dan melanjutkan makannya."Nah ini makanan penutup nya."Ucap clara Seraya menurunkan kue di atas meja makan.
"Yeay Cake."Seru Fadil kegirangan seperti anak kecil."Makasih Tante udah bikinin kue."Clara tersenyum dan mengangguk pada Fadil.Rose yg melihat sikap Fadil itu hanya diam dan bingung.
__ADS_1
Rose keluar rumah dan duduk di kursi taman depan rumah Fadil.Rumah fadil yg terbilang sangat luas itu mempunyai banyak fasilitas seperti kolam renang, taman,danau dan rumah kaca.Rumah Fadil yg terbilang sangat estetik itu merupakan rumah idaman para artis terkenal.
Rose memegang sebuah bunga yg di petik dan memandangi nya dia mengingat kembali kenangan nya dulu saat bersama Fadil yg menanam bunga ini dengan baju yg sangat kotor tersenyum pahit.Tiba dari arah belakang Fadil mengusap kepala Rose dengan lembut."Jangan senyum kalo gak bahagia,senyum Lo pait gua gak suka."Setelah itu Fadil berjalan meninggalkan rose ke arah belakang rumahnya.mungkin dia ingin duduk di pinggir danau Dan menenangkan diri nya."What tuh cowok kenapa sih aneh banget."Benak rose.