
Fadil yg kini sudah berhadapan dengan pamannya, hanya menurut dan mengikuti nya hingga laboratorium.
"duduk....!" ucap Jhon pada keponakan nya itu dan menyuruhnya untuk duduk."sekarang...kasih tau paman, bagaimana kamu bisa menciptakan robot ini? robot ini kamu yg buat kan?" ucap Jhon mengintimidasi.
"I...Iyah paman." jawab Fadil dengan gemetar.
"bruk.."
kini tubuh Jhon menghambur ke tubuh Fadil dan memeluknya seraya menangis bahagia.
"Fadil.....paman gak nyangka,kamu bakal jadi profesor ngalahin paman..." ucapnya yg menepuk bahunya.
"eh....? maksud paman apa?" tanya Fadil keheranan,apa yg di maksud paman nya ini.
"udah diem, sekarang kamu ikut paman nanti malam."
Tiba malam yg di nanti,di mana kini Fadil berada di sebuah panggung yang megah dengan para profesor yg kini duduk hadapan nya menyaksikan robot buatan Fadil yg baru selesai Fadil kerjakan yg menurut nya itu belum selesai dan baru 60%.
Robot man ini adalah sebuah robot yg di ciptakan hampir seperti manusia yg mempunyai suara dan sifat seperti manusia perbedaannya hanya mereka tak dapat makan dan minum.
di atas panggung yg amat megah, kini Fadil dengan Jaz hitam nya yg membuat para profesor muda wanita tergila-gila padanya.
"baik, perkenalkan nama saya Fadil Argantara,di sini saya akan memperkenalkan sebuah robot yg saya sebut dengan robot man,dan ini adalah robot pertama saya bernama tom.Dia memiliki keahlian tersendiri, seperti sebagai asisten pribadi mengatur segalanya untuk kita dan dapat membantu apa pun itu.memiliki mesin canggih dan juga turbo yg dapat menerbangkan nya.rencana saya,saya akan membuat robot lebih banyak lagi untuk bekerja di sebuah perusahaan saya sendiri.karena kita sudah dapat melihat, banyak sekali koruptor koruptor yg meraja Lela dan saya tak dapat mempercayakan seseorang lagi
maka dari itu saya akan menciptakan robot man sebanyak banyaknya,dan saya juga masih punya sebuah rancangan yg di mana saya akan merubah robot ini berpenampilan seperti manusia pada umumnya mempunyai.saya belum memasang kan kulit, wajah rambut dan beberapa yg lain.
Dan saya juga masih mempunyai projek yg akan segera saya buat,namun karena biaya yg mungkin sangat mahal,dan saya juga takut jika orang orang menyalah gunakan nya, maka projek yg saya buat nanti akan bersifat privat dan hanya untuk orang orang tertentu yg dapat memiliki nya.
baik saya akan memperlihatkan rancangan nya,ini adalah car wings sebuah robot dengan mesin turbo dan mekanik yg kini belum saya temukan dan cukup langka.jadi car wings ini akan membantu sekali untuk para pengusaha yg harus mondar mandir dari satu negara ke negara lain, seperti ayah saya." ucap Fadil Seraya menunjukkan rancangan gambar car wings dan tersenyum di akhir kalimat.
"Dan itu lah sebuah robot saya dan rancangan yg akan saya buat,saya Fadil Argantara Pamit undur diri dan selamat malam." ucap Fadil lalu beranjak turun dari panggung di sertai sorak tepuk tangan.
(Di sini Fadil berbahasa Inggris yah guys....tapi karena author malas ngasih tau satu satu.jadi kita tulis pake bahasa indo aja)
Selesai dari acara tersebut kini Fadil pulang bersama paman dan ayah nya,"pah...gimana tadi keren gak aku nya," ucap Fadil yg kini sangat bahagia.
"iyyah kamu keren kok," ucap papah nya, lelaki paruh baya yg kini sedang menyetir mobil dan Fadil duduk di belakangnya.
"iyyah dil...kamu keren pokoknya... sekarang... kamu bakal jadi profesor terkenal seluruh dunia.dan paman mau kamu harus selesain rancangan kamu itu,dan gemparkan seluruh dunia HaHah...." ucap paman Arga lelaki paruh baya yg duduk di sebelah Arya papahnya Fadil.
"hadeh .....paman paman..paman ini halu nya tinggi banget.rencana aku sih...aku cuman pengen buat robot sama car wings dan gak mau menyandang status profesor aku maunya jadi papah aja," ucap Fadil sambil tertawa.
"huh...fadil...Fadil...rugi banget kamu....kamu tau nggak kita bakal di gaji tinggi.. ngalahin gaji papah kamu..." kata Jhon
"udah...Jhon.... terserah dia aja mau jadi apa,aku tetep dukung keputusan anakku." ucap Arya yg tetap fokus dalam menyetir seraya tersenyum dengan percakapan ini
"Iyah sih,tapi kamu juga bisa kok jadi CEO sekaligus Professor...iyyah kan Arya..." ucap Paman Fadil Jhon.
"hmm...gak tau..." balas Arya.
__ADS_1
"huh...kau gak tau Mulu..." ucap Jhon kesal merasa di cuekin.
"hahaha." dan Fadil yg berada di belakang mereka hanya tertawa lepas.
...****************...
"kring....."
"kring...."
Suara telpon yg menggelegar di kamar Fadil membuat nya harus memaksa diri untuk bangun.ketika dia melihat nama kontak yg menghubungi nya dia mengusap wajahnya dan melihat arah jam yg menunjukkan pukul 12 malam.
"halo....." ucap seseorang dari seberang sana.
"iyyah halo...Napa jerr?" ucap Fadil yg masih merasa ngantuk.
"hmm gini Dil...gua udah dapet informasi dari karyawan yg dulu jadi penjaga CCTV lu.waktu itu katanya flashdisk itu lu yang bawa.lu ingat gak,lu taro mana?." ucap seorang pemuda sebarang sana yg ternyata Jerry adanya.
"hmmm....bentar gua inget inget dulu...."
kini Fadil mencoba untuk mengingat sesuatu yg pernah dia lakukan sama seperti yg dikatakan Jerry tadi.
"****....aduh gua gak inget jerr....sorry yah.lu sekarang di mana?"
ucap Fadil yg kini memegang kepalanya sakit karena terlalu memaksa.
"ah...gua masih di kantor lu nih... abis ini gua bakal pulang." ucap Jerry yg kini berjalan turun dari tangga.
"yailah...lu gak usah kali minta orang nemenin gua.lu pikir gua anak kecil...udah gak usah sob.... yaudah cuman itu yg pengen gua kasih tau.lu lanjut tidur aja.lu pasti tadi tidur kan?." ucap Jerry menolak halus.
"hmm Yaudah lu hati hati."
"iyyah tenang aja."
telepon itu pun berakhir,kini Fadil mengotak Atik hp nya mencari no seseorang.
"halo fer... sekarang lu ke kantor gua....yg dekat hotel v buntuti teman gua yg bakal pulang kerumahnya." ucap Fadil, walaupun Jerry sudah menolak nya tapi tetap saja Fadil khawatir pada sahabat nya itu.
"baik tuan muda...." ucap seorang lelaki muda yg berusia sekitar 30 -an.
Di sebuah lantai 10 terlihat seorang gadis yg Mengenakan Hoodie putih berdiri menatap kota yg megah....yaitu Seoul. entah apa yg di pikirannya dengan wajah sendu seakan sedang merindukan seseorang.
"cheong ah....ayo kita tidur...besok kita akan berangkat ke Bangkok. ucap seorang gadis berambut pirang.
"hmm kamu duluan aja Lusi...aku bentar lagi akan tidur kok." ucap seorang gadis yg tadi termenung yg tak lain adalah rose.
"kamu mikirin apa sih?" tanya gadis yg berambut pirang itu yg kini berdiri di hadapan rose.
"hmm gak ada kok, yaudah kita tidur saja."
__ADS_1
mereka pun masuk ke dalam kamarnya dan terlihat 2 gadis sedang baring di atas kasur.
"unnie (kakak) kamu Sorong dong.... kami juga ingin tidur."ucap Lusi yg menggoyang tubuh salah satu gadis yg berada di atas kasur.
"yah...yah.." ucap gadis itu yg di panggil dengan sebutan unnie.
"yisooo.....aku ingin tidur di sebelah mu....ucap rose yg kini ikut berbaring di samping gadis yg tadi berbaring di atas kasur.
"yah...rose.. kau boleh tidur di samping ku." ucap gadis itu lalu menarik rose dalam pelukannya.
"ayo kita semua tidur...." ucap Lusi dengan tersenyum gembira.
"yah...." ucap ke tiga gadis itu serentak.
"hmm apa yg di lakukan dirinya saat ini? sekarang di Amerika masih pagi? apakah dia merindukan ku juga? " ucap rose bertanya tanay dalam hati.
"ah... sudahlah...dia sudah tak mencintai ku.ini adalah waktu untuk aku melupakan nya selama 3 tahun." ucap rose dalam hatinya lalu tersenyum simpul.
Di Amerika tepat pukul 10:00 Fadil yg dari bangun nya langsung beranjak pergi ke ruang kerjanya di mana dia akan melanjutkan pekerjaannya dan sekaligus menelfon Jerry dan menanyakan tentang kelanjutan flashdisk itu.
"jerr...begini saja,kau datang lah kerumah paman ku, mungkin flashdisk itu berada di kamar ku," ucap Fadil yg kini sedang mengotak Atik sebuah mesin robot nya.dan handphone dia jepit antar kepala dan bahunya.
"yasudah...aku akan ke sana." ucap Jerry menerima perintah.
kini Fadil pun juga telah menyelesaikan kerjanya dan membersihkan tangan nya yg penuh dengan keringat.
saat ini dia melihat handphone nya yg berisi tentang gambar gambar di mana dia dan rose sering bersama.
"hmm tiga tahun...aku penasaran.apakah aku akan merindukanmu atau tidak." gumam Fadil.
"hoi Dil...yuk kita cari."ucap Jerry yg telah sampai di kamar Fadil.
"hmm baiklah."
Setelah beberapa jam lamanya mereka mencari namun tetap saja tak ada yg mereka temukan di kamar itu.dengan keringat mereka pun memutuskan untuk berhenti mencari nya dulu.
"Dil... kayaknya flashdisk itu gak ada di sini." ucap Jerry. seraya melap keringat nya.
"yah.. menurut ku juga barang itu tak ada di sini."
mereka kini pusing dan tak tahu di mana keberadaan Flashdisk itu.
"sudah lah....kita harus menunggu beberapa tahun," ucap Fadil.
"hah.... mengapa harus beberapa tahun?" tanya Jerry bingung apa yg di maksud Fadil.
"hmm apakah kau pikir, menemukan barang yg kecil tanpa tahu di mana tempatnya itu mudah? kita harus mencari di tempat satu persatu di mana aku pernah datangi." ucap Fadil.
"hmm kau benar juga.yasudah, pertama kita harus kumpul kan informasi informasi tempat yg sering kau datangi atau yg pernah kau datangi." ucap Jerry menepuk pundak Fadil
__ADS_1
"hmm yah.."