
Waktu yg di janjikan akhirnya tiba,setelah 3 hari setelah perundingan Fadil dan rose pun menjalani pernikahan sirih.
Ini adalah keputusan bersama, karena rose yg merupakan selebriti dan mungkin akan menjadi masalah jika tiba tiba dia sudah menikah dan begitu pun dengan Fadil yg usia nya masih 18 tahun lulusan SMA dan ingin melanjutkan sekolahnya dan juga mengurus perusahaan nya yg masih muda.
"Baik bisa kita mulai ijab kabul nya, dimana mempelai laki-laki nya." Tanya penghuIu, karena sedari tadi Fadil belum muncul dan rose sudah lama menunggu.
Ketika mereka saling memandangi dengan wajah yg bingung tentang keberadaan Fadil,tiba tiba terdengar Suara Fadil yg Merengek. "Pah, Fadil gak mau nikah pah.fadil gak cinta sama dia Fadil juga mau fokus kuliah ngurusin perusahaan pah." Rengek nya seraya memegang kaki papah nya yg tetap berjalan walau membawa beban dik kaki nya.
"Sudah lah Fadil, jangan bikin papah malu.Tuh liet orang orang pada liatin kamu yg kayak anak kecil.Udah, sekarang kamu berdiri cepetan." Perintah papah nya seraya menarik lengan Fadil yg masih terus memegangi kakinya.
Fadil pun akhirnya melepaskan nya lalu berdiri dan di tarik oleh papah untuk duduk di samping rose.rose sedari tadi tak berhenti tertawa melihat tingkah laku Fadil yg kekanak-kanakan.
"Baik karena mempelai sudah ada,mari kita lakukan pernikahan nya." Ucap penghulu lalu mengambil tangan Fadil dan ayah dari rose untuk memulai ijab Kabul.
"Saya nikah kan engkau dengan putri ku Roseanne cheyoung park, dengan mahar tersebut tunai karena Allah."setelah ayah rose Fadil pun juga mengikut.
"Saya terima nikah dan kawin nya dengan mahar yg telah di sebutkan tunai karena Allah."
"Sahh."seru penghulu tersebut.setelah itu rose pun mencium punggung tangan milik Fadil,dan papah nya menyorong kepala Fadil agar mencium kening istrinya.
***
"Fadil."Panggil Arya pada nya yg tengah memainkan handphone nya, padahal semua orang sedang berbincang bincang begitu pun dengan rose.karena setelah pernikahan usai mereka mulai melanjutkan rencana para orang tua itu untuk kelanjutan pernikahan mereka.
"Iyyah pah." Jawabnya dengan wajah yg lesuh.
"Kamu kenapa sih,kok malah diem.kamu denger gak apa yg kita omongin dari tadi main hp Mulu kerjanya."
"Emang kalo aku ngomong ada manfaatnya pah?,kalo memang ada pernikahan ini gak bakal terjadi." Ucap nya dengan kesal karena semua pendapat nya juga tidak mendengarkan nya.
"Kok kamu malah ngomong kayak gitu,ok fine kemarin kami tak ingin mendengar nya karena itu bertentangan dengan keputusan kami.jadi sekarang kami ingin mendengar pendapat mu." Balas papah nya yang anaknya sedang marah.
"Ok, sekarang aku mau.aku sama dia pisah rumah.aku gak mau punya beban yg bakal nyusahin aku dapetin keinginan ku." Seru nya yg tak ingin tinggal bersama rose.
Mendengar ucapan Fadil mereka pun saling menatap dan menganggukan ucapan Fadil."Baik kami terima tapi dengan satu syarat batanya hanya tiga tahun."
__ADS_1
Mendengar itu Fadil berfikir sejenak dan mengangguk menyetujui nya. "Ok,gua setuju."
Rose hanya diam dan tak ingin berbicara dan hanya mengikuti alur saja.karena hidupnya sudah di atur oleh orang tua nya.
***
Saat makan malam bersama,rose di suruh untuk mengambil kan makanan untuk fadil.karena dirinya sudah menjadi seorang istri untuk fadil argantara.dan Fadil tak menggubris dan hanya makan saja.
"Rose nanti kamu tidur bareng Fadil dan ingat harus semangat."
Blush
Mendengar ucapan ibu nya tiba tiba wajah rose memerah tapi tidak dengan Fadil yg biasa biasa saja,dan sepertinya dirinya sudah merencanakan sesuatu.
"I-iyah." Balas nya.
Rose dan Fadil kini sudah berada di kamarnya,yg penuh hiasan bunga mawar selayaknya kamar pengantin baru.
"Duh gimana aku belum siap." Pekik nya,yg merasa takut.
Fadil lalu menatap nya sambil tersenyum miring dan mulai berjalan ke arah nya. "Wahai istriku tercinta tolong layani suami mu in." Mendengar ucapan Fadil rose pun tambah merasa takut dan belum siap untuk melakukan adegan tersebut.
"Bruk." Punggung rose Bersandar di tembok dan sudah tak bisa mundur lagi.Fadil pun menaruh tangannya di samping kepala rose lalu mulai mendekatkan wajahnya dengan rose.
Rose menutup matanya yg tak ingin melihat adegan yg akan berlangsung.Namun tiba tiba.
"Woi,lu ngapain tutup mata.haha gitu aja udah takut cih.gua gak Sudi juga main Ama lu, mending gua tidur aja." Rose kaget dan membuka matanya perlahan mendengar ucapan Fadil rose pun merasa kesal dan refleks menendang itu nya Fadil.
"Autsss." Rengek Fadil sambil memegang junior nya yg terasa sakit. "Cih goblok lu,lu mau kita gak punya anak?.gimana kalo punya gua cacat hah?." Ucap nya dengan nada tinggi.
Dia pun pergi ke sofa dan duduk dan masih memegangi junior nya."ah sakit banget, ngapain lu masih berdiri di sana.Ambilin gua minum." Perintah nya yg menatap tajam ke arah rose.
Rose yg tak ingin suami nya itu tambah marah pun mengambil gelas yg ada di atas nakas dan memberikan kepada nya.
"Nih" ucapnya seraya memberikan air itu. Fadil pun mengambil nya dan meneguknya.
__ADS_1
"Cih nih cowok manja banget,gelas di samping nya aja di suruh ambiln.Dasar manja." Rose terus mengomel dalam hatinya dan bersumpah serapah pada Fadil.
"Nih."Fadil memberikan gelas yg masih berisi setengah itu.
"Minum." Rose yg menatap bingung ke arah Fadil,mengapa dirinya menyuruh untuk meminumnya.
"Udah tenang aja, papah gua yg nyuruh katanya.itu Sunnah istri minum di bekas suaminya.udah minum cepetan,itu gantinya malam pertama.gua gak mau nyentuh lu." Ucap nya dengan tatapan malas.
Rose yg tak ingin ada adegan yg tak di inginkan pun meminum nya hingga habis.Setelah mereka bersepakat tak akan melakukan adegan itu pun, kembali ke tempatnya tidur nya masing-masing dengan fadil yg berada di sofa dan rose yg berada di kasur.
Namun beberapa saat kemudian mereka merasa hawa panas dan membuat mereka bergeliat dan serasa ingin menyelam.
"Panas." Seru Fadil yg sudah tak tahan lalu bangun dan membuka bajunya.
"Iyyah nih panas." Ucap rose yg juga ikut bangun.
"Apa jangan-jangan AC mati yah?". Pikir nya yg kemungkinan hanya hawa yg memang sedang panas.
"Remote AC NY mana." Tanya pada rose.
"Aku gak tau." Jawabnya.
Fadil pun berdiri dan menghampiri kasur yg kemungkinan remot nya berada di sana,namun tiba-tiba.
"Aduh." Dia malah menindih rose,lalu bangun kembali dan menjauhkan badan nya.
"Remote nya mana." Fadil terus mencari remote itu,namun tak ketemu ketemu.
"Fadil."
Fadil menoleh ke arah rose,yg sudah tak tahan dengan panas yg mereka rasakan."aku-aku mau." Entah mengapa kata kata itu keluar tanpa rose sadari dengan tingkah yg sangat menggoda.
Fadil menelan ludah nya,yg melihat rose yg sangat menggoda.
Mereka tidak tahu, mereka sedang terpengaruh obat perangsang yg di berikan ke dalam air putih tadi oleh orang tua mereka yg tahu mereka tidak akan melakukan apapun saat malam pertama.makanya merencanakan ini.
__ADS_1
"Ya sudah,aku juga sudah tak tahan."
Dan akhirnya adegan yg tak di inginkan pun terjadi.