INGATAN YANG HILANG

INGATAN YANG HILANG
Bukan yg pertama kalinya.


__ADS_3

"brukk....."


Tubuh Fadil kini ambruk ke t*buh rose dengan mata yg saling bertatapan.Bib*r yg mungil dan merona itu sesekali membuat Fadil menelan l*dah nya berkali-kali.


"Ro-rose aku..." belum sempat Fadil melanjutkan ucapannya.kini rose telah mengecup kan bib*r mungilnya pada bibir Fadil dan setelah itu dia pun melepaskan nya.


Fadil menatap rose dalam dalam,lalu memberanikan diri mengecup balik bib*r rose dan ******* nya dengan lembut.


l*dah yg kini saling beradu membuat sesekali terdengar suara des*ahan dari mulut rose.


"huh...huh...." rose mendorong tubuh Fadil pelan,karena sudah tak tahan menahan nafas yg tersengal akibat Fadil yg tak ada hentinya.


"Sayang...aku...besok malam konser... bisakah kita tunda dulu?aku belum siap untuk melakukan nya." ucap rose dengan lembut.


Fadil mengelus pipinya lalu berbisik ke telinga rose dengan nafas yg panas."rose...aku tak dapat menahan nya...kau tenang saja aku tak akan kasar padamu...dan akan bermain pelan." ucap Fadil menggoda.


"glek..." rose menelan ludah nya."hmm aku...."


"mpht...." belum selesai rose menjawab, Fadil langsung menyambar bib*rnya yg membuat rose tak dapat berbuat apa apa.


Fadil menautkan tangan nya dengan tangan rose.Menelusuri leh*r Istrinya itu dan menj*latinya dengan lembut.yang membuat rose merasa sensasi geli.


"Fadil.... jangan di gigit nanti berbekas..." ucap rose pada Fadil yg berniat meninggalkan tanda kepemilikan nya.


"baiklah..." Fadil lalu melepas handuk yg di kenakan rose.dan kini tampak tub*h rose yg sangat menggoda tanpa tertutup sehelai benang.


"Fadil....ah....." Rose bergel*at saat Fadil menj*lati mahkota nya.lalu kini giliran Fadil yg membuka handuknya dan melemparnya ke sembarang tempat.


"hmpt..." Kembali rose dan Fadil saling menautkan kedua bib*r nya.lalu dengan kelembutan Fadil mulai mempersatukan antara mahkota rose dengan juniornya itu.


"Ah........ Fadil....." rose meringis kesakitan di bawah sana."pelanin...." ucap rose yg sangat menggoda.

__ADS_1


"iyyah sayang." ucap Fadil seraya mengecup kening rose.


Setelah penyatuan selesai kini beralih dengan Fadil yg mulai mengencangkan irama nya di sertai Des*ahan rose yg merasa kesakitan sekaligus ken*kmatan.


Selang beberapa saat, sekarang Fadil menatap wajah rose yg kini tertidur pulas."hmm kasihan, istri ku." ucapnya lalu beranjak turun dari ranjang nya.


Fadil berjalan ke arah meja yg di mana sudah terdapat sebuah botol yg entah berisi apa,lalu Fadil pun mengambilnya dan kembali naik ke atas ranjangnya.


Dia membuka selimut dan tampak t*buh rose yg tak berbalut benang sehelai pun.Fadil membuka tutup botol yg tadi dia bawa lalu menumpahkan sedikit isi dari botol itu di tangannya dan mengusapkannya ke bagian kaki rose.


Fadil mengurut kaki rose dengan lembut dan terlihat rose sangat menikmati urutan Fadil yg sangat nikmat.


Keesokkan paginya.Rose yg bangun terlebih dahulu membuka matanya dan kaget melihat wajah fadil yg tepat di depan matanya.


"Astaga..." kini dia beralih melihat ke dalam selimut nya,dan melihat tub*hnya tanpa sehelai benang."oh my god...jadi ini nyata?" gumamnya yg merasa hanya sebuah mimpi tapi ternyata ini adalah kenyataan.


Lalu dia pun bangun dan beranjak turun dari ranjangnya tetapi...


"hap...." Fadil menarik tangan rose lalu memeluk t*buhnya.


"hei.. mengapa kau malu...?bukankah aku suami mu? ini juga bukan yg pertama kalinya." ucap Fadil yg membuat rose bingung.


"apa maksudmu mu?" tanya rose dengan alis yg naik sebelah.


"Haha...rose rose.Kau tak ingat saat malam setelah kita menikah.bukan kah kau menemukan sesuatu hal yang aneh?" ucap Fadil di sertai Anggukan rose.


"yah kita sama.aku juga menemukan hal yang aneh.mulai dari darah di kasur mu,dan juga tanda berwarna di leher mu waktu itu.yang membuat aku curiga telah terjadi sesuatu.


Maka dari itulah aku mencari tahu, lalu aku mengingat ingat kejadian sebelum kita tertidur.dan setelah itu aku menemukan gelas yg masih ada tersisa aroma bau obat perangsang di dalamnya.


yasudah aku pun menyimpulkan bahwa itu hanyalah sebatas kecelakaan yg di lakukan orang tua kita.mereka menjebak kita dengan memberikan obat perangsang.Karena aku yg merasa malu untuk mengatakan nya kepada mu.yasudah aku tak memberitahukan mu. sampai kita bertemu kembali." ucap Fadil menjelaskan kronologi nya.yang ternyata Fadil mengetahui tentang malam yg tak di inginkan itu terjadi.

__ADS_1


"what....?? kok bisa sih?" ucap rose yg kini tambah merasa malu.


"yah bisa lah... untung aku tau. kalo nggak,aku bakal ngira kamu udah gak perawan soalnya gak ada bercak darah di atas kasur saat ini." ucap Fadil menggoda rose.


"ihh...apaan sih.udah ah,aku mau mandi." ucap rose melepaskan pelukan Fadil namun lagi Fadil malah menarik nya dan...


"cup...." Bib*r rose kini mendarat mulus di bib*r Fadil. Rose yg kaget langsung melepas cium*n itu.


"Ingat...ini adalah satu syarat ketika aku bangun,kau harus mengecup bibir ku dan memelukku paham." ucap Fadil di sertai senyuman smirk nya.


"gak mau." ucap rose lalu meledek Fadil dengan mengeluarkan lidahnya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi.rose yg lupa membawa handuk hanya diam di dalam dan bingung harus melakukan apa.


"aduh...aku kenapa bisa lupa sih bawa handuk." ucap rose dalam hati. Dia mengintip ke lobang kunci kamar mandi dan terlihat Fadil yg duduk di atas kasur mengenakan handuk yg seperti nya menunggu rose selesai mandi.


"aduh...tuh cowok juga masih di luar.gimana dong...apa aku harus minta handuk ke dia aja yah." ucap rose kebingungan.


Fadil yg kini duduk di atas kasur menatap handuk yg berada di atas kasur."lohh...dia gak bawa handuk? pantesan lama...pasti dia bingung harus apa" ucap Fadil tertawa di akhir kalimat nya.


Lalu dia pun berdiri dan mengambil handuk di atas kasur dan berjalan ke pintu kamar mandi.


"tok...tok...tok..." suara ketukan pintu dari luar,yang membuat bingung rose harus membuka nya atau tidak.


karena sudah tak mempunyai pilihan Rose pun akhirnya membuka pintu tapi hanya setengah saja dan menutup tubuhnya di balik pintu.


"Ada apa?" ucap rose pura pura bahwa dia belum selesai mandi.


"nih...." Fadil memberikan handuk di tangan nya.


Dengan sigap rose pun langsung merebut nya dan...

__ADS_1


"pak...." dia langsung menutup pintu kamar mandi yg membuat hidung Fadil kesakitan akibat terkena pintu.


"****.... dasar istri durhaka." ucap Fadil memaki rose seraya mengusap hidungnya yg kesakitan.


__ADS_2