
Seorang wanita cantik berjalan mendekati gerbang kampus membuat semua mata memandang ke arahnya. Ada yang menatap iri,ada yang kagum,ada yang naksir dan lainnya.
Dia adalah wanita tegar dan berambisi, wajahnya yang dingin membuat orang menyukainya merasa tertantang untuk mencairkan hatinya.
"Kenapa mata mereka menatapku terus"gumam Arielle yang tidak terlalu peduli dengan tatapan orang-orang hanya berjalan melewati mereka dengan santai hingga sampai di kelasnya.
Kringg..
Bel kelas telah berbunyi pertanda dosen akan bersiap memasuki kelas.
Aku sudah mempunyai seorang teman baru yang bernama Salsa, dia adalah gadis cantik yang periang dan baik duduk tepat di sebelahku.
Dosen dengan tubuh gagah sekitar berumur 30 tahun memasuki kelasku. Tidak ada yang berani membuka suara sedikitpun sehingga suasana kelas sangat sepi, apa lagi wali kelas ku sekarang adalah seorang dosen khiller membuat nyali seluruh mahasiswa menciut.
"Oke anak-anak karena ini adalah hari pertama kalian menjadi mahasiswa di universitas Gadjah Mada ini bapak akan..."belum sempat dosen itu melanjutkan pembicaraan seseorang masuk begitu saja tanpa permisi.
Seorang pria tampan yang terlambat masuk kelas saat hari pertama membuat dosen marah, apa lagi ia masuk tanpa permisi membuat dosen naik darah keberadaannya seperti tidak ada di kelas ini, ia merasa tidak di hormati oleh pemuda tersebut.
"Hei mau kemana kamu?!"ucap dosen tersebut dengan suara agak tinggi.
Pria tersebut berhenti melangkah lalu berbalik menghadap dosen dengan santainya ia melangkah maju dan tersenyum pada dosen tersebut.
"Eum..ada apa ya pak?"tanya pria tersebut pura-pura tidak tahu mengapa dosen itu sangat marah.
Sebagai seorang dosen di universitas ini selama bertahun-tahun, baru kali ini seorang murid sangat tidak menghargainya di kelas bahkan saat pertama kali masuk universitas.
Ia hanya menghela nafas kasar lalu berkata"Kamu sudah terlambat memasuki kelas pertama saya!"
"Oh iya ya, maaf pak saya bangun gak sengaja kesiangan"
"Siapa namamu?"tanya dosen.
"Saya Irham Efendi pak"jawabnya.
"Baiklah untuk kali ini karena hari pertama saya akan memaafkan kamu, tapi untuk hari selanjutnya saya tidak akan segan-segan menghukum mu!"peringat dosen pada Efendi .
__ADS_1
Efendi hanya menguap mendengar omelan sang dosen"Baiklah, bapak tenang saja saya tidak akan mengecewakan"ucapnya santai lalu langsung berjalan kembali ingin ke tempatnya.
Pria itu tidak sengaja menyenggol mejaku dan pulpen yang berada di atas mejaku menggelinding jatuh, Efendi berjongkok lalu mengambil pulpen yang terjatuh tersebut.
"Maaf ya, nih pulpen mu"Efendi mengulurkan tangan yang sudah ada pulpen ku di atasnya.
Aku mengulurkan tangan seraya mengambil pulpen yang ada di tangannya. Aku hanya meliriknya sekilas lalu kembali fokus lihat kedepan.
"Kamu..!"belum sempat ia berbicara lebih lanjut dosen telah ber-dehem sebagai tanda peringatan agar Efendi segera duduk di tempatnya.
Tanpa membuat suatu masalah lagi dengan dosennya ia pun kembali ke tempat duduk nya telat di samping seorang pria kutu buku.
Akhirnya dosen melanjutkan perkenalan hingga jam pelajarannya habis.
Nama dosen khiller kelas ku adalah pak Burhan.
Bel istirahat berbunyi nyaring di telinga, aku mengeluarkan sekotak makanan untuk mengisi perut ku yang sudah kosong.
"Wah Arielle kamu bawa bekal sendiri ya"
"Iya"jawabku singkat tanpa banyak berbicara aku membaca doa dan makan dengan tenang.
Beberapa menit setelah kepergian Salsa seorang pria datang menghampiri mejaku.
"Wah seperti bocah saja ya bawa makan sendiri"ucapnya seraya mengejek.
Aku yang mendapat ejekan tersebut hanya diam tanpa melirik asal suara itu.
Pria itu yang merasa terabaikan tidak senang, ia langsung menggebrak dengan keras meja Arielle sehingga makanan itu tumpah ke lantai.
Aku yang mendapati makanan ku tumpah berdiri dan melihat kearah seorang pria tampan dengan tatapan dingin yang masih berdiri di hadapanku.
Pria itu adalah Efendi yang sebelumnya terlambat memasuki kelas dosen.
"UPS"Efendi tidak menyangka bahwa ia akan menggebrak meja seorang perempuan dihadapannya terlalu keras sehingga menimbulkan makanan nya terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Apa kamu sengaja?"tanyaku masih dengan tatapan dingin.
Efendi yang mendapatkan tatapan dingin secara terus menerus dari Arielle terasa risih, sebelumnya ia tidak pernah di tatap dingin oleh seorang perempuan, yang ada perempuan tersebut tergila-gila karena ketampanannya yang bagaikan seorang model. Raut wajahnya saja tidak berubah sama sekali sejak Efendi mengajaknya berbicara, Cuek dingin dan tanpa senyum sedikitpun di wajahnya.
"Maaf, aku akan membersihkannya" entah mengapa Efendi merasa bersalah pada Arielle hanya karena masalah sepele seperti ini, sebelumnya ia tidak pernah merasa bersalah pada siapapun tak terkecuali juga seorang perempuan.
Aku tidak menjawab ucapan Efendi hanya kembali duduk membereskan sisa-sisa makanan di atas mejanya seperti tempat makan dan botol air mineral aku kembali memasukkannya kedalam tas.
Aku mengeluarkan buku novel lalu membacanya dalam hati, Efendi melirik ke arah Arielle yang tidak merespon ucapannya. Ia hanya bisa memaklumi sifatnya dan mengambil sapu beserta serokan untuk membersihkan makanan yang jatuh kelantai. Sangat sayang makanan tersebut harus di buang karena Arielle baru memakan beberapa suap saja.
Salsa yang baru saja selesai membeli makanan melihat Efendi membersihkan makanan yang tumpah kelantai dengan bingung.
"Ada apa ini?"tanya nya pada Arielle yang masih fokus dengan novelnya.
"Hm..tanya saja pada dia."ucapku tanpa melirik.
"Hei kamu Efendi kan?ada apa bukankah itu makanan Arielle?"tanya Salsa.
"Iya, aku tidak sengaja menumpahkannya."Arielle ,yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas.
"Oh gitu ya"Salsa kembali duduk di samping Arielle lalu Efendi membuang makanan tumpah tersebut ke tempat sampah.
Efendi kembali di mana tempat duduk Arielle berada"Maafkan aku ya"
"Hm."Arielle hanya ber-dehem tanpa menunjukkan ekspresi apapun, melirik saja tidak ingin akhirnya Efendi kembali ketempat duduknya berhubung memang bel sedikit lagi akan berbunyi.
****
Waktu pulang telah tiba akhirnya Arielle bergegas jalan menuju rumahnya, di siang hari aku akan kuliah dan di malam harinya aku akan bekerja menjadi kasir di minimarket sekitar rumahku tergantung sift yang di jadwalkan untukku. Cukup ramai juga pelanggan kadang membuatku untung.
Kadang pemdapatan kurang dari 500 ribu atau lebih dari 500 ribu, karena kurang lebihnya uang penghasilan itu merupakan tanggung jawab seorang kasir. Jika uang kurang dari tarif yang telah di sesuaikan maka sang kasir harus membayar sisa nya pada bos.
Seorang pria berlari mengejar ku hingga ke depan gerbang, siapa lagi kalau bukan Efendi.
"Hei Arielle jika boleh, aku ingin menawarkan tumpangan mobilku padamu"tawar Efendi.
__ADS_1
Aku menatap Efendi tanpa ekspresi, aku berfikir apakah aku harus menerima atau tidak.
"Tidak Perlu"ucapku menolak tawaran Efendi.