IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Tujuh


__ADS_3

"Oh mau duduk tapi agak susah karena segerombol orang-orang menghalangi"ujar Salsa mengusap tengkuknya yang terasa dingin, karena ini adalah pertama kalinya dia dan Arielle ditatap tajam oleh seluruh siswi yang fans dengan Efendi.


Aku hanya melipat kedua tangan dengan acuh sambil menatap tajam Efendi.


Efendi yang merasa tatapan Arielle seperti duri yang menghujaninya dengan segera ia membubarkan para siswi yang masih berkerumun di dekatnya.


"Baiklah acara bersih-bersihnya sudah selesai sekarang kalian semua kembali ke kelas dan tempat masing-masing."


Semua siswi bubar karena Efendi yang membubarkannya tetapi berhubung sudah ingin bel akhirnya mereka semua telah kembali ke kelas masing-masing.


Salsa tersenyum dan berlalu ke tempat duduknya"Makasih Efendi"


Efendi hanya mengangguk lalu beralih menatap Arielle yang masih belum beranjak dari tempat ber-diamnya.


Aku sedikit tersenyum yang membuat Efendi ternganga melihat ekspresi wajahku."Oke Thanks"


Wajah tersenyum Arielle adalah hal yang sangat langka untuk orang cuek,acuh dan dingin seperti dia.


Bagai di sihir Efendi masih menatap tidak percaya ke depan lebih tepatnya malah bengong menatap dinding, padahal Arielle sudah berlalu dari tempatnya berdiam menuju tempat duduknya.


Aku merasa lucu dengan tingkah Efendi lalu kembali menghampiri dan memfoto wajahnya.


"Mau sampai kapan kaya gitu"


Siswi menatap Arielle sinis mereka menganggap bahwa Arielle cari perhatian Efendi.


Efendi yang masih melamun kembali sadar lalu melihat wajah Arielle yang tersenyum sambil memegang handphone yang sudah memotret dia dengan flash cahaya di kamera handphonenya.


"He..hei kamu mengambil aib wajahku ya"Efendi menggerakkan kedua tangannya mencoba mengambil handphone Arielle tetapi tangan dia kalah cepat dengan gerakan Arielle yang menghindar.


"Pliss hapus Arielle aku tidak ingin kamu memberitahukan wajah ku yang seperti itu"pintanya dengan wajah memelas yang di buat-buat agar Arielle berubah pikiran.

__ADS_1


Aku mengangkat sebelah alisku"Kurang kerjaan amat muka mu di jadikan objek"


"Tapi.."


"Sudah lah gak usah kaya anak kecil"ekspresi Arielle kembali dingin dan berlalu duduk tidak mempedulikan Efendi lagi.


Tidak berapa lama setelah Arielle duduk tiba-tiba dosen killer memasuki kelas dan melihat Efendi yang masih berdiri saat sudah bel.


"Efendi kenapa kamu masih berdiri di sana bukankah sudah bapak peringatkan ketika sudah bel harus sudah rapi!"ucap dosen killer geram dengan Efendi.


Efendi berbalik sambil tersenyum canggung"Eh..bapak apa kabar pak, bapak hari ini tampan deh pasti Bu Laura bisa kelepek-kelepek deh pas lihat bapak"Efendi mengeluarkan segala cara agar dia tidak di hukum oleh dosen killer itu.


Saat Efendi menyebut nama Bu Laura seketika wajah dosen killer yang galak berubah menjadi malu-malu,nama dosen itu adalah Pak Burhan dan Bu Laura adalah pasangan sembunyi-sembunyinya selama 2 tahun tidak ada seorangpun yang tahu tentang hubungan mereka, di kampus mereka hanya menjalin komunikasi seperti biasa terlihat seperti teman biasa yang akrab saat di kampus tetapi berbeda cerita nya jika di luar dari kegiatan mengajar.


"A..apa maksud mu, Bu Laura hanya teman bapak!"pak Burhan tergagap dengan wajah yang sulit di artikan ekspresi marah dan malu bercampur menjadi satu.


"Hehe maaf kalau salah pak"Efendi menggaruk pipinya yang tidak gatal.


Efendi kembali duduk di samping temannya dan memperhatikan penjelasan pak Burhan, dia tidak berani untuk membuat onar di pelajaran guru killer karena itu akan membuat Arielle berfikir dia pembuat onar dan perlahan akan menjauhinya.


Jam pelajaran telah berlalu kini waktunya untuk Arielle dan Salsa beristirahat di kantin, tatapan perempuan yang sebelumnya berada di kelas ku menatap ku dengan tatapan tajam tidak luput juga mereka menatap sinis Salsa sahabatku karena kedekatan aku dan Salsa dengan Efendi.


Memang apa hebatnya seorang Efendi pikiran mereka hanya memikirkan ketampanan dan keindahan duniawi,ingat hidup hanya sementara jadi jangan terlalu peduli dengan hal-hal berbau duniawi.


Walaupun sebagian orang keperluan duniawi sangat penting tak luput juga soal uang,tetapi bagi mereka yang hidup dengan kekurangan pasti akan hidup dengan penuh syukur dan bertawakal pada Tuhan.


Aku duduk bersebelahan dengan Salsa lalu mulai memesan makanan, aku hanya memesan seblak dan minuman es jeruk. Di siang hari begini rasanya ingin sekali meminum es yang segar dan seblak yang panas menambah kesegaran yang hakiki. Hampir seluruh populasi wanita sangat menyukai hidangan khas seperti seblak ini ya.


"Apa aku boleh gabung?"tanya seorang pria tampan tidak di kenal mengenakan sweater biru dan masker sehingga wajah tampan nya tidak terlalu jelas saat di lihat.


Aku menoleh kearah pria tidak di kenal tersebut dengan tatapan tidak peduli.

__ADS_1


Salsa yang melihat seorang pria bergabung merasa canggung"E..eh tentu ke..kenapa tidak"


"Terima kasih"pria tersebut tersenyum saat di izinkan duduk di tempat makan Arielle dan Salsa.


Pria itu menatap lekat wajah Arielle, dia sangat mengenal sosok wajah di depannya.


"Ternyata kamu sudah berubah drastis ya"pikirnya.


"Arielle..kamu Arielle kan?"tanya pria di depannya.


"Hm..ya"jawabku singkat tanpa menoleh,aku lebih memilih fokus makan seblak dari pada harus melihat wajah pria asing itu, walau tampan tapi tetap saja tidak berpengaruh oleh ku.


"Apa kamu masih mengenalku?"tanya pria itu lagi.


Aku yang mendengar pertanyaan itu sedikit menoleh dan menggeleng tidak tahu.


"Memang kamu siapa, kenapa bisa kenal Arielle apa nama Arielle kan bukan idola di kampus sini"Salsa bermonolog.


"Lihat aku Arielle"Pria itu membuka maskernya memperlihatkan wajah yang tampan sempurna,bibir merah muda, bulu mata agak lentik,kulit putih bersih sosok yang sempurna terpampang di depan mata Arielle dan Salsa.


Aku terkejut saat pria itu membuka masker, aku tidak menyangka setelah sekian lama akan bertemu dengan dia lagi.


"Kamu..!"


"Fauzii?!"


Fauzi tersenyum senang ternyata Arielle masih mengenalnya, dia mengira bahwa Arielle telah melupakannya setelah tidak bertemu dua tahun.


Aku tersenyum cerah ketika melihat teman masa-masa SMK nya berada disini.


Salsa melihat ekspresi Arielle yang berubah, bahkan sepertinya lebih ceria dan terbuka di banding Arielle yang di kenal saat pertama kali bertemu apa Arielle memang mempunyai sisi kepribadian yang berbeda?begitulah yang di pikirkan batin Salsa.

__ADS_1


__ADS_2