
"Lain kali kalau ingin berbohong berfikir dulu"Efendi tersenyum menyeringai dan menatap Fauzi sinis.
Fauzi hanya menghela nafas kasar, dia juga tidak bisa mengelak bahwa dia telah berbohong.
Sebuah uluran tangan Arielle menyambut mereka berdua, Fauzi dan Efendi sama-sama mendongak untuk melihat sosok yang mengulurkan tangan untuk mereka.
"Berdirilah"ucapku tersenyum kecil.
Tanpa berlama-lama mereka menyambut uluran tangan Arielle dengan senang hati dan bangun dari duduk.
"Terima kasih Arielle"ucap Fauzi tersenyum.
"Ya"jawabku singkat.
"Makasih baby"ucap Efendi pede yang membuat Fauzi geli saat mendengarnya.
"Ya"jawabku singkat, aku sama sekali tidak mempedulikan panggilan baru yang di peruntukkan untukku dari Efendi.
Aku langsung berlalu pergi, Fauzi yang tadinya ingin berkomentar kembali menutup mulutnya karena Arielle sudah berlalu pergi begitu saja.
"Tunggu aku Arielle"Fauzi berlari kecil untuk menyusul Arielle begitu pula dengan Efendi dan Salsa.
"Hm"
"Arielle hari ini kamu gak libur kerja?"tanya Salsa.
"Gak, memang kenapa?"
"Memang kamu sekarang kerja di mana Arielle"Fauzi menyela ucapan yang sudah ingin salsa keluarkan untuk menjawab pertanyaan Arielle.
"Heh kunyuk diem napa, orang Arielle lagi ngomong sama aku main sela-sela aja!"umpat Salsa kesal.
"Aku kerja di Alfamart seberang pangkalan pasir"jawabku tanpa menoleh.
Fauzi berusaha mengingat tempat yang di ucapkan Arielle.
"Oh itu toh, oke makasih"
"Memangnya kamu mau ngapain kepo kerjaan orang?"tanya Efendi menaikkan sebelah alisnya.
"Terserah ku lah"jawab Fauzi singkat.
Efendi tahu bila Fauzi mencari kesempatan saja, pasti dia akan sering mengunjungi Alfamart tempat kerja Arielle agar perlahan bisa mencuri hatinya.
"Dasar caper"gumam Efendi yang masih bisa di dengar oleh Fauzi.
"Apa kamu bilang!"Fauzi berteriak kesal.
Aku menutup telingaku karena Fauzi berteriak secara tiba-tiba, teriakannya masih berdengung di telingaku."Apa sih yaampun!"ucapku kesal.
__ADS_1
Seketika Fauzi menoleh melihat Arielle berwajah kesal."Maaf Arielle habisnya Efendi memancing emosiku"Fauzi menundukkan kepala karena merasa bersalah.
"Heh, kamu menyalahkan ku padahal itu adalah kesalahanmu sendiri!"ucap Efendi ketus tidak ingin mengaku apa yang sudah dia katakan sambil bergumam tadi.
"Kalian berdua memang tidak bisa di ajak damai ya!"Aku berlalu pergi meninggalkan mereka semua termasuk Salsa.
Efendi dan Fauzi menjadi diam saat Arielle sudah pergi.
"Lihatlah kalian berdua membuat Arielle kesal!"ucap Salsa dan berlalu pergi juga.
Mereka berdua saling menatap dan membuang muka seperti anak kecil yang sedang ngambek.
"Ini semua salahmu karena berteriak, membuat Arielle risih"ucap Efendi dengan tatapan mengejek ke arah Fauzi.
"Kamu yang membuat semua itu terjadi!"
******
Aku berjalan ke tempat kerjaku seperti biasa, aku tidak pulang dulu karena cukup membuang waktu jika aku pulang.
Aku melihat jam yang masih tersisa 20 menit lagi sebelum masuk kerja, aku mampir ke tukang seblak dan membeli Boba kebetulan tempat nya saling berdampingan.
"Permisi aku ingin membeli Boba rasa coklat Milo"
"Siap neng"Abang tukang Boba langsung mengambil gelas Boba dan mencampur semua bahan.
Aku beralih kesamping tukang Boba, yaitu seblak."Mba, aku ingin seblak sayap campur ceker komplit yang 20.000 ya"
Sebuah pesan dari Salsa tertera di beranda WhatsApp ku.
Salsa🌹
Kenapa kamu tega meninggalkan ku tadi😥.
Aku.
Maaf kan aku, habis aku sangat kesal ketika dekat dengan mereka ber-dua. Benar-benar merepotkan😒.
Aku langsung mematikan HP ku dan mengambil pesanan yang sudah jadi.
Aku memilih makan di tempat ini saja. Seblak komplit Sayap dan Ceker telah di antar kan ke meja makan, dari baunya saja sangat menggoda membuat selera makan ku meningkat.
Setelah merasa puas aku membayar tagihan lalu pergi ke tempat kerja.
Saat sampai di tempat kerja aku melihat mobil yang sudah terparkir beserta seorang pria tampan dan gagah sudah terduduk di kursi warung sambil menyeruput kopi Creamy Latte.
"Hallo Arielle" pria itu langsung berdiri dari duduk nya dan meletakkan 1 lembar uang 50.000 an di atas meja.
"Tuan kembaliannya"
__ADS_1
"Ambil saja"ucapnya santai.
Aku sudah mengetahui pria yang menghampiri ku, aku hanya memutar bola mata malas.
"Ada apa?"tanyaku datar.
Pria yang saat ini di depan Arielle tersenyum, dia adalah dermawan si Youtober terkenal di kalangan masyarakat. Dia memang selalu mengunjungi Alfamart tempat kerja Arielle, dia merasa bahwa Arielle sangat menarik di matanya.
"Aku sudah merindukan mu"ucap Dermawan jujur.
"Kamu bukan kekasih ku, jadi berhentilah mengucapkan kata-kata itu"aku berlaku ingin pergi dari hadapan Dermawan tetapi tangan Dermawan mengcekat tanganku dengan erat.
"Lepas aku ingin kerja!"ucapku sedikit emosi.
"Tidak akan!"
Dermawan langsung menggendongku ala bridal style dan memasukkan ku de dalam mobil miliknya. Aku sudah berteriak kencang tetapi sama sekali tidak ada yang bisa menolongku.
Mobil di jalankan oleh Dermawan pergi dari tempat kerja ku.
"Apa yang kamu lakukan jika aku di pecat apa kamu ingin bertanggung jawab!"
"Ku peringatkan turunkan aku cowok b*j*ngan!"aku tetap kekeuh ingin turun dari mobil, aku tidak berfikir bahwa Dermawan membawa ketempat yang sama sekali aku tidak tahu dimana.
"Oh jadi kamu mau turun!"Dermawan menghentikan mobilnya saat sudah berada di tempat yang sepi.
Dermawan mendekatkan tubuhnya dari bangku setir pada tubuh Arielle yang masih duduk di belakang, dia mencekat kedua tangan Arielle dengan erat lalu mengangkatnya ke atas.
"Apa yang ingin kamu lakukan, lepaskan tanganku!"aku terus saja memberontak dan berteriak histeris.
"Kamu pikir apa yang akan aku lakukan di tempat sepi ini, percuma juga kamu teriak tidak akan ada seorangpun yang mendengarkan teriakan mu"ucap Dermawan tersenyum.
"Jangan macam-macam ya kamu!"ucapku menatap tajam Dermawan.
Seakan telinganya tersumpal kapas, dia malah makin mendekatkan wajahnya hingga sampai di daun telinga Arielle.
"Aku tau, tapi apa yang akan kamu lakukan sekarang?"tanya Dermawan berbisik sambil menggigit kecil ujung telinga Arielle.
"Kamu, tolong lepaskan aku"suara Arielle melemah dan wajah Arielle sudah memerah karena malu.
Dermawan yang melihat Arielle seperti itu langsung melepaskan Arielle, dia tidak tega melihat Arielle yang terus memohon di lepaskan.
Lalu dia mengusap kepala Arielle lembut seperti pada anak kecil yang harus dia tenangkan.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang aku sudah meminta izin pada bos mu agar kamu bisa ikut dengan ku jadi kamu tidak akan di pecat"ucap Dermawan tersenyum lembut dan kembali pada tempatnya menyetir.
Aku mengembalikan ekspresi wajahku seperti semula."Kamu tidak perlu mengantar ku sampai rumah"
"Kamu hanya perlu mengantarku sampai pertigaan jalan raya"ucapku lagi.
__ADS_1
"Lalu kamu akan pulang jalan kaki?"tanya Dermawan.
Aku hanya mengangguk tetapi Dermawan tidak mengizinkanku untuk berjalan kaki.