
"Kamu memanggil aku om, apa aku setua itu?"tanya Dermawan.
Aku hanya tersenyum kecil mengibaskan tanganku ke atas dan kebawah."Tidak,tapi aku lebih suka memanggil mu om"jawabku.
"Arielle jaga sopan santun mu pada tamu"Farhan memperingati Arielle.
"Bro, sudahlah aku tidak apa-apa"Dermawan menenangkan bahwa dia tidak mempermasalahkan ucapan Arielle.
"Aku hanya bercanda jadi santai saja"ucapku tidak peduli dengan Farhan yang masih menatapnya tajam.
Farhan hanya menghela nafas lalu kembali menarik tangan Dermawan untuk membawanya masuk, tetapi sebelum mereka semua jauh aku menghentikan langkah Farhan.
"Ya kenapa?"tanya Farhan yang kini sudah menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Arielle, begitu juga di ikuti oleh Dermawan yang kembali menatap nya.
"Apa kakak mengenal seseorang di antara teman-temanku?"tanyaku.
Farhan menatap lekat semua teman Arielle yang datang, tidak ada yang ia kenal selain Salsa, tetapi cowok yang berdiri diam di samping Salsa serasa tidak asing baginya.
"Aku tidak mengenal teman-temanmu selain Salsa, tetapi cowok yang ada di samping kiri Salsa tidak asing. Tapi aku lupa apa kita pernah bertemu atau tidak"Farhan menggaruk kepalanya yang jeztidak gatal sambil terkekeh, entah mengapa sekarang dia menjadi pelupa.
Aku terkejut karena Farhan lupa dengan Fauzi teman semasa SMK nya. Aku saja dengan sekali melihat wajahnya langsung ingat, kenapa kakak ku lupa denganm masa-masa SMK-nya.
"Ha, serius kah kakak gak kenal?"aku bertanya kembali untuk memastikan.
Lalu menoleh ke arah Fauzi yang belum ingin buka suara terdapat wajahnya yang sedikit sedih, mungkin karena teman semasa SMK nya ini melupakan dirinya.
"Aku merasa tidak asing, tapi aku hanya lupa maaf mungkin karena otakku sedang tidak fokus untuk mengingat saat ini"jawab Farhan jujur.
Fauzi yang sudah diam sedari tadi akhirnya membuka suara.
"Aku Fauzi, tega kamu lupain teman semasa sekolah SMK-mu Farhan"ucap Fauzi masih dengan raut wajah sedikit sedih.
"Fauzi?"Farhan mencoba mengingat dan akhirnya ingatannya kembali, seperti film di bioskop pikirannya menayangkan masa-masa sekolah SMK bersama Fauzi,Arielle dan teman-teman lainnya.
"Apa masih gak inget juga?kamu nih amnesia kah bisa lupa sama temen sendiri"nada bicara Fauzi sedikit kesal karena Farhan tak kunjung ingat tentang dirinya.
Aku melihat Farhan wajahnya kini sudah penuh dengan air mata, wajahnya berubah menjadi haru dia tidak pernah menyangka bahwa masih ada kesempatan untuk bertemu dengan Fauzi teman semasa SMK-nya dulu.
__ADS_1
"Fauzi aku merindukanmu kawan"Farhan memeluk Fauzi dengan erat, menyalurkan kerinduannya selama ini.
Walau dia lupa dengan nama teman SMK nya tetapi setelah ingatannya kembali dia tidak bisa menahan kesedihannya, rindu itulah yang dia rasakan sekarang.
Fauzi tersenyum dan mengeluarkan air mata juga karena mereka sama-sama rindu, Fauzi membalas pelukan Farhan dengar erat seperti enggan untuk melepaskannya.
"Hei mau pelukan sampai kapan?"tanyaku yang sudah lelah berdiri.
Akhirnya mereka berdua melepas pelukan masing-masing lalu mengelap sisa air mata dengan tangan mereka berdua.
"Oh jadi dia teman SMK mu bro"
"Iyah kenalin ini Fauzi, dan Fauzi ini Dermawan teman baruku. Em..sebenarnya jika bukan karena Arielle yang membawanya aku tidak akan kenal dengan Dermawan"Farhan tersenyum.
"Nama Dermawan itu bagus seperti Youtober yang terkenal itu, aku berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengannya"ucap Fauzi dengan mata berbinar.
Aku hanya menggeleng pelan"Sekarang harapanmu itu terwujud"aku masuk ke dalam rumah untuk mengambil cemilan.
Fauzi terdiam memikirkan ucapan Arielle, jadi maksud Arielle dermawan yang di depannya sekarang adalah seorang Youtober terkenal itu?
Dermawan membuka hpnya dan menunjukkan Youtobe resmi miliknya yang sudah berlimpah subscribe nya.
Tidak dapat di pungkiri Fauzi terkejut, dia tidak menyangka bahwa orang terkenal seperti Dermawan adalah teman Arielle. Salsa dan Efendi yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan juga ikut terkejut.
"Tu..tuan Dermawan, maaf tadi saya tidak sopan"Fauzi berkeringat dingin.
Dermawan hanya tertawa melihat ekspresi Fauzi yang mengetahui bahwa dia adalah Youtober yang ingin di temui olehnya.
"Tidak perlu memanggil tuan, dan aku tidak mempermasalahkan kamu sopan atau tidak kalian semua adalah teman Arielle berarti teman ku juga. Lagipula umur ku tidak berbeda jauh dengan kalian"ucap Dermawan masih memperlihatkan senyuman nya.
"Apakah ini mimpi,coba cubit aku"
Salsa menghampiri Fauzi dan mencubit tangan Fauzi dengan keras.
"Aww, sakit Salsa"pekik Fauzi kesal karena Salsa mencubit tangannya terlalu keras.
Aku keluar dari ruangan dengan menyiapkan cemilan untuk teman-teman ku beserta jus jeruk yang segar.
__ADS_1
"Hei kenapa kalian tidak memakan keripik kentang dulu, ini stok ku di rumah aku akan menjamu kalian dengan ini"ucapku sambil menaruh cemilan dan minuman di atas meja teras rumah.
"Wah keripik kentang"Efendi tersenyum dan mengambil 1 kantung keripik kentang, karena Arielle sudah menyiapkan 1 kantung per orang.
Yang lainnya juga menghampiri dan mengambil cemilan yang Arielle siapkan, mereka akhirnya bercanda ria di teras ku. Aku lebih banyak diam dari pada berbicara, karena aku memang tidak mempunyai cerita yang harus di ceritakan untuk semua orang.
"Arielle berbicaralah kenapa kamu hanya diam saja"ucap Efendi.
Aku hanya mengangkat kedua bahuku ke atas sambil memiringkan sedikit kepalaku.
"Aku tidak punya cerita apapun"
"Benarkah kamu tidak mempunyai cerita?"
"Tentu saja"aku memutar bola mata malas.
"Jangan heran, Arielle memang agak tertutup selama ini kami mengalami hari-hari yang sulit sehingga mengubah sifat Arielle sepenuhnya"jelas Farhan.
"Ha?jadi sifat Arielle sekarang bukan sifatnya dulu?"tanya Efendi heran, karena sebelumnya dia mengira bahwa Arielle seperti itu karena sifatnya bawaan.
"Tidak, dulu Arielle adalah sosok yang tegar,baik dan penyayang"
Efendi hanya ber ohria saja saat mengetahuinya, mungkin memang benar Arielle mengalami masa sulit saat itu.
"Oh, tolong jangan menceritakan tentangku kak"ucapku menatap Farhan dengan datar tanpa ekspresi.
"Tidak apa-apa agar mereka tahu dan tidak salah paham dengan sifatmu sekarang, pasti mereka juga agak tidak nyaman jika kamu terus bersifat seperti ini"Farhan tersenyum lalu mengelus puncak kepala Arielle.
"Tersenyum lah jangan bersifat dingin terus, aku ingin melihatmu bahagia"
Entah mengapa perasaan Arielle menjadi ikut sedih saat melihat wajah Farhan yang sedih, jujur saja melupakan masa lalu itu sulit.
"Aku akan mencobanya"
aku mengangkat dua lengkungan bibirku, rasanya sangat sulit dan kaku bahkan aku lupa caranya tersenyum lebar.
"Kamu tidak perlu mencobanya sekarang dik, lain waktu jika seseorang membuat mu tersenyum kembali aku akan sangat senang."
__ADS_1