IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Delapan


__ADS_3

"Bagaimana kabarmu Arielle?"tanya Fauzi antusias.


"Alhamdulillah aku baik,kamu sendiri?"tanya ku balik.


"Alhamdulillah aku juga baik"


Arielle tersenyum hangat menatap Fauzi,setelah sekian lama akhirnya bisa bertemu dengan orang yang akrab sekali waktu SMK waktu di mana aku sedang sulit berinteraksi karena wajah ku.


"Ngomong-ngomong kok kamu bisa ada di sini?"tanyaku penasaran.


"Aku hanya mengantar ayahku kesini,katanya sih aku ingin di pindahkan ke kampus ini"jawabnya.


"Wah bagus dong kita bisa bareng-bareng lagi"ucapku senang dan di angguki oleh Fauzi yang juga ikut senang sejujur nya dia juga tidak menyangka bahwa Arielle berpendidikan di kampus ini.


Salsa hanya memperhatikan Arielle dan Fauzi berbincang ria,Arielle sepertinya sangat senang dengan pria di depannya sekarang.


Beberapa saat seorang pria memandang Fauzi tidak suka menghampiri meja Arielle dan Salsa.


"Hallo lagi apa ni guys?"Efendi muncul tiba-tiba membuatku dan salsa kaget.


Ekspresi wajahku yang tadinya senang berubah menjadi kesal karena ulah Efendi"Heh di bilang jangan suka ngagetin orang!"umpatku kesal.


Efendi menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh"Maaf Arielle aku lupa"


Aku hanya memutar bola mata malas.


Efendi memerhatikan Fauzi dengan tatapan dingin,Fauzi yang menyadari tatapan Efendi juga membalas tatapannya lebih dingin"Arielle siapa dia?!"Efendi menunjuk Fauzi tidak suka karena selain mudah mendekati Arielle dia juga bisa membuat Arielle tersenyum seperti itu. Dia sudah menyaksikannya saat ingin istirahat bersama.


Arielle sudah membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Efendi tetapi di sela lebih dulu oleh Fauzi.


"Aku adalah kekasih Arielle sejak kami SMK."


Aku cukup terkejut dengan jawaban Fauzi, amarah Efendi yang sudah terpendam akhirnya meledak. Dia mencengkram kerah baju Fauzi dan langsung meninjunya di depan umum.


Fauzi yang di tinju oleh Efendi tidak menerima wajahnya yang memar ia langsung meninju Efendi balik hingga mundur beberapa langkah. Efendi yang terkenal sebagai anak berandal tidak ingin kalah dengan Fauzi yang wayah nya seorang anak pendiam dan cuek.


Entah itu Salsa maupun aku sangat terkejut karena perkelahian mereka yang tiba-tiba apa lagi perkelahian mereka di saksikan oleh banyak orang-orang. Ada yang berlari melapor kejadian pada pihak kampus ada juga yang hanya menonton karena menurut mereka menonton tuan muda yang berkelahi akan seru.

__ADS_1


Aku dan Salsa mencoba melerai dua sejoli yang sudah babak belur itu.


"Pliss stop ini di kampus!"leraiku.


Salsa berusaha menarik Fauzi dari perkelahian,sedangkan aku menarik Efendi agar tidak meneruskannya.


Hingga akhirnya pihak kampus datang menghampiri perkelahian Efendi dan Fauzi. Pihak kampus menatap kesal dengan kedua pria di depannya.


"Kalian berdua ikut keruangan saya!"perintah pihak kampus yang tidak bisa di bantah, ayah Fauzi yang mendengar perkelahian anaknya pun sangat terkejut. Biasanya Fauzi tidak akan mudah marah pada orang pasti ini bukan anaknya yang memulai.


Salsa hanya menatap kasihan pada Efendi orang yang di sukai-nya selama ini, aku tidak peduli pada Efendi si berandal itu aku lebih kasihan pada Fauzi yang kena getahnya atas ulah Efendi mau bagaimanapun Fauzi tidak mengetahui apapun tentang perasaan Efendi padaku.


Pihak kampus menatap Fauzi dan Efendi kesal karena sudah membuat kekacauan di area kampus miliknya.


"Katakan pada bapak, apa yang membuat kalian bertengkar!"


Fauzi dan Efendi hanya menunduk diam tidak menjawab apapun.


"Cepat jawab!"


"Karena perasaan pak.."jawab Efendi dengan suara pelan.


"Jadi hanya karena itu?!"tanya pihak kampus bertambah kesal.


Mereka berdua mengangguk secara bersamaan.


"Kalian sudah dewasa seharusnya berfikir lebih cerdas, jangan hanya karena masalah itu kalian bertengkar seperti anak kecil!"


"Mau itu kamu Fauzi dan Efendi bapak hukum mengelilingi lapangan sebanyak 10 kali dan renungi kesalahan kalian!"perintah pihak kampus tegas.


"Tapi pak.."Efendi tidak setuju dengan hukuman yang di berikan pihak kampus, lapangan kampus itu sangat besar tidak mungkin kuat dia mengelilingi nya hingga 10 kali.


"Gak ada tapi-tapian"sela nya


"Itu adalah resiko dari tindakan kalian,dan Fauzi bapak tidak memandang kamu belum menjadi murid sini kamu akan menjadi murid sini nanti jadi belajarlah agar tidak melakukan kesalahan yang sama!"


Pihak kampus memanggil sekretarisnya untuk mengawasi hukuman mereka agar Fauzi dan Efendi tidak lari dari tanggung jawab.

__ADS_1


Akhirnya kedua sejoli pria itu hanya bisa menuruti perintah pihak kampus.


****


Efendi terkapar di tanah karena terlalu lelah berlari tanpa jeda mengelilingi lapangan, rasanya dia hampir pingsan karena kelelahan.


Sedang kan Fauzi hanya terduduk dan melakukan peregangan agar mengurangi sakit di sekujur tubuhnya akibat berlari keliling lapangan kampus.


"Huh menyebalkan ini semua gara-gara kau, pasti soal tadi kamu hanya berbohong kan!"Efendi tidak mempercayai ucapan Fauzi saat istirahat tadi.


"Aku lebih mengetahui kesukaan,sifat,seluk beluk keluarga dan kehidupannya di banding kamu yang baru mengenalnya apa masih bisa di bilang aku berbohong"ucap Fauzi mengada-ngada kali ini dia tidak ingin mengalah lagi sudah cukup dia mengalah pada teman lamanya yang ternyata adalah seorang kakak kandung Arielle sendiri.


Sebenarnya Efendi mempercayai Fauzi tetapi dia tidak ingin mengakuinya, dia tidak akan kalah dan merebut Arielle dari Fauzi secara perlahan.


"Arielle hanya milikku,tunggu aku merebutnya dari mu!"ucapnya dalam hati.


"Cih aku tetap tidak percaya!"tolak Efendi dengan ketus.


"Yasudah toh aku tidak peduli kamu percaya atau tidak"Fauzi menatap dingin Efendi yang masih berbaring di tanah, dengan segera dia berdiri ingin meninggalkan Efendi.


Tetapi sebelum meninggalkan lapangan Arielle yang sudah keluar dari kampus karena sudah waktunya pulang menghampiri Efendi dan Fauzi.


Tidak terasa mereka sudah memakan waktu 1 jam hanya untuk berlari mengitari lapangan kampus.


Lalu di susul dengan Salsa yang berlari di belakang Arielle.


"Kalian sudah selesai?"tanya Arielle pada dua orang pria di hadapannya.


"Sudah"jawab mereka bersamaan.


Aku menurunkan tas ku dan menyerahkan dua botol air putih kepada mereka.


"Minum tuh"mereka menerimanya dengan senang dan langsung meneguknya hingga habis,karena sangat melelahkan berkeliling lapangan kampus sehingga membuat mereka sangat haus.


"Lain kali jangan berbuat ulah lagi, Fauzi itu hanya teman SMK Arielle kok tidak lebih jadi jangan buat masalah lagi di kampus"peringat Salsa yang rela memberitahu kebenaran agar Efendi tidak kena hukuman lagi, dia cukup kasihan dengan Efendi yang kelelahan.Dia rela melakukan apapun agar Efendi tidak kenapa-napa.


Efendi cukup kesal karena Fauzi telah membohonginya tetapi di satu sisi dia sangat senang karena Fauzi hanya mengada-ngada tentang hubungannya dengan Arielle.

__ADS_1


Dengan begitu dia bisa lebih leluasa mendekati Arielle tanpa harus takut pada si pria didepannya.Dia mengangkat sebelah sudut bibirnya hingga membentuk senyuman jahat.


Sedangkan di sisi lain Fauzi sangat kesal karena Salsa memberitahukan kebenarannya,tetapi ia tidak menunjukkan ekspresi kesalnya dia hanya menampakkan wajah dingin dan tidak berbicara sepatah katapun.


__ADS_2