IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Tiga


__ADS_3

Pria itu terkejut,wajahnya memerah saat mengetahui siapa wanita yang ia peluk barusan.


"A.. Arielle jadi i..ini ru..rumah mu!"


Arielle hanya menunjukkan tampang dinginnya sambil tersenyum menyeringai."Berani sekali ya!"


Pria tampan yang memasuki rumah Arielle tak lain dan tak bukan adalah teman se kampusnya sendiri yaitu Efendi.


"Bu..bukan begitu aku akan menjelaskannya padamu!"ucap Efendi yang merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya. Firasatnya merasa tidak enak saat Arielle tersenyum menyeringai.


"Silahkan"


Seakan-akan Efendi terjerumus kedalam kubahan es yang sangat dingin rasanya sakit di tubuh hingga menggigil di sekujur tubuh.


Efendi pun menjelaskan mengapa ia bisa sampai masuk ke rumah Arielle, karena dia tidak di perbolehkan bebas keluar masuk. Efendi adalah pria yang hidup di penuhi dengan harta dari hasil jerih payah sang ayah, Ia juga akan meneruskan usaha sang ayah yang sudah menua dan dia juga akan di jodohkan Mak dari itu Efendi lari dari rumah menghindari perjodohan.


"Oh"jawabku singkat.


"Lari dari masalah itu sangat pengecut,seorang pria akan menyelesaikannya baik-baik bukan melarikan diri"gaya bicara Arielle mulai berubah, tidak secuek sebelumnya. Ada sedikit rasa peduli di balik ucapan Arielle.


"Ayahku tetap memaksa dia bilang ini demi kebaikan bisnis, jika aku belum mempunyai pasangan perjodohan ini tetap berlaku"jelas Efendi.


Tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di otaknya, ia memandang Arielle yang masih terdiam.


"Ja.. jadi apa kamu bisa menolongku, kamu hanya berpura-pura menjadi pasanganku"mohon Efendi pada Arielle.


"Kamu ingin menyeret ku dalam masalah?!"kini raut wajah Arielle terlihat marah, bagaimana tidak seorang pria dengan tidak tahu malunya menargetkan ku untuk berpura-pura itu sama saja dengan bermain api.


"Aku tidak bermaksud menyeretmu dalam masalah Arielle, hanya saja aku harus bagaimana jika punya saran tolong beritahu aku."ucapnya lirih, Arielle menatap kasian tetapi bukan urusannya juga.


Beberapa saat suara ketukan pintu dari luar terdengar begitu mengagetkan Arielle dan Efendi.


"Assalamualaikum"


"Si..siapa?!"tanya Efendi dengan suara kecil.


"Itu suara Ema!"ucap Arielle.


Tanpa berdiam lama-lama Arielle menarik Efendi untuk memasuki kamarnya."Kamu sembunyi lah jika ketahuan bisa gawat"


Efendi melihat wajah khawatir Arielle hanya mengangguk faham lalu bersembunyi di kolong kasur Arielle untung saja kolong kasur Arielle cukup lega sehingga muat untuk bersembunyi.

__ADS_1


Aku membeberkan selimut di sekitar kasur berjaga-jaga jika Ema,Abah maupun Farhan ke kamarnya sulit menyadari keberadaan Efendi.


"Assalamualaikum Arielle kamu ada di dalam nak?!"tanya Ema dari luar rumah.


Aku segera keluar dari kamar dan membuka pintu rumah yang sebelumnya terkunci."Waalaikumsalam Ema, Abah."


aku meraih tangan Ema dan menciumnya begitu juga dengan Abah.


"Kenapa lama sekali buka pintu sih nak?"tanya Ema.


"O..oh maaf ma a..aku ketiduran!"ucapku gagap.


"Yasudah kalau begitu, apa Farhan belum pulang?"tanya Ema lagi sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 21.00 P.M.


"Belum ma"jawabku.


"Yaudah kalau gitu Ema dan Abah mau istirahat dulu di kamar, kamu tolong masak makan malam buat Farhan ya nak"pesan Ema yang langsung memberikan belanjaannya. Ema dan Abah berlalu ke kamarnya untuk beristirahat.


Aku berjalan ke dapur menaruh belanjaan dan sesuai perintah Ema aku akan memasakkan makan malam untuk Farhan.


Belanjaan Ema:Sayur sawi putih,Brokoli,Wortel,Satu Ekor ayam freezer,Nuget,Sosis,Daging sapi steak freezer.


"Makan malam kak Farhan Nuget campur nasi goreng saja lah"gumam ku sambil mengeluarkan Nuget mengupas bawang putih dan merah untuk menggoreng nasi tidak lupa dengan satu butir telur agar menambah lezat nasi goreng.


Tiba-tiba aroma khas nasi goreng yang begitu menggoda tercium oleh hidung Efendi, karena Efendi kebetulan sedang lapar ia meneteskan air liur saat mencium aroma lezat nasi goreng tanpa sadar keluar dari tempat persembunyian menuju dapur.


Aku sudah selesai menyiapkan sepiring nasi goreng dan 4 buah Nuget khusus untuk kakak tercintanya.


"Arielle!"


Sebuah suara pria terdengar dari dekatku membuat ku menolehkan pandangan ke asal suara.


"Efendi!bukankah aku sudah bilang jangan keluar dari tempat persembunyian"ucapku dengan suara kecil.


Efendi seakan sadar dengan ucapan Arielle ia sudah ceroboh dengan keluar dari tempat aman.


"Assalamualaikum"suara Farhan terdengar di telinga mereka berdua, dengan cepat Arielle langsung menarik Efendi agar bersembunyi di kolong meja.


"Arielle sedang apa kamu?"tanya Farhan yang kini sudah berada di dapur.


"Eh..oh aku baru saja selesai buat nasi goreng khusus untuk mu kak hehe"jawabku.

__ADS_1


Farhan merasa ada yang berbeda dengan sifat Arielle hari ini, dia tidak cuek dan acuh seperti biasanya.


Aku mendekati Farhan lalu menyeretnya untuk duduk di bangku sambil menyodorkan sepiring nasi goreng.


"Makanlah kakak pasti lapar kan."


"Terima kasih Arielle"Farhan langsung memakan nasi goreng buatan Arielle yang terlihat enak.


Aku duduk di seberang bangku tempat di mana Farhan makan nasi gorengnya.


Farhan sempat heran dengan sikapku yang agak aneh hari ini.


Seekor kecoa berjalan mendekati kaki Efendi tanpa ia sadari hingga kecoa itu merayap di sekitar tubuhnya, Efendi merasa panik dan geli sehingga keluar dari tempat persembunyiannya.


"Aaaa...ada kecoa pergi..!"teriak Efendi sambil menggoyang-goyangkan kaki agar kecoa itu terjatuh dan berhenti merayap.


Farhan yang melihat orang asing masuk kerumahnya langsung berdiri dengan ekspresi marah dan terkejut.


"Siapa kamu!"tanya Farhan.


Aku hanya menepuk dahiku sambil menggeleng pelan, aku sudah menduga kejadian ini akan terjadi juga. Cepat atau lambat akan terungkap.


Efendi menjadi diam karena kecoa juga sudah keluar dari tubuhnya, ia merasa seakan membeku di tempat sama sekali tidak bisa bergerak. Tidak kakak maupun adik sama saja tatapannya benar-benar dingin jika dengan orang lain.


"Emm..i..itu.."


"Jawab siapa kamu!"tatapannya masih sangat dingin menatap Efendi dengan tatapan tajam.


"A..aku teman kampus Arielle!"ucap Efendi memberanikan diri.


Farhan menoleh ke arah adiknya yang masih terdiam memerhatikan perdebatan antara Efendi dan Farhan.


"Benarkah itu Arielle?!"tanya nya pada Arielle yang belum membuka suara sedikitpun.


"Jika iya kenapa?"Arielle berbalik tanya.


"Kenapa dia bersembunyi di kolong meja!"


"Karena aku yang menyuruhnya!"jawabku lagi.


"Aku hanya takut kakak marah,baiklah sebaiknya kamu pulang saja Efendi"ucapku sambil mendorong Efendi pergi melalui pintu belakang dapur.

__ADS_1


Aku melambaikan tangan seraya memberi selamat tinggal,aku langsung menutup pintu dan menjelaskan semua kepada kakak ku yang begitu posesif!


__ADS_2