IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Dua


__ADS_3

Efendi tetap bersikeras membujuk Arielle agar menerima penawarannya."Ayolah cantik."


Aku tidak menanggapi permohonan pria itu, aku tidak ingin terlibat lebih jauh maka dari itu aku mempercepat langkah kaki ku berlalu dari Kampus.


Pria itu terus saja meneriaki namanya tapi seakan aku tuli dengan teriakannya.


"Sial belum pernah aku di perlakukan seperti ini! tunggulah aku Arielle cepat atau lambat kamu akan jatuh dalam pelukanku"ucapnya menyeringai licik, ia langsung berlalu kembali untuk pulang dengan mobil kesayangannya.


Aku sampai di rumah mengucapkan salam dan di sahuti oleh Farhan yang berada sudah berada di rumah.


Aku melihat sekitar tidak menemukan adanya dua orang tua angkat Farhan."Mana Ema dan Abah?"


Aku sudah terbiasa memanggil kedua orang tua angkat Farhan Ema dan Abah. Jika memanggil dengan panggilan yang sama maka akan sulit di mengerti mereka.


"Ema pergi ke pasar dan Abah aku tidak tahu."jawab Farhan sambil mengangkat bahunya tanda ketidak tahuan kemana Abahnya pergi.


"Oh baiklah"aku berlalu ke kamar untuk menaruh tas dan mengganti pakaianku, tidak lupa aku menyiapkan jadwal pelajaran untuk besok di kampus.


Aku keluar kamar menuju ke arah dapur mendapati Farhan yang sedang minum teh hangat di dapur. Karena di rumah ini hanya ada aku dan kakak ku membuatku sedikit gugup.


Walau aku sudah melupakan perasaanku tetapi tidak bisa di pungkiri bahwa rasa yang dulu ada di dalam tubuhku masih bereaksi. Tetapi ekspresi ku tetap dingin dan cuek tidak akan pernah ku ubah apapun yang terjadi.


"Yo Arielle duduk sini kita ngeteh bareng." ajak Farhan tersenyum sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya.


"Tidak kak terima kasih, apa Ema sudah memasak?"tanyaku.


"Sudah masih ada tuh ayam tadi pagi sengaja di sisakan untukmu Arielle"jawabnya sambil menunjuk rak makanan yang terdapat sisa lauk untuk Arielle.


"Oh oke"


Aku berjalan menuju rak makanan mengambil piring dan nasi lalu mengambil ayam dan duduk di seberang meja berhadapan dengan Farhan.


Farhan melihat adiknya makan tanpa berbicara sepatah katapun hanya menggeleng sambil tersenyum, memang selama terungkap bahwa dirinya adalah seorang kakak kandung dari Arielle membuat sifat adiknya itu perlahan berubah drastis.


Bukan hanya wajahnya tapi sifatnya sekarang sangat dingin dan tidak banyak bicara seperti dulu sebelum Farhan menjadi kakak kandungnya.


Farhan tau bahwa adiknya tidak pernah ingin di ganggu ketika sedang makan maupun melakukan aktivitasnya, jadi kalau Arielle tidak membuka topik pembicaraan Farhan hanya diam tanpa membuka suara duluan.


'Aku sangat mencintaimu Arielle sampai saat ini perasaan ku tetap sama, tapi aku tidak ingin terlibat hubungan terlarang denganmu aku sudah berusaha membuang sejauh mungkin. Semoga ada seorang wanita yang bisa merubah diriku sepenuhnya agar bisa melupakan perasaan ku padamu Arielle'ucap Farhan di dalam hati.


Saat di dapur dalam ke adaan hening seorang wanita melewati dua orang anak sambil menaruh sayur di dalam kulkas.


"Kemana Abah Farhan?"tanya wanita itu dengan Farhan, wanita itu adalah Ema angkatnya.


"Aku tidak tahu, aku kira Abah izin pergi dengan Ema"jawab Farhan.


Ema hanya menggeleng, memasang ekspresi khawatir. Akhirnya Ema berlalu keluar untuk memeriksa Abah siapa tau secara kebetulan ia bertemu oleh suami tercintanya itu.

__ADS_1


Aku sudah menyelesaikan pengisian perutku, aku menaruh piring di wastafel lalu langsung mencucinya.


"Arielle sebentar lagi kakak akan berangkat ke kampus, kamu jaga rumah ya kalau misalkan Ema dan Abah belum pulang."pesan Farhan pada Arielle yang sudah ingin ke kamarnya.


Usia Arielle dan Farhan hanya terpaut satu tahun, sekarang Farhan sudah mencapai tingkat S2. Setelah Wisuda ia akan bekerja menjadi seorang guru di sekolah.


Berbeda dengan Arielle yang ingin membantu usaha ayahnya. Arielle memilih jurusan akuntansi maka ia harus kuliah selama 3 tahun supaya bisa langsung terjun ke dunia bisnis bersama sang Ayah.


"Baiklah"jawabku singkat langsung berlalu menuju kamarku, sesampainya di kamar aku langsung melemparkan diri ke atas kasur sesekali aku membuka WhatsApp untuk mengecek pesan.


Aku hanya melihat pesan grup dan salsa yang ada di WhatsApp ku hingga beberapa saat muncul lah pesan dari nomor yang tidak di kenal.


Aku mengerutkan kening bingung saat mendapati isi pesan dari nomor tak di kenal tersebut.


+62577******4


Halo sayang☺️.


Aku hanya mengabaikan pesan tersebut lalu mematikan HP ku tetapi bukan matikan daya hanya mati layar.


Sehingga nontifikasi pesan dari nomor tak di kenal itu kembali mengirim pesan ke nomorku.


+62577******4


Tega sekali ya kamu mengabaikan ku!😥


Aku.


Ya?


+62577******4


Cuek sekali kamu sayang.


Aku.


Siapa sih kalo gak penting akan ku blokir!


Aku mengancam orang yang iseng mengirimi pesan tidak jelas itu.


+62577******4


Ehh bentar..iya maaf jangan di blokir ya please ini aku Efendi.


Aku.


Kau lagi, dari mana kamu dapat nomorku!

__ADS_1


+62577******4


Aku gak bisa kasih tau, save ajah ya cantik😘.


Aku.


😏😒.


Aku langsung mematikan data hp ku."Cih cowok menyebalkan"rutuk ku di dalam kamar.


Aku ingin sekali menghapus dan memblokir nomor itu, tetapi entah mengapa aku malah mengesave nomornya.


Aku tidak ingin memikirkan hal sepele akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari kamar, suasananya sangat sepi Ema dan Abah juga belum pulang dan kak Farhan sudah berangkat ke kampusnya.


Aku hanya terduduk di sofa ruang tamu lalu menyetel televisi untuk mengurangi rasa bosan, beberapa menit seseorang dari luar mengetuk pintu rumah.


Aku mengangkat sebelah alis berfikir jika Ema dan Abah sudah pulang, dengan langkah yang cepat aku membuka pintu rumah.


Tetapi orang yang Arielle maksud sama sekali tidak sesuai perkiraan.


"Mau apa kamu!"aku meneriaki orang tersebut yang tanpa permisi masuk kedalam rumahnya bahkan mengunci pintu rumahnya.


"Sstt diamlah..!"pria tersebut seraya menutup mulut Arielle lalu membekapnya dalam pelukan.


Aku berusaha memberontak tapi tenaga pria itu terlalu kuat. Beberapa saat aku mendengar suara seseorang dari luar.


"Kemana dia?!"


"Sepertinya dia baru saja lewat sini!"ucap seseorang dari luar.


"Pasti dia belom jauh dari sini ayo kita kejar!"


Dua orang pria yang selalu menjaga tuan mudanya berlalu pergi dari sekitar rumah Arielle.


Pria itu melepaskan pelukannya, karena rumah Arielle yang gelap ia tidak melihat wajah perempuan di depannya sama sekali.


Aku menyalahkan lampu mencoba melihat wajah seorang pria yang ada di depannya itu.


Ceklekk..


lampu menyala dengan terang dan memperlihatkan sosok pria yang di kenalnya.


"Terima kasih no...na..!"


"Kamu!?!!"


[Note:Arielle diliburkan kerja karena dirinya sengaja mengambil cuti berhubung tugas nya yang menumpuk]

__ADS_1


__ADS_2