
"Tidak aku akan mengantarkan mu hingga rumah"ucap Dermawan melarang Arielle berjalan kaki.
Dermawan terus melakukan mobil nya melewati pertigaan jalan seperti yang Arielle minta.
Aku hanya menghela nafas pasrah karena Dermawan sangat ingin mengantarku pulang.
di rumah aku turun dari mobil Dermawan dan mengucapkan terima kasih.
"Apa itu rumahmu?"tanya Dermawan sambil menunjuk kearah rumah ku.
"Iyah"jawabku singkat dan berlalu pergi dari hadapan Dermawan.
Dermawan menggapai tangan Arielle yang sudah ingin menjauh.
"Apa kamu tidak menawariku untuk mampir ke rumahmu?"
Aku mengerutkan kening karena tidak menyangka orang seperti dermawan akan mau mampir ke rumahku yang tidak sebanding dengan rumahnya.
"Oh, maaf aku lupa"
Aku melepas genggaman Dermawan dari tanganku dan mempersilahkannya untuk mengikuti ku sampai rumah.
"Assalamualaikum"salam ku saat memasuki rumah,diikuti oleh salam juga dari Dermawan.
"Waalaikumsalam"Farhan menyahuti salam Arielle dan melihat seorang pria yang berada di samping Arielle.
"Siapa dia?"tanya Farhan.
"Teman"jawabku singkat.
"Dermawan dia adalah kakakku Arhan"aku memperkenalkan kakak ku pada Dermawan.
Dia tersenyum lalu mengulurkan tangan pada Arhan.
"Salam kenal bro, senang bisa bertemu denganmu"ucap Dermawan tersenyum manis.
"Oh ya senang juga bertemu denganmu"
Arhan mengulurkan tangannya juga untuk
menggapai uluran Dermawan.
"Kamu seperti terlihat lebih dewasa dari diriku wan"
Arhan memperhatikan postur tubuh dan wajah Dermawan yang terlihat lebih tua darinya.
"Hm umurku 25 tahun bro"
__ADS_1
"Benarkan kataku, aku saja baru 23 tahun"
"Cuma beda 2 tahun santai aja bro"ucap Dermawan.
Aku yang masih memperhatikan keakraban mereka yang mulai terbentuk akhirnya membuka pembicaraan.
"Agar lebih nyaman kalian berdua mengobrol di bangku teras depan, aku akan membuat teh"aku langsung berlalu pergi ke dapur untuk membuatkan mereka berdua teh.
Mereka berdua melanjutkan obrolan di depan teras rumah.
"Ngomong-ngomong apakah kamu sudah kerja wan?"tanya Arhan.
"Tentu saja, kamu sendiri?"Dermawan balik bertanya.
"Tidak aku masih fokus dengan kuliahku, apa kamu tidak lelah kuliah sambil bekerja?"
"Aku tidak kuliah, aku bahkan sekolah hanya sampai lulusan SMP"jawab Dermawan jujur.
Arhan mengerutkan kening bingung, dia mengira bahwa temannya Arielle ini berkuliah sambil kerja sama seperti Arielle. Bahkan mengira ada di kampus yang sama dengan Arielle.
"SMP?aku kira kamu berteman dengan Arielle karena satu kampus"ucap Arhan.
"Oh tidak aku mengenal Arielle belum lama."
"Lalu apa ada lowongan kerja dengan ijazah SMP?"tanya Arhan.
Arhan berusaha mengingat nama itu, karena konten kreator bernama Dermawan ini seperti tidak asing. Dia pernah mendengar seseorang berbicara tentang Youtober ini.
Jika di lihat lebih jelas lagi wajah Dermawan memang mirip dengan kreator Youtober yang suscriber nya sudah mencapai 8 juta.
"Apa kamu adalah..."sebelum Arhan melanjutkan kata-katanya, Arielle sudah selesai membuat teh untuk mereka berdua dan meletakkannya di atas meja tanpa peduli dengan pembicaraan mereka berdua.
"aku akan ke kamar kalian berdua bersenang-senanglah."ucapku sambil melirik sedikit ke arah Dermawan.
Setelah itu aku melangkah pergi menuju kamar tidak ingin mengganggu kesenangan antara Dermawan dan kakaknya.
"Minumlah"Arhan mempersilahkan.
"Iya terima kasih"
"Hm tadi sampai mana ya"Arhan berfikir sampai mana pembicaraannya tadi.
"Oh iya,apa kamu adalah Dermawan si konten kreator video game dan mukbang dengan jumlah suscriber 8 juta itu?"tanya Arhan.
"Ya, itu kamu tau bro"ada rasa sedikit bangga di dalam hatinya.
"Kamu sering menjadi topik oleh teman-temanku di kampus karena saat kamu bermain game online sangat hebat padahal kamu tidak masuk dalam Squad apapun"kini Arhan mengagumi sosok pria di depannya.
__ADS_1
"Hahaha bro itu biasa saja kok"ucap Dermawan merendah.
"Biasa saja apanya, aku bermain game online Mobile Legend tier tertinggi hanya Legend 1"
"Oh kamu ingin bermain denganku bro, kamu juga bisa masuk streaming FB dan Youtobe ku kok aku juga hari ini belum bikin konten"tawar Dermawan.
Mata Arhan menjadi berbinar setelah mendengar hal itu."Wahh benarkah dengan senang hati aku ingin bermain denganmu"
"Tentu saja ayo sekarang kita streaming, apa kamu punya ruang khusus gaming?"tanya Dermawan.
"Yap, sebagai pecinta game online pastinya aku punya ruang privasi agar aku tidak bisa di ganggu saat bermain"ucap Arhan.
"Baiklah ayo kita bermain"ajak Dermawan yang sudah bangun dari duduknya.
Arhan hanya mengangguk dan mempersilahkan Dermawan masuk ke dalam rumah nya. Ia langsung menuju ke ruang khusus game.
Aku saat keluar kamar untuk minum juga sempat melihat Dermawan dan kak Arhan keruang khusus game. Jujur saja aku paling tidak suka dengan orang yang kecanduan game, bisanya Arhan juga selalu lupa waktu jika bermain game online jadi aku memutuskan untuk mengikuti mereka.
Dermawan dan Arhan memasuki ruang khusus game lalu menutup pintu ruangan itu.
Aku baru sampai di depan ruangan khusus game yang sudah tertutup memang sengaja hanya di luar tanpa mengganggu mereka dulu, aku harus mendengar pembicaraan mereka dari luar walau menguping itu tidak baik, aku hanya terpaksa ingin mengetahui kegiatan mereka di dalam.
Karena aku orangnya sangat berhati-hati dan tidak bertele-tele dalam megambil keputusan.
Dermawan mengotak-atik laptop gaming agar bisa memperlihatkan streaming mereka, kamera pun sudah menyala tepat di depan mereka berdua tetapi rekaman belum di mulai.
"Kamu colokkan hp mu di kabel itu"
Arhan melihat kabel berwarna biru panjang, dia hanya mengangguk dan mencolok hpnya sesuai perkataan Dermawan.
"Wah kameranya berdasarkan gambar hp ku dan ada aku juga di situ"ucap Arhan yang baru mengetahui soal ini.
"Iyah, beginilah caranya kita akan menghubungkan satu sama lain sehingga wajah kita di kamera saling ada"
Dermawan kembali mengotak-atik laptop gaming Arhan dan laptop gaming pinjaman dari Arhan untuknya, sekarang sudah tertera 2 gambar pria di dua laptop gaming masing-masing.
"Jadi ketika kita mulai apa orang-orang akan mengetahui bahwa kita live?"tanya Arhan.
"Yaa itu tergantung banyaknya jumlah teman FB jika banyak kemungkinan besar penonton mu juga akan banyak"jawab Dermawan.
"Ohh aku sudah full"
"Ya kemungkinan 50% kamu bisa mendapatkan banyak penonton"
"Oke mari kita mulai"ucap Arhan semangat.
Mereka berdua akhirnya memakai Headseat gaming dan memulai acara live streaming, Dermawan dengan views 17.800 hanya dalam kurun waktu 5 detik dan Arhan hanya mendapatkan 2.000 views itupun banyak komen di komentar beranda streamingnya hanya kagum pada Dermawan.
__ADS_1
Bukannya iri namun membuatnya semakin kagum dengan sosok Dermawan, sudah tampan, tajir, mandiri, baik hati siapa yang tidak kagum pada sosok Dermawan.