IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Sebelas


__ADS_3

Waktu telah berlalu 2 jam, aku berjalan untuk kembali lagi ke ruang gaming agar Arhan bisa berhenti main game saat aku mengingatkannya.


Aku hanya menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum."Haa..kepribadian anak laki-laki sangat membingungkan.Bagaimana bisa mereka hanya demi mengejar tier bisa sampai lupa waktu ckck"aku berdecak pelan.


Saat sudah sampai di depan ruang gaming dengan kesal aku membuka pintu agak keras tanpa mengetuk dahulu.


Tidak ada yang mempedulikan ku saat membuka pintu, apa mereka lebih mementingkan game dan tidak peduli pada seseorang yang masuk ke ruangannya.


Dengan sedikit kasar aku menarik headseat yang menempel di telinga mereka berdua.


"Wah-wah inget waktu gak, kalian sudah 2 jam main game loh"ucapku dengan tatapan mengintimidasi membuat nyali mereka berdua agak ciut karena wajah Arielle cukup menyeramkan saat sedang marah.


"Yah, adik tanggung 2 bintang lagi aku Mytick ini untuk pertama kalinya aku Mytick"Farhan memasang ekspresi melas agar Arielle mengizinkannya bermain lagi.


Aku hanya memutar bola mataku malas."Huh baiklah tapi dengan 1 syarat,jika kakak setuju aku akan memberi tahu"ucapku tersenyum menyeringai.


Farhan yang melihat senyuman Arielle kembali memikirkan lagi dengan ragu-ragu.


"Em..itu.."


"Setuju"sebuah suara memberikan jawaban kepada Arielle, tetapi buka Farhan melainkan Dermawan.


"Aku tidak tanya kau, jadi gimana kak?"tanyaku lagi.


"Emm.."


"Baiklah, aku setuju!"jawab Farhan mantap.


Aku tersenyum dan menghampiri dermawan.


"Kita akan berduel 1 lawan satu dengan Hero yang kamu putuskan, aku memang belum pernah bermain game online tetapi jangan meremehkan aku aku punya berbagai macam trik agar bisa mengalahkan mu bersiaplah"


Dermawan sedikit heran serta tidak bisa berkata-kata dia saja harus belajar beberapa bulan baru benar-benar faham dengan game online serta hero-hero yang di kuasai bagaimana dengan Arielle yang baru bermain? bukankah itu mustahil untuk mengalahkan Dermawan yang sudah berpengalaman bertahun-tahun bahkan bisa di bilang pro player?


"Hei apa adik mu masih waras berbicara seperti itu bro?"tanya Dermawan berbisik di dekat telinga Farhan.


"Dia itu jenius, aku sarankan jangan meremehkannya"jawab Farhan juga berbisik di telinga Dermawan.


"Hei bisik-bisik apa kalian"ucapku melihat tingkah laku mereka.


"Eh..enggak tuh, yaudah kita mulai sekarang"ucap Dermawan mempersilahkan Arielle duduk di sebelahnya dan memakai Headseat.


Aku duduk di bangku Farhan, lalu memakai Headseat."Kita akan duel Hero apa?"tanyaku.

__ADS_1


"Fanny?aku gak terlalu bisa sih karena kesulitan 100% tapi gak papa aku kasih keringanan sedikit"ucap Dermawan.


"Huh, aku hanya perlu belajar 5 menit jangan menyesal telah memilih Hero yang tidak kamu bisa"ucapku percaya diri.


"Jangan terlalu percaya diri kita lihat saja nanti"


"Baiklah"


Farhan hanya melihat mereka berdua dari belakang.Setelah mereka berdua memilih Fanny munculah loading screen.



"Rupanya sudah sering pakai Fanny"aku tersenyum kecil.


"Intinya yang menang adalah yang paling banyak kill"ucap Dermawan.


"Baiklah aku tidak takut"


Pertandingan duel terus berlanjut hingga 20 menit barulah keduanya menyelesaikan duelnya.


"Aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat!"ucap Dermawan sudah lelah karena melawan Arielle.


"Akuilah kekalahan mu"aku tersenyum kecil lalu beralih menatap Farhan yang masih mematung saat melihat Dermawan kalah dari adiknya.



"Yang penting adalah paling banyak kill, walau diriku kalah tapi kill ku lebih banyak"


"Dan kakak sesuai kesepakatan permainan berakhir, kalau kakak ingin sekali ke Mytick aku bisa membantu mu tanpa mengandalkan skill Dermawan"ucapku pada Farhan.


Farhan melihat Dermawan dengan mata yang berkaca-kaca, jika seperti itu dia tidak akan bisa bertemu dengan Dermawan lagi.


"A..aku masih mau bermain dengan Dermawan dilain waktu"Farhan menundukkan kepala sedih.


Aku menghampiri Farhan dan melihat wajahnya sedih, entah mengapa rasa sakit hati waktu menghadapi kenyataan dulu terasa kembali sehingga membuat ku membuang muka.


"Baiklah kalian boleh main lain kali,tapi hari ini kau harus pulang"Aku mendorong tubuh Dermawan hingga mencapai pintu keluar kamar ruang gamer dan mengantarnya keluar rumah.


Sesampainya di luar rumah, Farhan masih saja memperhatikan hingga dia benar-benar hilang dari hadapannya.


Aku hanya menatap sekilas dan berlalu memasuki rumah lagi.


*******

__ADS_1


Seperti biasa sesampainya aku di kampus selalu saja bertemu dengan Salsa, dia juga menyapaku dengan senyum-an.


Salsa melihat sekelompok anak laki-laki yang berkerumun di lapangan sekolah.


"Arielle lihat ada apa di sana banyak yang berkerumun!"


Aku hanya mengangguk,tanpa banyak bicara aku dan Salsa berlari kecil untuk melihat langsung apa yang terjadi.


"Kamu sudah menghancurkan bungaku, dan sekarang seenaknya kamu memukulku memang apa salahnya jika aku jatuh cinta pada Arielle!"ucap seorang pria, yang di tatap tajam oleh Efendi.


"Tentu saja bersaing dengan satu orang saja sudah merepotkan apa lagi dua orang!"Efendi dengan santainya berucap seperti itu tanpa rasa bersalah.


Dengan cepat aku menyelam kerumunan dan menampakkan diri di depan Efendi serta pria yang menyukai ku.


"Efendi belum cukup kamu berbuat ulah dan di hukum oleh pihak sekolah!"ucapku disertai dengan tatapan dingin.


"Arielle..sejak kapan kamu datang?"Efendi berbasa-basi untuk mengalahkan topik.


Aku tidak menggubris dan menoleh ke arah pria yang masih menahan sakit di pipinya setelah di bogem mentah oleh Efendi.


Aku berjongkok untuk melihat lebih dekat wajah pria yang di pukul oleh Efendi.


"Pasa, apa kamu baik-baik saja?"wajah dingin ku sedikit melunak karena melihat teman Alumnie SMP terluka akibat ulah Efendi.


"Kamu mengenalnya Arielle?!"dia sedikit kaget karena Arielle mengenal orang yang di pukulnya.


Pria yang bernama pasa itu memberanikan diri untuk menatap Arielle, pipinya tersipu malu dan melupakan rasa sakitnya. Dan dia tidak menyangka bahwa Arielle masih mengenal dirinya yang sudah lama tidak bertemu padahal dia dan Arielle tidak akrab, hanya beberapa kali pertemuan dan sapaan.


"A..Arielle kamu masih mengenalku?"tanya nya dengan tatapan mata serius.


"Tentu saja bagaimana aku melupakan orang pertama yang berani menyapa diriku,walau dulu kita tidak dekat"Aku tersenyum tulus sambil menatap Pasa.


Aku mengulurkan tangan untuk membantu Pasa bangun.


"Terima kasih sudah membantu"


"Iyah"


Efendi hanya menatap Pasa dengan tatapan tidak suka karena telah mencuri perhatian Arielle. Wajahnya kini berubah menjadi merah masih kesal tetapi dia hanya memalingkan wajah ke samping seperti seseorang yang ngambek.


Setelah membantu Pasa berdiri aku kembali menatap Efendi tajam.


"Jangan pernah menyakiti temanku lagi"ucapku dan berlalu pergi membawa Pasa ke ruang UKS untuk segera mengobati lukanya.

__ADS_1


Kerumunan anak-anak yang menonton akhirnya bubar setelah Arielle dan Pasa pergi.


__ADS_2