
Aku kembali ke rumah saat teman-teman ku sudah pulang kerumah mereka masing-masing.
Tanpa berbicara sepatah katapun pada Farhan aku berlalu ke kamar dan membuka lemari, cukup banyak gaun yang di belikan oleh ayahku tapi aku tidak pernah memakainya karena memang pakaian seperti ini tidak di perlukan dalam kegiatan sehari-hari ku.
Sekarang aku agak bingung ingin memilih model gaun mana yang pas dan cocok oleh tubuhku.
Aku menemukan gaun China berwarna biru muda, terlihat simpel di mata tetapi cantik karena berwarna biru laut.
"Hm, apa ini cocok sepertinya aku akan melihat yang lain dulu"gumam ku sambil menaruh gaun biru muda tersebut di atas kasur.
Setelah sekian lama memilih-milih gaun hanya 2 yang aku sukai, aku bingung harus memilih yang mana.
Satu berwarna biru muda dan satu lagi berwarna merah maron(tua).
"Ayolah berfikir, apa yang harus ku pilih ini sangat membingungkan"ucap Arielle sambil melirik kedua baju tersebut.
Tok..tok..
Pintu kamar Arielle di ketuk oleh seseorang dari luar.
"Arielle kau sedang apa, aku menunggu mu sedari tadi untuk makan ayo keluar kenapa kamu jadi betah di dalam kamar sih"
Saat mendengar suara yang aku kenal, aku langsung beranjak dan membuka pintu yang ku kunci dari dalam.
Ceklek...
Terdapat sosok pria tampan dengan raut wajah sedikit kesal, dia adalah Farhan. Bagaimana tidak kesal kalau orang yang di tunggu tidak kunjung datang sedari tadi, Abah dan Mama juga sudah menunggu di meja makan.
"Aku sudah menyiapkan makanan di dapur ayok kita makan"ucap Farhan sambil menggenggam tangan Arielle bersiap untuk menariknya menuju dapur.
"Oh ya kenapa aku tidak terpikirkan sedari tadi"
"Maksudnya ap.."belum selesai Farhan berbicara, aku langsung menariknya menuju kamarku.
Mata Farhan kini tertuju pada gaun cantik berbeda warna di atas kasur Arielle.
"Gaun?kamu ingin berpesta dengan siapa?"tanya Farhan penasaran.
"Dengan teman ku Salsa lah, memangnya siapa lagi"jawabku santai.
"Sudah lah ini bukan waktu untuk mu bertanya padaku, sekarang adalah waktuku bertanya padamu bang"
"Apa yang ingin kau tanyakan?"tanya Farhan sambil mengerutkan kening.
Aku menunjuk kedua gaun indah yang berada di atas kasurku.
"Menurutmu, aku harus memakai gaun warna apa yang paling cocok di tubuhku?"tanya ku.
Farhan memperhatikan lagi kedua gaun indah itu, tidak pernah terpikirkan olehnya warna yang paling bagus untuk Arielle. karena bagi nya semua gaun cocok dengan Arielle.
"Kenapa kamu bertanya padaku, bagiku warna apapun dan model apapun cocok untukmu Arielle"ucap Farhan jujur.
Aku menepuk dahiku karena tidak habis pikir dengan Farhan, aku pun mendorong tubuh Farhan keluar ruangan.
"Arielle makan dulu!"
__ADS_1
"Nanti bilang sama Abah dan Mama makan duluan saja, aku belum selesai dengan urusanku di kamar dan kamu juga tidak membantu ku sama sekali!"umpat ku kesal langsung menutup pintu lu menguncinya.
Farhan yang masih berdiri diam di luar kamar Arielle hanya mengusap wajahnya.
"Huftt...benar-benar deh"dia melangkahkan kakinya untuk pergi dari depan kamar Arielle.
****
"Astaga aku harus bagaimana, apa aku meminta saran pada Salsa"
"Tidak sebaiknya aku tidak melibatkan dia.. huftt."ucapku pada diri sendiri dan mulai menatap lagi kedua gaun yang sama-sama indahnya.
"Haa..ini sama sekali tidak mudah"
Sebuah suara nontifikasi dari handphoneku terdengar, aku membuka layar hp ku dan mendapati sebuah pesan dari seseorang.
Efendi.
Sekarang:
Arielle nanti aku akan ke rumahmu, sekalian kita bareng ke rumah Salsa😁.
Aku.
Ya terserah✅✅
Efendi.
Serius kamu mau bareng dengan ku?
Aku.
Efendi.
Baiklah tunggu aku disana ya😚
Aku.
Ya🙄✅✅
Efendi.
Yaudah aku siap-siap dulu bye👋
Aku.
Eh tunggu✅✅
Efendi.
Kenapa, apa kamu masih mau chatan dengan ku hehe😳.
Aku.
Apa sih ge-er banget, aku cuma mau nanya aja😒.
__ADS_1
Efendi.
Oh gitu, memang nya mau nanya apa sih manis?
Efendi memang suka memberikan pujian pada seorang pujaan hatinya dulu, walau ini adalah pertama kalinya cinta dia bertepuk sebelah tangan dengan Arielle itu membuatnya makin tertarik untuk menaklukan hati Arielle.
Aku memberikan foto dua buah gaun berbeda warna ke whatapp Efendi.
Aku.
Menurutmu aku harus memakai yang mana di antara dua gaun itu?✅✅
Efendi.
Dua-duanya cantik sih, tapi aku lebih menyarankan warna yang cerah walau pergi di malam hari+make up natural kamu akan terlihat luar biasa😍.
Aku.
Oh gitu, baiklah terima kasih telah memberi saran.✅✅
Aku mematikan ponsel dan kembali menaruh di atas meja samping tempat tidur ku.
"Hm, sepertinya mengikuti saran Efendi tidak ada salahnya"gumam ku sambil tersenyum kecil.
Aku melangkahkan kaki keluar kamar untuk menuju dapur, sedari tadi aku tidak makan membuatku ingin cepat-cepat ke dapur.
Sesampainya di dapur aku hanya melihat Farhan yang meminum teh di meja makan beserta Abah dan Mama juga yang baru menyelesaikan makan malamnya.
"Kamu baru ingin makan Arielle?"tanya Abah.
"Iya maaf aku punya sedikit urusan di kamar"jawabku langsung mengambil posisi duduk di samping Farhan.
Lauk pauk dan nasi sisa keluargaku makan masih ada untukku, aku langsung menyiduk nasi itu ke atas piring beserta lauknya untuk ku makan.
"Kata Farhan kamu akan ke pesta nanti malam?"Abah membuka pertanyaan lagi.
"Iya aku sudah janji pada sahabatku bah"
Abah hanya manggut-manggut tanda mengerti dan membiarkan Arielle menyantap makanannya dengan tenang.
****
Sesudah makan aku langsung mandi, karena badanku juga sudah serasa gerah sedari tadi tidak mandi.
"Nah sekarang aku akan memakai mu biru langit, lain kali aku akan memakai mu merah"aku berbicara pada gaunku sendiri seakan aku menganggapnya sebagai makhluk hidup.
"Haha, seperti orang gila saja aku nih"ucapku pada diri sendiri.
Aku membuka resleting belakang gaun bergaya China itu dan memakainya, aku pergi ke arah cermin besar sambil menatap lekat gaun yang menempel di tubuhku.
"Benar kata Efendi, ini memang cocok untukku"aku tersenyum kecil dan kembali berjalan ke arah meja rias tempat berbagai macam make up yang ku susun.
Malam pun tiba tepat saat yang di tunggu-tunggu untuk pergi ke pesta.
Mobil mewah Efendi telah terparkir sempurna di depan jalan raya, karena memang tidak akan muat mobil itu memasuki gang jalan menuju rumah Arielle.
__ADS_1
Efendi si tuan muda tampan dan kaya raya tersebut turun dari dalam mobil, banyak orang yang melewati Efendi terpana. Bahkan perempuan yang lebih tua dan muda terpesona dengan ketampanan nya.
"Arielle aku yakin kamu akan terpesona dengan karisma ku yang terpancar keluar hehehe" gumam Efendi sambil terkekeh sendiri membuat sebagian orang yang melihat menganggap dia aneh.