IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Tiga Belas


__ADS_3

Sesampainya di kelas, aku dan teman-temanku langsung duduk di sekitarku. Cukup menarik perhatian banyak pelajar yang sedang makan juga karena pria baru yang ku bawa ke kelas.


"Eh itu bukannya Pasa dari kelas sebelah yang terkenal itu karena kepintarannya kan?"tanya salah satu pelajar cewek kepada temannya, pembicaraan dia masih bisa terdengar jelas di telingaku.


"Iya, aku pernah melihat tuan muda Efendi dan Pasa bertengkar di lapangan"jawab temannya.


"Benarkah,aku tidak pernah melihatnya memang kenapa mereka bertengkar?"tanyanya lagi.


"Itu karena Arielle, mereka berdua mempunyai perasaan pada Arielle"jawabnya lagi.


"Wah pantas saja, Arielle memang cukup terkenal karena kecantikannya tapi sayang sekali belum ada yang bisa menarik perhatiannya."


"Aku harap dia tidak tertarik pada tuan muda, aku bisa memakai celah itu untuk mendekatinya"temannya berandai-andai bisa mendapatkan hati Efendi.


"Hahaha ngarepnya ketinggian kamu"


Aku yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa menggelengkan kepala, itulah mengapa aku tidak suka anak laki-laki apa lagi dengan paras yang tampan bagaikan pangeran. Aku bisa mati kutu selalu di bicarakan oleh perempuan yang suka sekali menggosipkan orang lain, padahal aku tidak punya hubungan khusus hanya teman saja apakah itu wajib di bicarakan?


Aku mengambil sesendok cilor lalu menyuapkan pada mulutku tanpa berniat berbicara pada dua orang pria di depanku, mereka selalu saja menatapku jujur saja aku sedikit risih dengan tatapan mereka berdua.


"Arielle apa aku boleh bertanya?"Efendi membuka pertanyaan pada Arielle.


"Ya"jawabku singkat.


"Apa tipe cowok yang kamu sukai?"tanyanya.


Aku yang mendengar pertanyaan Efendi tersedak makanan yang aku kunyah sendiri.


"Uhuk..uhukk.."


Efendi menjadi panik saat melihat Arielle tersedak dengan cepat langsung menyerbu minuman yang ada di tas perempuan lain.


"Tuan muda itu minumanku!"ucap seorang perempuan tidak menyangka bahwa Efendi akan mengambil minumannya tanpa izin.


Efendi hanya menoleh dan menatap perempuan itu dengan tatapan tajam seperti seorang predator yang siap memangsa musuhnya kapanpun.


Perempuan yang tadinya niat menegur Efendi nyalinya menciut melihat tatapan menyeramkan dari Efendi.


"Hehe baiklah ambil airnya semua juga gak papah, asal balikin lagi botolnya ya"


Efendi meletakkan botol minum yang di dapatkannya di atas meja Arielle agar dia bisa meminumnya.


"Minumlah ini Arielle"


Dengan cepat aku menyambar botol air entah itu milik siapa karena tenggorokanku sudah terasa sangat perih juga akibat tersedak makanan pedas.


"Ha.. terimakasih"ucapku meletakkan kembali botol air di atas mejaku.


Aku kembali menatap Efendi dengan tatapan tajam.


"Ini semua gara-gara kamu"

__ADS_1


"Maaf Arielle"


"Ha.. baiklah"


"Apa kamu akan menjawab pertanyaan ku?"tanyanya.


"Itu privasi"ucapku singkat.


Wajah Efendi kembali murung karena tidak mendapatkan jawaban dari Arielle.


"Yaudah deh kalau gitu mah"Efendi melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


"Iya"jawabku singkat dan juga melanjutkan makan dengan tenang.


Bel selesai istirahat telah berbunyi, Pasa pamit pada Arielle untuk kembali ke kelasnya.


"Arielle aku ke kelas dulu ya"


"Iya"


"Dahh Arielle"melambaikan tangan.


"Dah"


Aku melihat Efendi yang belum pergi dari hadapanku.


"Kamu juga kembali ke bangku mu sana!"


"Aku mau disini ajah biar bisa liat kamu terus"ucap Efendi tidak ingin pindah.


Aku menarik tangannya hingga tubuh Efendi terbangun dari duduk nya, aku menariknya agak kasar sehingga Efendi meringis menahan sakit tetapi dia hanya diam tidak berkomentar apapun.


Sesampainya di tempat asal Efendi duduk aku menghempaskan tubuhnya ke tempat duduk nya sehingga hampir terjatuh.


"Lain kali jangan membuat ku kesal, kamu selalu membuatku kesal aku benci orang seperti itu!"ucapku dengan tatapan dingin, tidak ada senyum untuk Efendi. Aku langsung membiarkan Efendi seperti itu dan pergi berlalu menuju bangku ku.


"Arielle bukankah kamu agak kasar memperlakukan Efendi seperti itu?!"Kini Salsa membuka suara untuk memperingati Arielle.


"Itu pantas untuknya yang keras kepala!"jawabku masih dengan ekspresi dingin.


"Apa kamu tidak bisa sedikit menghargainya?"


"Ha.. jujur saja selama ini kamu menyukainya kan? perjuangkan saja dia aku sama sekali tidak tertarik, lama-lama aku risih dengan orang yang menyukaiku. Kamu tau? selama ini hatiku telah beku, tidak ada yang bisa membuatku tertarik!"ucapku membuat Salsa tertegun mendengar penuturan ku.


Salsa terdiam karena tidak bisa membalas ucapan Arielle saat ini.


Pelajaran akhirnya di mulai karena dosen yang akan mengajari kelas Arielle sudah masuk.


*****


Bel kampus telah berbunyi menandakan waktunya pulang, aku dan Salsa berjalan bersama tanpa membuka suara. Di saat keheningan itu terjadi 3 pria menghampiriku.

__ADS_1


"Arielle apa Farhan ada di rumahmu sekarang?"tanya Fauzi yang sudah sampai lebih dulu di samping Arielle.


"Ada, memang ada perlu apa?"tanyaku.


"Gak ada sih, cuma nanya doang lagian juga aku dah lama gak ketemu Farhan jadi niatnya aku ingin bermain kesana"jawab Fauzi.


"Apa kamu mengizinkannya kalau aku main kesana?"tanya Fauzi lagi.


"Ya kalau kamu mau silahkan saja, kan dah lama tidak bertemu juga"ucapku.


Efendi dan Pasa mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Apa Fauzi mau ke rumah Arielle?kenapa tidak mengajakku"ucap Efendi tidak senang.


"Halah, apa hubungannya denganmu?"tanya Fauzi.


"Pasti lah, aku juga mau bermain ke tempat Arielle."jawab Efendi.


"Yahh kalau Arielle mengizinkan aku juga mau ikut"Salsa menimpali.


"Aku juga mau, belum pernah aku lihat rumah Arielle dan Farhan"


Semua orang menatap Arielle seolah meminta izinnya, supaya bisa bermain kerumahnya.


"Ha..baiklah terserah kalian"jawabku pasrah, aku tidak ingin mengecewakan mereka hanya karena ingin bermain kerumah ku.


Mereka semua bersorak gembira karena bisa bermain ke rumah Arielle, padahal hanya ke rumahnya yang tidak besar mereka malah sangat senang bisa kerumah ku.


Semua orang mengikuti langkah Arielle menuju rumahnya, untung saja mereka mempunyai jadwal kampus pagi jadi saat siang hari mereka masih mempunyai waktu luang untuk healing bersama teman.


Sesampainya di rumah aku melihat kakak ku Farhan sedang bercengkrama bersama seorang pria berpakaian mahal.


Pria itu gagah dan tampan, aku sedikit terkesima saat melihat penampilan nya yang bisa di bilang seperti om-om macho. Sangat dewasa dan terkesan cool juga.


Mereka berdua yang sedang bercengkrama menyadari kedatanganku dan temanku pun akhirnya menoleh.


Farhan yang melihat banyak sekali tamu datang hampir tersedak minuman nya sendiri.


"Arielle, Salsa siapa mereka semua?"tanya Farhan.


"Oh mereka adalah temanku di kampus kak"jawabku.


"Begitu ya, apa mereka ingin bermain disini?"tanya Farhan lagi.


"Ya, iya lah bang Farhan jika tidak bermain lalu buat apa kita kesini."ucap Salsa menimpali.


"Hm.. gitu baiklah silahkan, ayo kita pindah ke dalam saja"ajak Efendi pada Dermawan.


Dermawan berdiri dari duduknya ingin menerima ajakan Farhan tetapi Arielle menghentikan langkahnya.


"Halo om"sapaku.

__ADS_1


Dermawan yang mendapat panggilan om menjadi malu, dan memasang ekspresi tajam menatap Arielle.


"Apa?kenapa om melihatku begitu"


__ADS_2