IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Tujuh Belas


__ADS_3

Sesampainya di rumah Arielle kebetulan Arielle juga sudah keluar dari rumahnya.


Efendi yang tidak melihat ke arah Arielle tidak sengaja menabrak Arielle.


"Maafkan aku nona.."


"Apa yang kamu lihat sehingga menabrak ku!"ucapku kesal.


Efendi tidak menjawab karena terpana dengan kecantikan Arielle saat ini.


"Woi budeg!"aku menjentikkan jari di depan wajahnya sehingga Efendi tersadar dari lamunannya.


"E..eh ma..maaf Arielle"ucap Efendi tergagap.


Aku hanya bersidekap dada sambil memperhatikan penampilan Efendi dari bawah hingga atas.


'Sial dia tampan sekali'ucapku dalam hati.


"A..apa penampilan ku tidak bagus?"tanya Efendi yang mengetahui bahwa Arielle sedang meneliti penampilannya.


"Tidak,em lumayan juga penampilan mu" jawabku sambil membuang muka yang sudah sedikit merah kesamping karena tanpa sadar dia memuji Efendi dalam hati.


"Bohong"


Aku yang mendengar ucapan Efendi langsung menoleh menatap wajahnya lagi.


"Aku bohong, untuk apa?"tanyaku sambil mengangkat sebelah alisku.


"Habis kamu membuang wajah ke samping, sepertinya penampilanku buruk sehingga kamu membuang wajahmu ke samping"jawab Efendi sedikit sedih.


'Ya ampun aku jadi tidak tega melihat wajahnya'ucapku dalam hati.


"Gak ada untungnya buat ku membohongi mu"jawabku sedikit ketus.


"Baiklah, terima kasih sudah memujiku penampilan mu juga sangat cantik Arielle"puji Efendi.


"Hah?"aku bertanya kembali memastikan bahwa aku tidak salah dengar.


Efendi tersenyum misterius lalu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Arielle.


"Kamu juga sangat cantik sayang"


Aku yang mendengar bisikan Efendi seketika langsung menjaga jarak dari Efendi.


Tidak bisa di pungkiri sekarang aku salah tingkah, wajahku juga terlihat memerah.


"A..apa yang kamu lakukan, aku tidak menyuruhmu untuk berbisik di telinga ku!"


"Ya maaf, habis kan kamu nya juga gak denger hehe"kekeh Efendi lucu saat melihat Arielle yang salah tingkah, ini pertama kalinya dia melihat Arielle bersikap bebas seperti itu.


"Huh..yaudah ayo lah berangkat"ucapku berjalan duluan untuk ke depan.


Efendi hanya menggelengkan kepala pelan, tingkah Arielle sangat imut di matanya.

__ADS_1


Anime yang ada di pikiran author untuk Efendi dan Arielle:




Efendi menyusul Arielle dari belakang, dia tersenyum penuh arti dia berfikir bahwa Arielle sepertinya sudah sedikit tertarik padanya. Itu membuatnya bertambah semangat untuk menaklukan hati Arielle.


Sebelum Arielle membuka pintu belakang mobil Efendi telah mencegah nya terlebih dulu.


"Tunggu,kamu mau duduk di belakang?kenapa tidak di depan bersamaku?"


"Tidak aku lebih suka di belakang"jawabku datar.


"Baiklah kalau itu mau mu"Efendi hanya bisa menerima keputusan Arielle saat ini.


Efendi membuka pintu belakang mobil dan mempersilahkan Arielle masuk ke dalam mobilnya.


"Kau tidak perlu berlebihan, aku hanya menumpang"


"Tidak masalah asal itu kamu apapun akan aku lakukan, silahkan masuk nona cantik"ucap Efendi tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Terima kasih"aku menaiki mobil Efendi, lalu di susul dengan Efendi untuk mengemudi kan mobilnya menuju rumah Salsa.


****


Mobil Efendi telah terparkir di sekitar apar temen mewah, ternyata parkiran mobil hampir penuh karena tamu-tamu penting ayahnya Salsa banyak yang hadir.


"Kalian tamu di pesta ini?"tanya penjaga apartemen mewah pada Arielle dan Efendi.


"Iya pak"jawab aku dan Efendi secara bersamaan.


"Mana undangan kalian?"tanya penjaga apartemen.


"Eh, Salsa gak kasih kita undangan kok pak"jawabku jujur.


"Apa kalian pikir aku bodoh, orang yang tidak menerima undangan berarti kalian adalah pengacau pesta kuharap kalian berdua pergi sebelum ku laporkan!"ancam penjaga Arielle.


"Tapi pak kami sungguh-sungguh tidak mendapatkan undangan tetapi Salsa menyuruh kami datang ke sini!"ucapku tidak ingin di tuduh sebagai pengacau.


"Jika kalian berdua bersikeras ingin masuk tanpa undangan, aku akan malaporkan mu!"


"Ya laporkan saja pada bosmu itu yang pastinya adalah ayah dari temanku"ucapku sedikit kesal karena penjaga apartemen tetap menuduhnya sebagai pengacau.


Seorang wanita cantik datang menghampiri kami berdua yang sedang berbicara dengan penjaga apartemen.


"Ada apa ini ribut-ribut?"tanya Salsa yang masih belum menyadari bahwa orang yang tepat di depannya ini adalah Arielle dan Efendi, karena dia tidak memperhatikan dengan benar wajah Arielle dan Efendi.


Penjaga apartemen tesebut langsung tersenyum ketika Salsa datang.


"Nyonya muda mereka datang tanpa undangan, tuan sudah memperingati saya jika ada yang datang tanpa undangan untuk menyuruhnya pergi"


Salsa langsung memperhatikan kedua orang yang tidak memiliki undangan pesta tersebut.

__ADS_1


"Salsa kamu sama sekali tidak memberi kami undangan saat kamu mengajak kami ke pesta ayahmu"


"Efendi perempuan di sampingmu itu Arielle kah?"tanya Salsa.


"Tentu saja"


"Wah aku hampir tidak mengenalimu jika bukan karena suara mu, kalian berdua tampak luar biasa malam ini"puji Salsa pada Efendi dan Arielle.


"Terima kasih"ucap Efendi.


"Terima Kasih kamu juga cantik sekali Salsa"ucapku membalas pujian Salsa.


"Itu berlebihan sekali haha"Salsa merangkul lengan Arielle.


"Aku serius kok Salsa, kamu sangat cantik"ucapku lagi.


"Baiklah terima kasih ya"


"Pak dia adalah temanku jadi dia di perbolehkan masuk"ucap Salsa melangkah kedalam bersama dengan Arielle dan Efendi.


Sebelum dia melangkah lebih jauh dia berhenti tidak jauh dari penjaga apartemen.


"Oh ya dan jika ada 1 orang laki-laki seumuran kita tidak ada undangan, biarkan dia masuk karena dia juga temen aku namanya Fauzi, tanya juga namanya biar bapak gak salah orang"ucap Salsa langsung kembali melanjutkan perjalanannya, penjaga apartemen hanya mengangguk mengerti.


Salsa:



Salsa melirik Efendi dari samping, terlihat Efendi yang memancarkan aura ketampanannya. Tidak seperti yang Salsa bayangkan sebelumnya, penampilan Efendi terlihat lebih dewasa walau begitu Salsa tetap terpesona dengan penampilan Efendi sekarang.


Efendi merasa bila Salsa memperhatikannya, ia langsung menoleh kearah Salsa dan mata mereka saling bertemu.


"Kenapa menatapku?"tanya Efendi.


"Eh..eng..enggak apa-apa"jawab Salsa sedikit tergagap, wajahnya juga terlihat memerah karena ketahuan mencuri-curi pandang Efendi.


Efendi hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi, dia kembali fokus melihat jalan ke depan.


"Salsa memangnya kapan acara pestanya di mulai?"tanyaku sambil menoleh ke arah Salsa.


"Hm mungkin sekitar 20 menitan lagi, kita tunggu saja"jawab Salsa.


"Efendi kamu nanti mau berdansa denganku?"tanya Salsa sambil tersenyum.


"Sepertinya aku tidak akan berdansa, aku tidak bisa dansa hehe"ucap Efendi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku akan mengajarkan mu tenang saja"ucap Salsa lagi.


"Tapi.."Efendi menggantung ucapannya lalu memegang tanganku dan menarik ku hingga aku berada di pelukannya.


"Aku ingin di ajarkan oleh Arielle"


Wajahku sudah memerah karena malu, apa lagi dia memelukku di depan umum rasanya benar-benar ingin pingsan di tempat.

__ADS_1


__ADS_2