IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Lima Belas


__ADS_3

"Entahlah siapa yang bisa"ucap Arielle datar sambil memakan keripik kentangnya.


"Tentu saja aku yang bisa"Efendi tersenyum dengan percaya diri.


Aku tersedak keripik kentang karena ucapan Efendi. Lalu aku mengambil minuman yang ada di atas meja.


"Percaya diri sekali"


"Tentu saja aku pasti bisa, aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan menyerah begitu saja"


Aku yang mendengar ucapan Efendi sedikit malu. Entahlah dia serius atau tidak mengucapkannya tetapi itu berhasil membuatku sedikit salah tingkah.


"A..aku ingin tau apa yang akan kamu lakukan nanti"aku membuang muka kesamping sambil melanjutkan makan keripik yang sempat tertunda.


"Jangan lupa kita bersaing secara adil Efendi"Fauzi melipat kedua tangannya di sekitar perutnya sambil menatap Efendi tidak suka.


"Jadi kalian berdua menyukai Arielle?"tanya Farhan di sela perdebatan mereka berdua.


"Tentu saja!"jawab mereka berdua bersama an.


Farhan mengerutkan kedua alisnya dia masih tidak percaya ternyata Arielle dengan sifat yang cuek, tidak mudah bergaul justru menarik hati para pria.


Farhan menatap Fauzi, dulu dia sangat cuek seperti Arielle yang sekarang dan perasaannya juga tidak mudah di tebak ternyata menyukai Arielle juga.


"Fauzi sejak kapan kamu menyukai Arielle?"tanya Farhan lagi.


"Saat masih bersekolah di SMK"ucapnya sambil tersenyum.


"Be..benarkah?berarti saat itu kamu merelakan Arielle"


"Ya jika Arielle bahagia aku tidak akan ragu melepaskannya walau dengan orang lain sekalipun"jawabnya tegas sambil tersenyum, tetapi di balik senyumannya ada sebuah kesedihan yang mendalam.


"Ha..sudahlah jangan bahas soal ini terus"ucapku.


Keripik kentang yang aku makan sudah habis, lalu aku membuang bekas keripik itu di tempat sampah yang sudah di siapkan.


Aku beranjak dari bangku untuk masuk ke dalam rumah, tetapi sebelum aku memasuki rumah Efendi menghentikan langkahku.


"Arielle mau kemana?"


"Main game"jawabku singkat dan langsung melanjutkan langkah kakiku yang sempat tertunda.


"Akuu ikut, tunggu aku Arielle"Salsa juga beranjak dari duduknya dan menyusul Arielle ke dalam.

__ADS_1


Begitupun dengan Efendi dan Fauzi, mereka berlari menyusul Arielle ke dalam rumah.


"Aku harus mengakui skil Arielle bermain game benar-benar seperti pro player"ucap Dermawan di saat Farhan diam saja.


"Dia belum pernah bermain game dari sedari kecil, karena aku pernah di ceritakan oleh ayah ku Arielle sangat cerdas dia hanya fokus pada pelajarannya tidak ada waktu untuk bermain game."


"Wah memang hebat, dia bermain hanya mengandalkan kecerdasannya. Aku jadi ingin by one dengannya lagi"Dermawan tersenyum dan beranjak dari duduknya untuk menyusul Arielle ke dalam.


"Tunggu aku!"


Mereka semua pun akhirnya bermain game hingga waktu sore pun tiba.


Dermawan meregangkan pinggangnya karena merasa lelah, baru kali ini dia di kalahkan oleh seorang perempuan dalam bidang game.


"Aku merasa malu tidak bisa mengalahkan mu Arielle, aku seorang Youtober gaming tidak bisa mengalahkan perempuan yang bahkan baru bermain game"Dermawan menghela nafas dan tersenyum sambil mengelus kepala Arielle.


Aku menepis tangan Dermawan, lalu ber-sidekap dada.


"Menang kalah tidak ada bedanya bagiku"ucapku dengan wajah yang seperti biasanya, tanpa datar.


"Haha Arielle kamu memang hebat, ya walau menang kalah adalah hal yang biasa tetap saja kamu adalah orang pertama yang bisa mengalahkan ku saat by one"


"Terima Kasih telah memujiku"


"Arielle apa kamu tidak ingin mengantar kami sampai depan gang?"tanya Efendi tidak melepas rangkulannya di bahu Arielle.


Aku yang sedang di rangkul Efendi entah mengapa tidak ada niatan untuk melepaskan tangannya dari bahuku.


"Oke ayo aku akan antar kalian semua"aku tersenyum kecil.


Efendi melepas rangkulannya lalu menggandeng tangan Arielle di depan semua orang.


"He..hei apa yang kau lakukan"aku malu dengan tindakan Efendi yang menurutku sembarangan, apa lagi banyak mata temanku yang melihat.


'Kenapa dadaku berdetak tidak karuan begini, aku gak mungkin jatuh cinta dengan dia kan?!' aku bertanya-tanya pada diriku sendiri dalam hati.


"Le..lepaskan!"aku menarik tanganku hingga terlepas dari genggaman tangan Efendi.


Aku berlalu pergi keluar meninggalkan teman-temanku yang masih terdiam melihat kejadian tadi, terlihat jelas bahwa aku betingkah seperti seseorang yang sedang malu. Dan ini adalah pertama kalinya aku merasa perasaan ini lagi setelah sekian lama, tapi aku tidak boleh mengakuinya begitu saja.


Efendi mengejar Arielle yang berjalan cepat menuju luar, dan menarik pergelangan tangannya setelah Arielle berhenti ia melepaskannya.


"A..Arielle a..aku minta maaf tanpa sadar aku menggandeng tangan mu"wajah Efendi tersipu malu saat mengingat soal tadi.

__ADS_1


Aku juga sedikit merasa malu saat kembali membayangkan nya, lalu aku berusaha menetralkan kegugupan ku saat ingin berbicara dengan Efendi. Aku juga berusaha berekspresi datar lagi dan berbalik menatap Efendi.


"Ya jangan mengulangi nya lagi"ucapku datar.


"Iyah, tapi jujur ada perasaan bahagia saat aku menggandeng tangan mu"Efendi tersenyum seperti biasa.


Dadaku kembali berdetak kencang saat Efendi mengucapkan kata-kata itu.


"Sudahlah" Aku mengalihkan pandangan ke samping, aku tidak ingin wajahku yang sudah tersipu malu ketahuan olehnya.


Kebetulan teman-temanku juga sudah menyusul ku keluar.


"Arielle kamu sedang apa?"tanya Fauzi melihat Arielle tidak seperti biasanya membuang muka ke samping saat bersama Efendi.


Aku melihat ke arah teman-temanku dan tersenyum kecil.


"Tidak sedang ngapa-ngapain hanya memandang jalanan saja"jawabku.


"Apa ada sesuatu di jalanan?"tanya Fauzi lagi.


"Tidak ada sih,yasudah ayok kita jalan"


Aku berjalan santai sampai ke depan gang untuk mengantar teman-temanku, mereka semua me-ngikutiku dari belakang.


"Hei kalian semua nanti malam mau ikut ke pesta yang di adakan ayahku, di sana akan di hadiri dengan perempuan cantik dan laki-laki tampan kalian tidak akan menyesal datang ke pesta ayahku, aku akan bilang pada ayahku untuk mengundang kalian semua"


"Apa yang kamu maksud pesta dansa?"tanyaku.


"Yah ada pesta dansa, pesta minum teh, dan akan ada bagi-bagi hadiah bagi 5 orang yang beruntung nanti"Salsa menjelaskan tujuan pesta yang di buat ayahnya.


"Wah sepertinya menarik"ucap Efendi tertarik dengan pesta yang di adakan ayah Salsa.


"Nah makanya datang, pasti bakalan seru"ucap Salsa lagi.


"Gaun bebas kan?"tanyaku.


"Iyah bebas, kalian yang lelaki pakai tuxedo agar terlihat tampan."ucap Salsa lagi sambil melirik Efendi dan membayangkan untuk pertama kalinya melihat Efendi memakai tuxedo.


Bayangan Efendi di pikiran Salsa:


Seorang pria tampan yang menggunakan kacamata beserta membawa bunga Mawar yang masih segar, terlihat seperti seorang pesulap tapi itulah yang terlintas di kepala Salsa^^.


__ADS_1


__ADS_2