IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!

IPA VS IPS (Anak Kalem VS Anak Berandal)!
Lima


__ADS_3

Arielle dan Salsa berjalan keluar gerbang untuk meninggalkan kampus, Salsa sedikit berat meninggalkan kampus karena niatnya ia ingin menunggu sampai Efendi pulang lagi pula di rumah dia tidak ada kegiatan apapun.


"Anak seperti Efendi menurutmu bagaimana Arielle?"tanya Salsa sengaja ingin mengetahui apakah temannya ini menyukai Efendi atau tidak.


"Kenapa nanya yang gak penting?"aku balik bertanya.


"Aku cuma mau tau pendapatmu itu saja tidak lebih"


"Gak sopan"jawabku singkat tidak memperlihatkan ekspresi apapun.


"WHAT?!"teriaknya membuat kupingku bernaung-naung di dalam,aku langsung memukul kepalanya karena kesal.


"Aduhh.."Salsa memegang kepalanya yang sakit akibat pukulan maut dari Arielle,itu sudah membuatnya benjol tepat di atas kepala.


"kuping serasa mau pecah denger teriakan mu!"ucap Arielle datar.


"Iya maaf,jadi apa maksud perkataan mu gak sopan?"


"Tidak perlu tahu"jawabku.


Salsa tidak bisa berkata apapun lagi pada Arielle yang seperti tidak niat membalas pertanyaan nya dan tampaknya juga dari jawaban Arielle tadi seperti ada sesuatu yang di sembunyikan tetapi salsa tidak berani bertanya lebih jauh lagi.


Terlihat dari jauh seorang pria paruh baya melambaikan tangan sambil memanggil nama Salsa."Ayahku sudah jemput aku duluan ya Arielle"Izin Salsa sambil melambaikan tangan dan berlari menuju mobil ayahnya lalu masuk kedalam mobil.


Aku melihat jam yang melingkar di tangan sudah menunjukkan pukul 13.00 pas karena aku bekerja pukul 13.30 sekalian saja aku menuju supermarket tempatku bekerja menjadi kasir.


Pekerjaan ini bukanlah pekerjaan tetap,setelah aku lulus dari kuliahku aku akan berhenti dan melamar kerja menjadi guru sekolah SD maupun SMP.


Ayahku sudah menyuruhku agar tidak bekerja dengan kekayaan dia aku tidak bekerja pun tidak menjadi masalah karena semua kebutuhanku dapat terpenuhi.


Aku hanya ingin mandiri suatu saat aku tidak akan bisa mengandalkan ayahku secara terus-menerus aku harus bisa mempunyai potensi sendiri untuk pengalaman bekerja yang lebih baik kedepannya.


Pakaian kampusku telah tergantikan dengan pakaian khusus bekerja,aku berjalan menuju kasir yang sudah tersedia di dekat pintu masuk orang-orang ingin berbelanja.


Cukup ramai orang yang berdatangan untuk berbelanja karena pasar swalayan tempatku bekerja setiap seminggu dua kali selalu menyediakan promo untuk minyak,perendam pakaian,kecap dan lain-lain.


Mobil mewah terparkir di depan Alfamart aku menoleh untuk melihat orang yang akan turun.


Seorang pria tampan turun dari mobil dengan orang yang memegang kamera."Apa itu aktor film?"aku bertanya-tanya dalam pikiran.


"Oke guys aku sudah sampai di alfamart terdekat disini juga banyak menyediakan promo dan murah meriah"


Pria itu seperti sedang melakukan siaran langsung di tempat ku bekerja, sepertinya aku berfikir terlalu jauh kalau pria itu adalah seorang aktor film.

__ADS_1


Dengan langkah besar dia memasuki Alfamart tempatku bekerja lalu mendekat ke arahku.


Aku melihat ke arah pria itu dengan tatapan dingin, pria yang baru pertama kali mendapati tatapan dingin oleh seorang perempuan seolah badannya ikut merasakan hawa dingin.


Aku mengubah ekspresi wajahku dengan senyum lebar agar terlihat lebih sopan tetapi mataku tetap tersirat tatapan dingin.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"tanyaku.


Pria itu masih melamun belum menyadari keadaan sehingga seorang yang merekam perilakunya menepuk pundaknya.


"Tuan,katanya mau beli sesuatu"


Pria yang melamun itu terlonjak kaget sehingga melompat sedikit sambil mengusap-usap dadanya.


"Tu..tuan melamun?"


Pria itu menoleh kembali ke arah kamera."Maaf ya guys sepertinya aku sedang banyak pikiran hehe, baiklah kalau gitu kita lanjut ajah"


"Tolong bantu aku mencari semua keperluan di sini"ucapnya sambil menyerahkan selembar kertas pada Arielle.


"Baiklah tuan mari ikut"aku mengajak pria itu untuk membantunya membawa barang-barang berat karena beberapa dari pesanannya tidak akan kuat Arielle mengangkatnya.


Daftar Pesanan:


-5 dus mie instan rasa ayam bawang dan rendang.


-5 bungkus mie samyang hot chiken.


-Rinso Bubuk ukuran paling besar 3.


-Pewangi pakaian 5


-Ice cream tempat 6


-Snack apa saja pilih 12.


-Coklat Silver Queen 1


-Pepsodent 3 beserta sikat giginya.


-Susu anak 5 tahun 3 kaleng.


-Minyak wangi dan ghetsbi khusus cowok.

__ADS_1


-2 karung beras yang 10 kg,merek apa saja.


Dengan cepat aku mengambil apa saja yang di butuhkan di daftar pesanan, cukup melelahkan karena pesanan sang pria itu banyak sekali sudah ada setumpuk kan di depan tempat parkir itu membuat banyak orang menarik perhatian ke arah pria kaya tersebut.


"Cih pria kaya yang sombong!"aku kembali melihat daftar terakhir yaitu beras 10 kg 2 karung.


"Kamu bilang aku apa?!"tanya seorang pria di belakangnya.


Aku langsung menoleh dan mendapati pria itu sudah berada di belakangku, tetapi sejak kapan dia ada di belakangku aku sama sekali tidak menyadarinya.


Senyumanku mengembang dan tidak menunjukkan ketegangan walau sudah ketahuan oleh si pria kaya ini.


"Kamu sangat sombong tuan"


Pria yang ada di depannya kaget, ia tidak pernah menyangka Arielle akan jujur tanpa di paksa bahkan sangat tenang saat mengakuinya. Biasanya jika ada yang mengkritik buruk tentang dirinya mereka akan berbohong dengan bilang dirinya terbaik. Itu sudah biasa dan dia tidak akan pernah percaya pada orang yang sering berbohong walau dia berkata jujur sekalipun.


Pria ini di kenal dengan nama Dermawan sebelumnya dia bukanlah orang kaya tetapi semenjak ia berusaha menjadi seorang Youtuber tidak pernah menyangka akan sesukses sekarang.


"Oh ya gadis kecil, kamu sangat berani!"


"Gadis kecil?bahkan umur mu dan aku mungkin tidak berbeda jauh"


"Kamu tau siapa aku?"tanyanya.


"Tidak peduli"jawabku dingin.


Arielle benar-benar membuat Dermawan kesal, sebelumnya tidak ada perempuan yang tidak terpesona padanya apa lgi bersikap dingin. Perempuan seperti ini sangat langka, Dermawan jadi merasa tertarik dengan Arielle.


Tiba-tiba saja seseorang menyebut-nyebut nama pria itu karena sudah cukup lama ia tidak kembali ke depan.


"Arielle kamu tunggu saja konsekuensinya"ancamnya tersenyum menyeringai.


Aku hanya diam tidak peduli dengan ancaman pria yang tidak di kenalnya, mengapa dia bisa mengenalku karena setiap karyawan mempunyai tanda pengenal yang di pakaikan pada baju.


Dermawan membawa satu karung beras menuju keluar, karena sangat berat pundaknya menjadi sangat nyeri


"Kamu ambilkan satu karung beras lagi"perintah Dermawan sambil memijat-mijat pundaknya.


Dermawan kembali menghampiri Arielle di meja kasir untuk membayar tagihan.


"Nih"Dermawan menyerahkan kartu atmnya.


Aku menggesek kartu itu lalu keluarlah selembar kertas harga-harga semua belanjaannya, aku merobek dan memberikannya pada Dermawan yang masih menatapku lekat.

__ADS_1


"Kita akan bertemu lagi gadis kecil.."


Dermawan akhirnya berlalu keluar dan masuk kedalam mobil, mobil itupun melesat dengan cepat ke jalan raya.


__ADS_2