Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Obsesi yang Menggelora


__ADS_3

Obsesi Alfares pada Alia begitu besar, di tambah sejak pertemuan pertama kali dengan gadis tersebut, Alfares berkeinginan untuk mendapatkan Alia.


Bahkan tanpa Alia sadari, Alfares selalu memperhatikan Alia dari kejauhan, dan dari kejadian sebelumnya Alfares merasa akan sangat mudah untuk mendapatkan Alia, ditambah ia sedang memainkan peran sebagai Calon Suami Alia.


Kesalah pahaman tersebut sangat bagus untuk Alfares, dengan begitu keinginannya untuk mendapatkan Alia menjadi tidak terlalu sulit.


"Tunggu Saja Alia, sebentar lagi" Alfares menatap Alia yang tengah menjemur dari kejauhan


Sepulangnya dari melihat Alia, Bi Tuti mendadak ingin berhenti dari pekerjaannya, dikarenakan ia harus mengurus orang tuanya di kampung yang sudah renta.


Jujur saja Alfares merasa sangat sedih saat itu, apalagi Bi Tuti sudah menemaninya selama 5 tahun terakhir, namun Alfares tidak bisa memaksakan Bi Tuti, apalagi hal itu berhubungan dengan orang tua Bi Tuti.


Setelah Bi Tuti pergi, Alfares merasa kesepian saat itu, namun hal itu tidak lama, apalagi saat mengingat Alia.


Siang itu Alfares berencana untuk mendatangi Alia, mobil berjalan melaju kearah kediaman Alia, namun saat masih di perjalanan, tidak di sangka Alfares bertemu Alia.


Alfares melihat Alia nampaknya sedang mencari pekerjaan, asumsi itu berdasarkan dokumen yang di pegang Alia. Alfares segera menawarkan pekerjaan dirumahnya, awalnya Alia menolak tawaran tersebut, namun beruntung Alia memikirkannya kembali.


Beberapa hari semenjak kedatangan Alia di kediaman Alfares, membuat Alfares tidak tahan untuk menyentuh Alia, namun hal itu berusaha di tahan.


"Sialan... Kenapa aku begitu terobsesi pada wanita galak ini!." Tanya Alfares dalam hati


Untuk pertama kalinya Alfares jatuh cinta pada seorang wanita, Alfares sangat tidak sabar untuk mendapatkan Alia, bahkan jika Alia menginginkan uang, Alfares pasti akan memberikan segalanya.


Melihat Sifat Alia, nampaknya hal itu tidak berguna, dibandingkan mendapatkan Alia dengan sebuah kekayaan, dan formalitas. Alfares justru ingin mendapatkannya secara perlahan.







__ADS_1







"Buk kami berangkat dulu" Alia nampak telah siap, untuk segera tinggal bersama suami barunya.


"Iya nak. Kalian yang akur ya?. Nak Alfares tolong jaga Alia untuk ibu ya"


"Iya buk tenang aja, saya bakal jagain Alia, sepenuh hati saya"


Seorang gadis remaja nampak keluar dari rumah, dengan wajah tersenyum


"Kak nanti Lara boleh kan datang?"


"Iya boleh, kapanpun kalian mau". Alia tersenyum pada Lara


Keduanya segera masuk kedalam mobil, dan mobil bergerak meninggalkan rumah lama Alia, Si Ibu dan Lara nampak melambaikan tangannya.


Perlahan mobil melewati rumah demi rumah, hingga akhirnya sampai di jalan raya, suasana yang sebelumnya sepi, jadi lebih ramai oleh kendaraan.


Sepanjang perjalanan Alia tidak berbicara sepatah katapun, Alfares hanya diam saja, baginya tak masalah, asalkan keinginannya untuk mendapatkan Alia telah terpenuhi.


Sesampainya di kediaman Alfares, Alia segera keluar, pintu di buka oleh Alfares, Alia keluar dengan wajah juteknya.


"Selamat datang" jawab Alfares


"Bodo amat"


Alia segera berlari kedalam rumah, sementara penjaga mengangkat barang-barang Alia, Alfares berjalan mengikuti Alia.


"Kamu ngapain ngikut?" Alia menghentikan langkahnya

__ADS_1


"Ya kan ini rumah aku" balas Alfares


"Sana kalau mau jalan duluan" Alia membukakan jalan


"Gak mau"


"Kamu maunya apa sih!?." Alia semakin kesal


"Aku maunya kamu"


"Gak usah gombal, udah basi," Alia segera melanjutkan langkahnya menuju kamar lamanya


Saat ingin memasuki kamar, Alfares segera menghalangi Alia, dengan langsung berdiri di depan.


"Kamu kenapa sih!!"


"Mulai sekarang... Kamu tidur di kamar aku, kita kan udah suami istri"


"Gak mau!!!" bentak Alia


"Aduh... Kalau aku kasih tau ibu... Kamu mau?"


"Kamu!!!" Alia menunjuk wajah Alfares


Alfares hanya tersenyum sambil memandangi Alia, namun sebaliknya Alia nampak kesal dengan hal itu.


Tanpa banyak bicara Alia segera berjalan menuju kamar Alfares, yang akan menjadi kamar Alia, koper Alia nampak sudah di taruh di dalam kamar, Alia segera masuk.


Namun saat Alfares ingin ikut masuk.


BUKKK!!!


Pintu seketika di tutup, Alfares terhenti langkahnya akibat di halangi oleh sebuah pintu


"Loh aku belum masuk"


"Gak usah masuk, kamu diluar sana" Teriak Alia dari dalam.

__ADS_1


Alfares mengalah, ia lebih memilih membiarkan Alia sendiri, tak masalah baginya, karena perlahan demi perlahan, Alfares akan membuat Alia sendiri yang mendatanginya.


__ADS_2