Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Kencan


__ADS_3

"kamu gapapa gak kerja?" Tanya Alia


Alia dan Alfares berada di dalam sebuah mobil, keduanya baru saja meninggalkan tempat Alfares bekerja, dan menuju sebuah tempat.


"Ya gak masalah, lagian aku bossnya"


"Mentang-mentang boss, jadi belagu gitu ya" Alia sambil memperhatikan sekitar


"Bisa gak, kalau ngomong itu muji gitu, bukanya malah nyinyir mulu"


"Terserah, yang punya mulut kan aku" Timpa Alia


"Jutek banget jadi cewek"


"Kita mau kemana sih sebenarnya" Tanya Alia


"Mau ke mall, cariin pakaian kamu"


"Aku kan lagi gak butuh baju baru" balas Alia


"Iya tau, tapi masa semua celana kamu jeans gitu, di tambah bajunya sama semua"


"Ya aku gak mau ribet milih, lagian bajunya masih bagus semua"


"Udah kamu nurut aja, atau aku laporkan ke ibu" Alfares dengan nada mengancam


"Kenapa sih bawa ibu mulu!"


"Ya kalau gitu kamu gak bakal mau" Alfares tersenyum bahagia


Alia nampak cemberut menanggapi hal itu, namun dia juga tidak bisa membantah, yang ada ia akan di laporkan pada ibu.


Setelah beberapa saat, keduanya nampak telah sampai di tempat tujuan, sebuah mall yang begitu besar. Setelah turun keduanya langsung berjalan menuju dalam, tujuan pertama yang di tuju ada toko yang menjual segala kebutuhan wanita, mulai dari pakaian hingga sepatu.


"Yuk kita kesitu dulu" Alfares menunjuk sebuah toko baju


Alia hanya mengangguk, dan mengekor di belakang Alfares


"Silahkan mau di pilih baju yang mana?" Alfares merentangkan tangannya

__ADS_1


"Emmm,, celana jeans, sama baju kaos aja" Alia menunjuk


"Ya ampun!!, Masa itu mulu sih, kamu ini gak ada selera fashion ya?" Tanya Alfares dengan raut bingung


"Utamakan fungsi, bukan gengsi"


"Iya tau tapi... Agh... Yaudah lah, mbak cariin baju yang cocok buat istri saya" ucap Alfares pada pelayan toko


"Baik!, Mari mbak ikut saya"


Pelayan tadi segera membawa Alia untuk memilih beberapa baju, dan sesekali merekomendasikan sebuah baju yang cantik, namun tetap saja Alia nampak tidak terlalu mengerti


"Terserah mbak nya aja deh, yang menurut mbak bagus,"


"Baik, kalau gitu dress biru ini cocok, silahkan di coba dulu di sana"


Alia segera mengganti bajunya, dengan yang di pilih pelayan tadi, namun sedikit sulit rasanya, meski begitu Alia nampak berhasil mengganti bajunya.


Alia segera keluar dari tempat ganti, Alfares sudah menunggu diluar, Alia berjalan dengan lenggak-lenggok.


Alfares terkagum saat melihat pakaian yang di gunakan Alia, entah kenapa rasanya seperti ini lah cocok dengan Alia, namun saat melihat kaki Alia, Alfares seketika terdiam.


"Singkat aja, sepatunya gak enak, bisa pake sendal aja gak sih?"


"Gak!, Lagian bakalan aneh tau gak" balas Alfares


"Tapi sepatunya gak enak benar jalanya"


"Hah... Mbak bisa cariin sepatu hak tinggi yang gak terlalu tinggi?, Apa aja deh hak tengah kek apalah" ucap Alfares


"Baik!, Masih ada kok yang gak terlalu tinggi,"


Pelayan tadi segera mengambil sepatu hak tinggi yang baru lagi, dan segera memberikan itu pada Alia.


"Tuh coba dulu" Suruh Alfares


Alia segera mencoba yang baru, dan benar saja rasanya sekarang jauh lebih nyaman dari yang tadi.


"Gimana rasanya"

__ADS_1


"Ya lebih lumayan lah, kaki gak terlalu jinjit juga rasanya"


Setelah selesai memilih sepatu dan baju, Alfares kembali menyuruh Alia untuk mengenakan berbagai pakaian, namun karena dirasa semua bagus, Alfares membeli semuanya.


"Totalnya 13 juta" Ucap Kasir


Alfares mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya, dan memberikan pada kasir tadi, kartu pun di gesek setelah itu di kembalikan.


Keduanya kembali meninggalkan Toko tadi, Alia nampak masih menggunakan sepatu dan dress yang pertama di beli tadi.


"Mahal banget sih, gila itu bisa buat makan bakso sebulan loh"


"Lebay amat, lagian untuk kamu gak ada yang mahal" Ucap Alfares


"Gak usah gombal, mau muntah dengarnya"


Sedari tadi di mall, Alia nampak risih dengan sekitarnya , bagaimana tidak, semua orang nampak selalu memandang kearah Alia.


"Orang-orang pada kenapa sih, ngeliat mulu dari tadi, apa ada yang aneh sama wajah ku?" Alia memegang bagian wajahnya


"Bukan itu, mereka ngeliat kamu karena cantik, masa gitu aja gak ngerti?"


"Kalau itu sih aku udah tau, sekarang kita mau kemana?" Alia nampak memandang sekitar


Saat sedang melirik sekitar, seseorang nampak menyapa Alfares, suara itu dari seorang pria.


"Alfares!"


Alfares menoleh, "Gio?, Lama gak ketemu"


Alfares berjalan mendekati Gio, teman lama Alfares, yang sudah lama tidak ada kabar, keduanya segera berjabat tangan, dengan senyuman di wajah.


"Wih sekarang, gimana?" Tanya Gio pada Alfares


"Ya masih gitu-gitu aja sih, kamu kemana selama ini?, Kok gak ada kabar?"


"Yah biasalah aku nerusin bisnis Ayah di Luar negeri" Gio sambil merapikan bajunya


"Wih hebat dong sekarang, gak nyangka orang kayak kamu"

__ADS_1


__ADS_2