Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
manja ria


__ADS_3

" Selamat pagi sayang.." Alfares datang kedapur lalu memeluk Alia dari belakang.


Alia menghela nafas, rasanya ia ingin sekali memukul Alfares, namun dikarenakan ia selalu di ancam, maka lebih baik tidak. "Selamat pagi.. juga.. bisa gak gak usah ganggu dulu?. Aku lagi masak soalnya"


Alfares tak perduli dengan permintaan Alia, bahkan Alfares tanpa perduli langsung mencium kepala belakang Alia. "Gak mau... Aku mau meluk kamu terus" sambil sedikit tersenyum.


"Alfares.. kamu bis-" ucapan Alia seketika terhenti oleh Alfares. "Hmmm manggilnya?" Ucap Alfares dengan lembut "Hah... Mas Al, bisa jauh sebentar gak?. Saya lagi sibuk mau masak dulu?, Kalau Mas Al gak jauh, nanti bisa-bisa kepala Mas yang gak sengaja saya rebus?" Jawab Alia dengan senyum di paksakan.


Alfares bergidik ngeri mendengarnya, dan langsung saja ia melepaskan pelukannya pada Alia. "Ehmm.. ya baiklah, karena kamu lagi sibuk masak, jadi aku pergi dulu, biae ehmm.. kamu gak terganggu"


Alia masih tersenyum dengan ekspresi di paksakan. "Bagus kalau begitu jangan ganggu dulu ya.." Alia segera melanjutkan memasaknya, sementara Alfares berjalan kearuang tamu menunggu.


Sifat Alfares seperti ini sudah terjadi semenjak dua hari yang lalu. Semuanya dikarenakan perkataan Ibu, yang mengatakan kalau istri itu harus patuh pada suami. Jadi semenjak saat itu, saat Alia bersikap jutek. Alfares selalu mengulangi perkataan ibu beberapa hari lalu.


Jujur saja, sebenarnya Alia agak risih dengan sikap Alfares padanya, namun mau bagaimana lagi, ditambah dengan banyak jasa Alfares pada Alia. Membuat Alia tidak bisa bersikap jutek padanya.


***

__ADS_1


Ponsel Alfares berdering dari saku celananya, ia penasaran dengan siapa yang menghubungi. Dan setelah dilihat ternyata Gio yang menelepon.


"Halo?, Ada Gio?" Tanya Alfares


"Halo Fares. Jadi begini kamu besok ada waktu luang gak?" Tanya Gio


Alfares menatap langit-langit, bibirnya di tenggelam dalam-dalam, dan berpikir sesuatu. "Emm.. enggak kok. Memangnya ada apa?"


"Jadi begini. Besok ada acara di rumah aku. Acara penyambutan kepulangan aku kesini"


"Oh begitu?. Jadi maksudnya kamu, kamu mau kami datang kesana?" Tanya Alfares dengan yakin.


Alfares menatap Alia yang tengah memasak di dapur, Alfares tersenyum sekejap dan kembali dalam obrolan. "Bisa kok. Jadi kapan acaranya?"


"Besok malam, nanti aku kirim alamatnya." Balas Gio


"Oke Siap. Besok kirim aja lokasinya, kami pasti datang besok kok"

__ADS_1


Alfares menutup telponnya, ia berjalan menghampiri Alia yang tengah sibuk memasak di dapur. "Sayang..!" Panggil Alfares sambil menghampiri Alia.


Alia menghela nafas, dan mengarahkan kepalanya keatas. "Hah... Ada apa lagi Mas Alfares!?" Alia tersenyum paksa menghadap Alfares.


"Jadi begini. Besok kita bakalan menghadiri acara" ucap Alfares.


Alia mengerutkan alisnya. "Acara apa?"


"Besok di tempat Gio ada acara penyambutan kepulangan dia. Jadi dia tadi nelpon"


"Hah.. harus banget ya?" Tanya Alia.


"Ya harus dong. Memangnya kenapa sih, kamu kok kayak gak suka begitu?"


"Ya emang sih. Soalnya aku kayak ngerasa gak suka aja"


Alfares menghela nafas, dan mendekati Alia lalu memegang kedua pundaknya. "Gak boleh begitu, lagi pula dia orang baik kok. Aku jamin soalnya aku dari kecil temenan sama dia"

__ADS_1


Alia segera menepis tangan Alfares dari pundaknya. "Iya tau. Tapi tetap aja aku ngeliat dia kayak bukan orang baik"


"Udah gak usah pikiran yang aneh-aneh. Kamu tenang aja pokoknya, dia orang baik"


__ADS_2