Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Galak


__ADS_3

Seperti ucapan Alia kemarin, bahwa pagi ini ia akan memasak sesuatu yang berbeda. Pagi ini Alia memasak sebuah sop hangat, yang baunya saja bisa membuat yang menciumnya lapar.


Alfares sudah dengan setelan rapinya, menuruni anak tangga. Sembari memasang dasi, Alfares berjalan menuju meja makan.


Semuanya telah di siapkan, Alia nampak cekatan dalam mengerjakan sesuatu, meski sifatnya agak mengerikan, untuk seukuran wanita mungil.


"Baunya enak!. Masak apa?."


"Masak sop ayam. Cepetan makan mumpung lagi panas"


Baunya sangat harum, Alfares yang menciumnya malah semakin lapar dibuatnya, hal pertama yang di rasakan adalah kuah.


Srupppp


"Enak!. Gak sia-sia aku suruh kamu kerja di sini" Alfares menggelengkan kepalanya


"Iya udah tau. Eh iya dari kemarin aku liat di rumah kamu gak ada siapa-siapa?. Selain penjaga?"


"Oh itu. Ya sebenarnya ada juga pelayan lain, namanya bu Tuti, tapi lagi ada urusan. Dikarenakan dia ada masalah gitu sama keluarganya."


"Kamu punya saudara?" Tanya Alia


"Iya, punya adek dua, semua perempuan, semuanya ikut sama Bunda"


"Kemana?."


"Ya pergi. Semenjak kematian Ayah, dia pergi. Terus adek Perempuanku semuanya di bawa, selain aku"

__ADS_1


"Emangnya kamu kenapa di tinggalin?"


Alfares sejenak terdiam, namun tiba-tiba kembali tersenyum


"Katanya karena aku ganteng"


Setelahnya Alia berhenti bertanya, dan membiarkan Alfares menghabiskan makanannya. Setelah selesai, Alfares pun bergegas untuk berangkat bekerja.


"Aku kerja dulu. Nanti sore atau malam baru pulang"


"Iya"


Alfares mengendarai mobilnya menjauh, Alia pun kembali kedalam rumah, untuk melakukan tugasnya yang lain. Jujur awalnya Alia bingung ingin ngapain lagi, apalagi tugasnya cuma masak, jadi karena tidak tahan cuma berdiam diri. Alia melakukan beberapa pekerjaan, seperti menyapu, beres-beres, mencuci dan menjemur pakaian Alfares.


Dan tidak lupa untuk membeli kebutuhan rumah. Seperti beberapa sayuran, daging, dan bumbu dapur, Alia tidak mengeluh ketika melakukan semuanya, dikarenakan ia sudah terbiasa saat dirumah.


"Jadi dia tinggal sendiri di rumah sebesar ini?"


Alia perlahan melihat beberapa foto, semuanya foto Alfares sendiri. Paling cuma ada foto Alfares dan pria tua yang sepertinya Ayah Alfares.


"Gimana rasanya hidup sendiri?."


Setelah selesai berkeliling, Alia hanya duduk menonton tv, lagi pula Alfares sendiri yang bilang. Jika bosen Alia boleh melakukan apapun yang ia suka.


"Apapun?. Ngomongnya gitu banget, nanti di curi barangnya ribut" Alia sambil menonton


Seharian menonton tv membuat Alia lupa waktu. Tanpa sadar hari sudah sore, yang pasti tidak lama lagi, Alfares akan kembali. Namun untungnya semuanya telah di siapkan, jadi Alia tinggal memasak untuk makan malam Alfares.

__ADS_1


Sibuk dengan memasak, hingga tak sadar waktu telah gelap. Alia segera menyiapkan semuanya di atas meja makan, suara mobil dari depan terdengar, menandakan Alfares telah kembali.


Alfares berjalan masuk, semuanya nampak telah bersih dan rapi. Bahkan saat masuk saja bau makanan telah tercium, Alia nampak telah berdiri di dekat meja makan.


"Akhirnya pulang juga..." Alfares segera duduk


"Kalau gitu kamu makan dulu" Alia beranjak pergi


"Tunggu dulu"


"Kenapa?. Ada yang kurang?."


"Kamu udah makan?"


"Aku bisa nanti, kalau kamu sudah selesai",


"Kalau gitu disini aja langsung makan bareng. Lagian gak ada siapa-siapa"


"Kamu yakin?"


"Siapa yang gak yakin, apalagi ditemani wanita cantik"


Alia nampak menatap Alfares tanpa senyuman. Sehingga membuat Alfares menghentikan tawanya


"Bercanda!. Sini makan sama-sama"


Alia akhirnya bergabung dengan Alfares, rasanya ini adalah pengalaman Alia makan dengan seorang pria, karena biasanya makannya bersama sang ibu

__ADS_1


__ADS_2