Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Salah Paham


__ADS_3

"Alia.. ini siapa?" Sang Ibu menunjuk Alfares


"_jadi namanya Alia?. Cantik juga."_


"Saya Alfares buk" Alfares segera menyalami tangan ibu Alia


"Ya ampun Alia... Ibu gak nyangka kamu bawa calon suami!" Sang Ibu nampak bahagia sambil mengelus tangan Alfares


"Buk. Itu ib-" ucapan Alia terpotong


"Syukurlah kalau kamu udah punya calon suami, ibu senang dengarnya. Ibu udah berharap banget anak gadis ibu menikah.. apalagi uhuk-uhuk" sang ibu seketika menghentikan omongannya akibat batuk


"Emmm. Buk udah ibu duduk dulu" Alia memegang ibunya sambil mengiringi kearah kursi.


"Ibu duduk dulu ya, Alia ambilkan air putih" Alia nampak khawatir dan segera bergegas kedapur untuk mengambilkan segelas air putih.


"Nak Alfares duduk sini Nak."


Mendadak Alfares yang tidak tau apa-apa hanya mengikuti perintah si ibu.


"Jadi nak, kalian udah berapa lama?."


Alfares nampak kebingungan dengan apa yang harus ia jawab. Ia takut jika ia memberi tau ibu Alia, kalau mereka berdua tidak ada hubungan apa-apa. Bisa-bisa nanti ibu Alia terkena serangan jantung, pikir Alfares dalam hatinya.


"Emm, udah lumayan lama kok buk" Alfares mengangguk


"Syukurlah, ibu senang dengarnya, untung aja ada Pria yang mau sama si Alia"


"Memangnya Alia kenapa buk?" Alfares nampak penasaran


"Ya itu. Sifatnya yang kalau sama orang, main ngomong seenaknya. Apalagi kalau sama laki-laki."


"Oh gitu ya buk?."


"Tapi nak, Alia itu sebenarnya anaknya baik kok. Dia kayak begitu sama laki-laki, karena dia ngerasa semua laki-laki itu kayak bapaknya dulu. Padahal kan gak semuanya begitu"


Alfares hanya mengangguk mendengar cerita tadi. Dan Alia nampak telah datang sambil membawakan air putih untuk sang Ibu.


"Buk minum dulu, ini obatnya juga" Alia menyodorkan obat


"Iya makasih Nak." Sambil meminum obat yang diberikan Alia

__ADS_1


"Jadi kapan kalian menikah?." Sambil menatap Alia dan Alfares


Seketika mendengar hal itu, membuat keduanya jadi kelabakan dibuatnya. Alia nampak bingung harus menjelaskan semuanya pada si ibu.


"Ibu tenang aja. Secepatnya"


Alfares tersenyum sambil, menggenggam tangan ibu Alia. Si ibu nampak bahagia mendengar perkataan itu, namun berbeda dengan Alia, yang justru nampak kaget.


"Kam-"


"Iyakan sayang?." Alfares tersenyum kearah Alia


Alia seketika ingin marah, namun tertahan, apalagi saat melihat si ibu tersenyum ke arahnya


"Emmm... I-iya" Alia terpaksa tersenyum.


"Ibu senang dengarnya, takutnya umur ibu gak lama lagi"


"Buk jangan ngomong gitu, ibu mau ninggalin Alia sendiri?." Alia nampak khawatir dengan ucapn si Ibu


"Ya kan sudah ada... Namanya siapa?" Si ibu dari wajah tersenyum menjadi wajah penasaran.


"Oh Alfares... Ganteng ya kayak orangnya"


"Makasih buk" Alfares nampak senang dengan perkataan tadi


"Yaudah ibu tinggal dulu. Mau masak dulu"


"Biar Lia aja buk?."


"Gak usah. Kamu temanin Alfares disini, biar ibu aja" sembari berjalan meninggalkan Alia dengan Alfares berdua. Alfares nampak tersenyum melihat sang ibu yang pergi


"Ehh!!."


"Kenapa?." Alfares nampak terkejut


"Pake nanya lagi. Maksudnya kamu tadi apa ngomong begitu sama ibu?."


"Ya gitu"


"Gitu apaan?. Ibu jadi salah paham kan?."

__ADS_1


"Ya kalau aku jelasin yang sebenarnya, bisa aja kan ibu kamu jadi kecewa, ditambah dia kayaknya ada penyakit. Bisa aja kalau aku kasih tau, dia kaget, terus hal yang gak di inginkan terjadi?."


"Maksudnya kamu apa ngomong gitu " Alia menggenggam kerah baju Alfares


Alfares nampak mengangkat tangannya, takutnya Alia melayangkan tinjunya ke wajah Alfares.


"Ya kamu juga tadi, ngapain malah mau ikut bohong juga, kenapa gak jelasin sendiri"


Alia nampak terdiam dengan yang di ucapkan Alfares, rasanya benar juga, kenapa sedari awal tidak dijelaskan, bukanya malah ikut-ikutan berbohong.


"Hayoo. Gimana?, Masa kamu mau bilang yang sebenarnya sekarang, udah lambat loh."


"A-aku bakal jelasin ke ibu nanti"


"Ya terserah, tapi kamu gak kasihan ngeliatnya"


Alia menatap sang ibu yang berjalan menuju dapur


"Mm.. terus gimana" Alia nampak bingung sambil sedikit malu


"Yaudah kita jalanin aja dulu. Lagian kamu gak bakal nyesel sama pria kayak aku" Alfares dengan bangga membicarakan dirinya


"Apaansih. Gak usah lebay, ingat ya, aku ngelakuin ini cuma karena ibu"


"Iya tau. Yaudah sekarang kita tukeran kontak"


"Huh??. Buat apa juga ngasih nomor aku ke kamu?"


"Ya kamu gimana sih. Biar lebih realistis ya harus gini?. Apa mau ibu nanti curiga?, Katanya calon suami tapi kok gak tau kontaknya. Hayoo mau ibu tau?"


"Iya gak mau. Nih catet aja sendiri" Alia memberikan ponselnya


"Oke sip"


"Yaudah kamu pergi sana"


"Aku di usir?"


"Iya di usir, udah pergi sana, bikin bete liat muka kamu"


Alfares hanya tersenyum, dan segera pergi kembali ke mobilnya, dan meninggalkan tempat tinggal Alia. Sementara Alia segera masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2