
Sesampainya di rumah sakit, Alia dan Alfares segera berjalan menuju kedalam, setelah bertanya letak ruangan sang ibu, keduanya segera menuju ketempat ibu berada.
Dan saat sampai, Alia terkejut saat melihat kondisi sang ibu yang nampaknya telah baik-baik saja, bahkan saat ini tengah duduk mengobrol dengan Lara, sambi diberikan sebuah buah.
"Ibu!, Ibu gak apa-apa?" Lara berjalan mendekati sang ibu lalu memeluknya
"Alia?, Ibu gak apa-apa kok, sudah baikan, dan juga ibu mau terimakasih sama Nak Alfares, udah ngirimin anak buahnya buat ngantar ibu ke rumah sakit"
"Sama-sama buk, lagi pula udah kewajiban saya, apalagi sekarang Alfares udah jadi suami Alia, jadi Alfares juga punya tanggung jawab buat bantuin Ibu" Alfares dengan raut tersenyum
"Ibu kenapa kok sampai bisa kayak begini keadanya?" Tanya Alia
"Ibu cuma kecapean, kemarin habis bersih-bersih" sambil mengelus pundak Alia
"Iya kak, untung pas pulang sekolah Lara lihat",
Alia mengangguk, dan rasanya juga begitu lega saat tau keadaan ibu sudah baikan
"Buk lain kali jangan lakuin kerjaan yang berat-berat, ibu harus sering istirahat, Alia gak mau sampai ibu kenapa-kenapa" Alia nampak khawatir
__ADS_1
"Iya ibu tau, ibu bakal hati-hati lain kali"
"Makasih ya Lara, udah nemenin ibu di, kalau gak ada kamu Kakak khawatir ibu kenapa-kenapa" Alia menoleh kearah Lara
"Iya kak tenang aja"
Perasaan Alia akhirnya terasa lega, saat melihat kondisi ibu yang sepertinya baik-baik saja, bahkan seharian penuh Alia gunakan untuk merawat sang ibu, sementara Alfares juga membantu untuk merawat.
Melihat ibu yang tengah tertidur, Alia dan Alfares memutuskan untuk keluar, agar tidak menggangu ibu yang tengah istirahat, dan Lara ia tetap berada di dalam, untuk menunggu dan menjaga.
Alfares dan Ali berjalan di lorong rumah sakit. "Makasih untuk semuanya, aku gak tau harus bagaimana lagi membalas kebaikan kamu" ucap Alia
"Apa kamu yakin sama perasaan yang kamu bilang?, Bukanya kita menikah-"
Alfares memotong ucapan Alia, dan langsung mengatakan perasaannya saat itu juga. " Aku Cinta sama kamu!" Ucap Alfares tanpa ragu sedikit pun
"Apaansih, gak usah bercanda, lagian... Mana mungkin, mana mungkin kamu suka sama aku, apalagi sikap aku ke kamu" dengan sedikit ragu
"Tau dari mana kamu aku bercanda?. Aku sudah suka sama kamu dari awal Alia!," Alfares mendekatkan wajahnya
__ADS_1
Keduanya saling memandang satu sama lain, Alia yang mendengarnya membuat wajahnya merona seketika, Alia masih terlalu malu untuk membahas hal seperti ini, di tambah Alia malu dengan pengakuan Alfares.
Dan dengan Cepat Alia berjalan meninggalkan Alfares. Sementara Alfares hanya tersenyum mengejar Alia. "Jangan lari terus!, Di kasih tau kok malah kabur"
***
"Gina!. Kamu sudah berapa kali bunda bilang!, Jangan mabuk terus!, Kamu perempuan Gina!" Seorang wanita nampak membentak anaknya yang bernama Gina.
Mata Gina memutar, seolah tak mendengarkan ucapan itu, Gina segera berjalan menuju kamar, kondisi Gina cukup berantakan, rambutnya acak-acakan, sementara wajahnya begitu kusam.
"Udah pulang nih" seorang wanita lagi muncul dari kamar samping Gina
"Gak usah ikut, sekolah aja yang benar" Gina pergi lalu masuk kedalam kamar
"Ih gitu amat, lagian Sella gak akan jadi kak Gina!" Sella berjalan turun kebawah menghampiri sang bunda
"Dimana kakak mu itu!?," Bunda dengan raut sedikit emosi
"Di kamar" balas singkat Sella
__ADS_1
Bunda hanya terdiam, dan menghela nafas panjang setelah melihat kelakuan putrinya itu, sudah tak habis pikir rasanya, apalagi Gina begitu keras kepala untuk di kasih tau.