
"Tuan Alfares" Buk Tuti mendekati Alfares
"Kenapa bi?"
"Saya mau ijin untuk berhenti bekerja" jawab bi Tuti
"Loh kenapa bi. Bibi ada masalah selama kerja?"
"Bukan begitu, cuma bibi mau lebih fokus ngurusin orang tua bibi di kampung, apalagi mereka udah cukup tua, lagi pula bibi udah ngerasa punya cukup uang Untuk mengurus orang tua bibi"
Alfares nampak mengerti akan maksud dari ucapan bi Tuti. Apalagi orang tua bi Tuti sudah sangat tua di kampung, sedangkan anak-anak bi Tuti sudah berumah tangga.
"Alfares gak bisa paksain bibi juga, kalau sudah begini maunya"
"Makasih ya Tuan, bibi doakan semoga dapat seseorang yang lebih baik lagi nantinya"
Akhirnya bi Tuti pun, pergi meninggalkan kediaman Alfares, tidak lupa Alfares memberikan gajih selama ini bi Tuti bekerja, dan juga dengan bonus yang cukup besar dari Alfares.
"Hah.... Sekarang rumah jadi sepi."
__ADS_1
Hari itu nampak Alia telah di dandani dengan sangat cantik, begitu juga dengan Alfares, di karenakan Alfares tidak mempunyai wali, maka Alfares membayar penjaga rumahnya untuk sebagai walinya.
Upacara pernikahan dilakukan dengan begitu mulus, tanpa ada kendala sama sekali, keduanya nampak tersenyum menyambut tamu yang hadir.
"Kamu masih marah?" Alfares berbisik di samping Alia
"Bodo amat" Alia dengan jutek
"Kan udah aku jelaskan, semuanya"
"Terus kalau tentang obsesi kamu ke aku?"
"Ya itu suatu keinginan " Alfares nampak tersenyum tipis ke arah Alia
Cukup lelah rasanya, meski hanya menyambut para tamu, apalagi semuanya dilakukan seharian. Setelah acara selesai, Alfares berencana mengajak si ibu dan Alia untuk tinggal di tempatnya, namun sang ibu menolak. Awalnya Alia juga menolak untuk ikut tinggal bersama Alfares namun setelah paksaan dari ibu, Alia pun akhirnya luluh.
"Kamu udah jadi istrinya Alfares, jadi harus ikut tinggal sama dia"
__ADS_1
"Tapi ibu gimana?. Alia khawatir sama ibu di rumah"
"Kamu tenang aja. Ibu dirumah ada si Lara yang temanin " balas si ibu
"Loh Lara bakal tinggal disini sama ibu?"
"Iya, kemarin bapaknya nitipin dia sama ibu. Soalnya tahun ini Lara udah beranjak di bangku SMA"
"Syukurlah, Alia jadi tenang dengarnya, tapi tetap aja Alia bakal tetap sering jenguk ibu"
"Iya gak masalah, yang penting kamu baik-baik sama suami kamu."
Alia hanya mengangguk, malam itu Alfares dan Alia bermalam di rumah ibu, dikarenakan kondisi sedang kelelahan, sementara itu Alfares nampak tertidur lelap di atas kasur Alia.
"Nih manusia, tidur disini lagi" Alia nampak kesal
"Heh... Bangun, jangan tidur disini"
Saat setengah sadar, Alfares langsung menarik Alia di pelukannya, sontak saja hal itu membuat Alia terkejut, di tambah Alfares memeluknya dengan erat
"Ihh...! Lepasin, ngapain sih peluk-peluk"
"Ya kan udah legal. Jadi gak masalah"
"Aku masih tetap belum terima" balas Alia
"Marahnya besok aja, soalnya lagi capek"
Malam itu dengan terpaksa Alia tidur di samping Alfares, ditambah si ibu selalu datang ke kamar mereka jadi tidak nyaman rasanya, jika Alia mengusir Alfares saat masih ada ibu.
Malam itu Alia belum bisa tidur, tidak biasa rasanya tidur dengan seorang laki-laki, rasanya Alia sangat ingin mengusir Alfares dari ranjang tempat tidur, namun takutnya ibu melihat hal itu.
__ADS_1