Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Lepas kendali


__ADS_3

Di kantor Alfares nampak tengah sibuk dengan layar monitornya, bahkan sampai-sampai kopi yang di antarkan oleh asisten, sampai dingin tak tersentuh.


Hari ini jadwal yang di kerjakan Alfares cukup padat, bahkan sampai Alfares tidak sempat memakan bekal yang diberikan Alia.


KLEKK


Seseorang masuk kedalam ruangan, Alfares masih tetap fokus pada layar monitornya, bahkan saat langkah tersebut mendekat, Alfares masih tidak sadar


"Alfares..." Dengan suara manja


Seketika Alfares melirik kearah suara yang memanggilnya, mata Alfares nampak seperti seseorang yang sudah bosan melihat.


"Kamu ngapain kesini?"


"Aku mau nganterin kopi buat kamu" sambil meletakkan secangkir kopi di meja kerja Alfares


"Aku udah ada kopi,"


"Itu udah dingin, lagian udah gak enak"


"Kamu gak ada kerjaan apa, datang kesini, mendingan kamu pulang sana" Alfares kembali melanjutkan kerjaannya


"Kok gitu sih jawabannya, aku datang kesini dengan niat baik"


"Aku gak perduli, Sarah mendingan kamu gak usah ganggu aku lagi, aku udah punya istri paham!"


"Kamu kenapa sih harus nikah sama cewek kayak dia?, Emangnya aku kurang apa?" Sarah menunjuk dirinya


"Kurang suka!, Aku gak tertarik, jelas!?"


"Aku masih gak terima kamu nikah sama dia" Sarah nampak marah


"Aku gak perduli sama perasaan kamu, bentar lagi penjaga datang, mau pergi apa di usir secara paksa?"

__ADS_1


"Kok kamu gitu sama aku?,"


Alfares hanya diam dan tetap fokus pada layar monitor, sementara penjaga masuk kedalam ruangan


"Kamu jangan berani-berani nyentuh saya" Sarah menunjuk penjaga


"Bawa dia keluar "


Tanpa melawan perintah Alfares, penjaga itu segera menyeret Sarah keluar dari ruangan, sementara Alfares yang kembali merasa tenang, menyeruput kopi yang di bawa Sarah tadi.


"Srupppp... Gak buruk"


Selesai meminum kopi, Alfares segera mengemasi barang-barangnya, dan bersiap untuk pulang, lagi pula Alfares adalah boss di perusahaan itu, jadi terserah dia mau pulang kapan.


Di perjalanan Alfares merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, rasanya seluruh tubuh Alfares panas, dan sedikit gelisah, jantungnya pun terasa berdetak kencang.


"Aku kenapa sih?, Apa aku sakit?"


Sesampainya di rumah Alfares segera berjalan masuk kedalam, bahkan Alia yang tengah bersih-bersih, di abaikan oleh Alfares, dan segera masuk kedalam kamar


"Tuh orang kenapa lagi?, Biasanya manggil, sayaaaang" ucap Alia berusaha meniru Alfares


Melihat Alfares yang terburu-buru masuk kedalam, membuat Alia penasaran dengan apa yang terjadi pada Alfares, tidak biasanya ia seperti ini.


Alia segera berjalan menuju kamar, siapa tau saja Alfares sedang sakit, dan juga sudah kewajiban Alia untuk mengurus hal itu


Sesampainya di kamar pun Alia nampak heran, melihat Alfares yang berbaring di atas ranjang, dengan tubuh di tutupi selimut, Alia berjalan mendekat melihat apa yang terjadi.


"Kamu kenapa?" Duduk di sebelah Alfares


"Aku gak tau, rasanya badanku panas gitu, terus jantung juga rasanya berdetak kencang"


Alia segera meletakkan tangannya di atas kepala Alfares, dan benar saja rasanya tubuh Alfares nampak panas, bahkan tubuhnya mengeluarkan keringat.

__ADS_1


"Apa kita ke dok-"


Alfares tiba-tiba memeluk tubuh Alia


"Hah... Hah... Hah..." Alfares semakin erat memeluk tubuh Alia


"Kamu kenapa sih?" Alia nampaknya terkejut dengan tindakan Alfares


Alfares hanya diam dan dengan tiba-tiba, langsung mencium leher Alia, yang hal itu justru membuat Alia lebih terkejut.


"Aghhh... Kamu kenapa?, Kamu kesurupan ya?"


Alfares menatap Alia dengan tatapan sayu, sementara Alia tidak bisa menggerakkan tubuhnya akibat pelukan Alfares


"Alia.... Aku cinta banget sama kamu"


"Hah??, Kamu kenapa sih?, Lepasin buruan"


Alfares tidak memperdulikan perkataan Alia, malah Alfares segera ******* bibi Alia dengan ganas,


"Mmhhh..." Alfares mencium bibir Alia


Alia mengigit bibir Alfares yang tengah berselancar itu, dan hal itu nampaknya berhasil membuat Alfares berhenti mencium bibir Alia.


Bibir Alfares nampak berdarah setelah digigit oleh Alia, namun tindakan yang memeluk Alia dengan erat masih belum dihentikan.


"Gila ya kamu?!!, Main asal nyelonong aja!!" Alia nampak marah dengan perbuatan Alfares


"Aku gak perduli!"


Alfares segera membaringkan tubuh Alia di atas ranjang, dan tanpa basa-basi kembali mencium leher Alia


"Stopp!!! Alfares kamu kenapa jadi gini sih" Alia memberontak

__ADS_1


__ADS_2