
Di rumah Alia, Alfares nampak sudah menunggu di depan rumah. Sementara Alia tengah bersiap-siap, untuk segera pergi.
"Ibu, Alia mau kerja dulu ya" sambil mencium punggung tangan si ibu
"Iya... Hati-hati"
"Iya tenang aja buk" balas Alia
"Nak Alfares, tolong jaga Alia ya?"
"Iya buk, tenang aja, saya bakal jagain calon istri saya" Alfares nampak tersenyum sambil melirik Alia.
Melihat itu, Alia hanya menatap tajam kearah Alfares, seolah berkata, bahwa Alia setelah ini akan menghajar Alfares.
Alia segera masuk kedalam mobil, sang ibu terlihat melambaikan tangannya. Dan akhirnya mobil pun pergi, untuk menuju kediaman Alfares.
"Udah siap semua?" Tanya Alfares
"Iya sudah"
Perjalanan tidak memakan waktu yang lama. Jadi cukup singkat rasanya untuk sampai, saat mobil memasuki pekarangan rumah, Alia nampak terkesima dengan semuanya, apalagi sebelumnya Alia belum pernah melihat rumah sebesar dan semewah ini.
"Yuk keluar" Alfares segera keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Alia.
Alia yang sedang melamun sontak terkejut
"Eh I-iya"
Saat turun dari mobil, Alia nampak tak bisa berhenti untuk kagum, dan melihat sekitar.
"Sini ikut aku" Alfares berjalan masuk.
Masih belum selesai di buat kagum dengan pemandangan luar, kini Alia kembali kagum melihat isi rumah ini. Rasanya semua ini begitu mewah, dan begitu besar, ruang tamunya saja sudah sebesar ruamah Alia.
__ADS_1
Anak tangga demi anak tangga, Alfares berjalan menuju sebuah kamar kosong, yang nampak sudah dibersihkan, dan nampak begitu rapi.
"Ini bakal jadi kamar kamu"
"Ini kamar?!." Alia nampak terkejut, bagaimana bisa kamar untuk seorang seperti dirinya begitu besar
"Iya. Mulai sekarang kamu bakal tidur di sini"
"Gila,,, ini gede banget loh?"
"Ya mau gimana lagi, semuanya ukurannya emang segini"
Alia nampak melihat sekitar, dan setiap sisi. Rasanya begitu luas, kamar Alia saja tidak sebesar ini.
"Aku tinggal dulu, kamu beres-beres aja dulu, nanti kalau sudah selesai, kamu datangi aku di bawah"
Alia nampak cuek dengan perkataan Alfares, dan hanya fokus untuk melirik sekitarnya, dan tidak untuk lupa mencoba kasur yang begitu empuk dan lembut. Alfares hanya tersenyum melihat tingkah Alia, dan pergi ke bawah meninggalkan Alia sendiri.
Setelah beberapa menit kemudian, Alia turun dari anak tangga, Alfares pun sudah menunggu sambil duduk di sebuah Sofa ruang tamu.
"Iya sudah"
"Sini ikut" Alfares segera berjalan menuju dapur, sementara Alia hanya mengikuti dari belakang.
"Jadi mulai sekarang kamu bakal masak disini."
Alia hanya mengangguk, sambil melirik sekitar, apalagi dapur ini, yang rasanya sangat besar.
"Jadi kamu harus masak buat aku, mulai dari pagi jam 6 karena aku kerja berangkat pagi, terus malam jam 7 kamu masak juga, karena aku bisa pulang malam"
"Oke gitu doang kan?"
"Ya gitu doang, soalnya untuk urusan lain sudah ada yang ngerjain"
__ADS_1
"Oke siap" balas Alia
"Sekarang kamu silahkan masak, kebetulan aku lapar, dan pengen tau rasa masakan kamu" Alfares segera duduk.
Sementara Alia segera bersiap untuk memasak, dengan menggunakan celemek. Masakan kali ini cukup biasa, hanya masak nasi goreng, dikarenakan bumbu yang di miliki kurang.
Meski hanya memasak nasi goreng, Alia tetap melakukannya dengan serius, mau seperti apapun itu, jika menyangkut sebuah pekerjaan maka Alia akan sangat serius.
Alfares hanya menatap, dengan bibir tersenyum, hanya melihat Alia masak, entah kenapa membuatnya semakin suka pada Alia, setelah selesai masakan kini di hidangkan.
Satu piring penuh berisi nasi goreng, siap di santap telah di hidangkan di hadapan Alfares
Dari aromanya sudah sangat menggoda, apalagi jika merasakannya. Meski sifat Alia yang bisa di bilang agresif, namun dibalik itu, Alia hebat dalam memasak. Suapan pertama dirasakan, dan benar saja, tidak hanya penampilannya saja yang luar biasa, rasanya pun sama.
"Enak!. Kamu pintar juga masakannya" Alfares menyantapnya begitu lahap
"Iyalah, masa cewek gak bisa masak"
"Aku gak sabar, mau ngerasain masakan kamu yang lain, besok."
"Iya tenang aja, besok aku masakan yang lain lagi"
"Hebat juga calon istriku" Alfares tersenyum lebar.
Seketika mendengar itu, Alia langsung menginjak kaki Alfares, yang membuatnya seketika kesakitan
"Ehmmm!!!!... Istri kepala mu peang!!."
"Aduh... Kasar banget sih, dengar ya jadi cewek itu gak boleh terlalu galak"
"Bodo amat!!. Yang ada nanti, harga diri cewek di injak-injak sama kalian para Pria"
"Ya gak semua laki-laki kayak gitu kok"
__ADS_1
"Nyinyinyi, semuanya juga sebelumnya ngomong kayak kamu"
Hari itu dihabiskan dengan Alfares yang berdebat dengan Alia. Dimana Alfares yang mencoba menjelaskan dan Alia yang terus membalas omongan Alfares.