Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Menikah


__ADS_3

Pagi hari tiba, hari ini Alia akan segera pulang ke rumah ibunya, meski hanya setengah hari. Alia nampak telah bersiap-siap, sementara Alfares telah menunggu di bawah.


Selesai bersiap, Alia segera turun, dan berjalan menghampiri Alfares


"Udah siap, yuk" ajak Alia


Keduanya pun berjalan menuju mobil, Alfares membukakan pintu untuk Alia, setelah itu Alfares masuk, dan keduanya pun berangkat menuju kediaman Alia.


Seperti saat datang ke tempat Alfares, saat pulang pun tidak memakan waktu yang lama, bahkan sekarang telah memasuki jalan tempat tinggal Alia.


Mobil pun berhenti di depan halaman rumah, ibu nampak tengah menyapu teras, dan sembari melirik kearah mobil Alfares.


"Ibu!!?" Alia keluar dari mobil


Alia segera berlari menuju sang ibu, Alfares pun turun dan mendekati keduanya.


"Eh anak gadis ibu" dengan raut bahagia


"Alia kangen sama ibu. Ibu kangen gak sama Alia?"


"Enggak. Kan baru seminggu" Sambil tersenyum, sementara Alfares menahan tawanya


"Ih ibu... Masa gitu"


"Iya ibu kangen"


Alia nampak kembali senang dengan perkataan ibunya

__ADS_1


"Duduk dulu,"


Alfares pun segera duduk, diikuti dengan Alia, keduanya nampak bahagia setelah seminggu tidak bertemu.


"Jadi nak"


"Kenapa buk?"


"Kok kenapa. Kalian loh nikahnya kapan??. Ibu loh udah ngasih tau warga sekitar, kalau kamu udah punya calon suami"


Alia nampak membeku mendengar perkataan itu, padahal Alia berharap sang ibu tidak membahas hal itu kembali, atau berharap si ibu melupakan hal itu.


"Emmm. Itu buk aa" Alia salah tingkah menjawabnya


"Kalau gitu kita adakan secepatnya aja buk" Alfares tiba-tiba menyela pembicaraan


"Iya buk saya setuju"


Alia segera mencubit paha Alfares yang berada di sampingnya, sementara Alfares nampak tersenyum sambil menahan sakitnya di cubit.


"Bagus kalau gitu, ibu udah gak sabar. Apalagi ibu pengen banget bisa punya cucu, ya semoga ibu bisa"


Alia segera diam, rautnya nampak begitu sedih mendengarnya, sudah berapa kali Alia menerima lamaran dari banyak Pria, namun selalu di tolak. Padahal si ibu berharap anak nya yang sudah berusia 23 tahun itu menikah.


"Kalau gitu, acaranya kita adakan Minggu depan ya nak"


"Iya buk "

__ADS_1


Sang ibu pun berlalu segera masuk kedalam rumah, meninggalkan Alia bersama Alfares, sementara itu hawa yang sangat mengerikan mulai dirasakan Alfares.


"Maksudnya kamu ngomong tadi sama ibu apa!!!."


"Em... Itu... Ya itu" Alfares nampak salah tingkah


"Kamu senang karena rencana kamu berhasil gitu, dengan cara manfaatin ibu?"


"Maksudnya kamu apaan?"


"Kamu kira aku gak tau?. Aku kemarin gak sengaja ngebaca catatan kamu"


Seketika Alfares sangat terkejut mendengar hal itu, bagaimana bisa Alia mengetahui hal itu, Alfares nampak panik mendengar apa yang Alia katakan.


"Aku..."


"Aku tau... Kamu suka sama aku?. Semua isi catatan kamu kemarin itu jelas banget, tentang bagaimana kamu begitu terobsesi sama aku"


"Alia aku bisa jelasi..."


"Kamu sama aja ternyata. Sama laki-laki diluar sana, rela ngelakuin apa saja buat, dapatin apa yang kamu mau"


"Aku gak sama Lia, aku benar-benar suka sama kamu" Alfares nampak menjelaskan semuanya


"Itu buk Tuti?. Tentang yang dia ada urusan keluarga, itu kamu pecat dia kan?, Supaya kamu bisa gantiin dia sama aku?." Alia berdiri di hadapan Alfares


Rasanya begitu sulit untuk menjelaskan semuanya, apalagi Alia tidak mau mendengarkan perkataan Alfares, namun meski begitu, pernikahan mereka akan tetap terjadi, dibandingkan mementingkan perasaan dirinya sendiri, Alia lebih memilih untuk membahagiakan sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2