Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
rencana busuk


__ADS_3

Malam itu di kediaman Gio, semuanya nampak sudah berkumpul untuk melakukan acara penyambutan disana. Begitu juga dengan Alfares dan Alia, keduanya tengah berdiri menghadiri acara itu. Malam itu Alia nampak begitu cantik, dengan baju dress berwarna biru malam, dan tak jarang hal itu membuatnya menjadi pusat perhatian orang-orang.


Gio berjalan di tengah-tengah kerumunan orang-orang. Ia mulai berpidato tentang kembalinya dia dari luar negeri. "Selamat malam semuanya. Terimakasih karena sudah datang pada acara malam hari ini" ucap Gio


Semua orang bertepuk tangan dan membalas salam Gio. "Dan juga terimakasih pada sahabat terbaikku. Alfares Aswanata, yang telah mau mendukungku selama ini" semua orang bertepuk tangan. Alfares hanya tersenyum sambil ikut bertepuk tangan.


Berbeda halnya dengan Alia, yang nampak jutek dan begitu bosan dengan acara malam itu. "Kamu kenapa kok ekspresi wajah kamu cemberut gitu?" Tanya Alfares.


Alia hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit tersenyum. "Enggak kok." Balas Alia singkat


Selesai berpidato di depan. Semua orang nampak begitu menikmati pesta malami itu. Gio segera berjalan menghampiri Alia dan Alfares yang tengah berdiri. "Terimakasih ya sudah mau datang" ucap Gio sambil menjabat tangan Alfares.


"Sama-sama, tentu aja aku pasti datang kok!" Balas Alfares kembali.

__ADS_1


Gio kembali menyodorkan tangannya pada Alia untuk berjabat tangan, namun Alia hanya menatapnya dan seakan enggan melakukannya. Hingga akhirnya Alfares menata Alia dan menaikkan alisnya, barulah Alia mau berjabat.


Gio tersenyum setelah berjabat, namun tidak dengan Alia, yang langsung menarik tangannya agar tidak berlama-lama bersentuhan dengan tangan Gio. "Jadi sekarang kamu ngapain aja ?" Tanya Alfares mengalihkan.


"Ya sekarang aku cuma lagi nerusin bisnis Ayah aja. Makanya ini aku pulang kesini sendirian." Balas Gio


"Jadi tante sama om gak ikut kemari?" Tanya Alfares kembali.


Alfares hanya mengangguk tersenyum mendengar hal itu. Berbeda dengan Alia yang ekspresinya biasa-biasa saja mendengarnya. "Duh.. kapan selesainya sih. Kalau bukan karena Alfares, aku gak mau datang kesini, buang-buang waktu aja!" Ucap Alia dalam benaknya.


Hingga akhirnya tak lama kemudian terjadi keributan di depan rumah. Seorang penjaga masuk melaporkan berita tersebut pada Gio. "Lapor boss di depan ada sekelompok orang asing, yang berusaha menerobos masuk!" Ucapannya sambil terengah-engah.


"Apa orang asing!?. Siapa mereka?, Kenapa mereka berani menerobos masuk!?"

__ADS_1


Alfares yang mendengar hal itu seketika penasaran. "Ada Gio?."


"Ada orang yang berusaha menerobos masuk Al. Kayaknya mereka itu saingan bisnis yang gak suka sama aku!" Ucap Gio menjelaskan.


Dan tak lama kemudian sekelompok orang itu masuk, jumlah mereka begitu banyak. Sambil membawa tongkat pemukul dan sebilah pisau. Sontak saja orang-orang yang menghadiri pesta tersebut seketika berlarian panik.


Gio berusaha menenangkan para tamunya, namun semuanya seketika panik. Beberapa kelompok tersebut seketika memukuli beberapa tamu undangan malam itu. "Alia.. tetap disini sama aku!" Alfares segera memeriksa ponselnya untuk menghubungi pengawalnya.


Namun yang Alfares lupa adalah, bahwa dua bulan yang lalu Alfares telah menonaktifkan para pengawalnya dikarenakan suatu alasan. "Sialan!. Aku kenapa bisa lupa sih!" Teriak Alfares kesal.


"Kamu kenapa?. Lebih baik kita cepat pergi dari sini!" Ucap Alia dengan panik.


"Kamu benar, yang terpenting kita harus keluar dari sini" Alfares segera menarik tangan Alia menuju pintu belakang, untuk kabur. Namun ditengah pelarian keduanya dikejar oleh beberapa orang dari kelompok yang menerobos masuk itu.

__ADS_1


__ADS_2