Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Gina Bosan


__ADS_3

Mentari pagi begitu terang, hingga sinarnya pun masuk kedalam kamar, dan menembus gorden putih tipis, Gina terbangun oleh sinar matahari yang menyinari wajahnya, dengan mata masih berat, Gina duduk dari tidurnya, sambil melihat sekeliling.


Gina menguap sambil meregangkan tubuhnya. "Hoaamm. Pagi dunia!" Dengan raut datar dan rambut berantakan


Bangkit dari kasur, Gina berjalan menuju kamar mandi, lalu segera menyikat gigi, dan merenung dahulu sebelum manyiram tubuhnya dengan air.


CRESS


Air membasahi tubuh Gina, begitu dingin rasanya, namun juga begitu segar, semua rasa kantuk dan lelah seketika hilang, dan beberapa saat setelah mandi, Gina akhirnya selesai, segera ia keluar dan mengusap rambutnya.


Selesai mengenakan pakaian, Gina berjalan menuju ruang tamu, suasana begitu sepi, Sella sepertinya sudah berangkat sekolah sedari tadi, sementara Bunda sudah berangkat kerja pula, dan untuk Bi Lastri, sepertinya tengah pergi berbelanja.


Gina berjalan menuju kulkas, mengambil beberapa cemilan, dan tidak lupa minuman dingin, Gina berjalan menuju sofa, duduk lalu menyalakan televisi.


"Hah... Sepi banget nih rumah, udah kayak kuburan aja!" Sambil mengunyah cemilan


Gina menonton, minum, dan mengunyah cemilan, terus di ulang, hingga beberapa saat kemudian, rasa bosan mulai menghampiri, Gina mematikan televisi dan berhenti mengemil.


CLEKK


Bi Lastri telah pulang dari belanjanya, dengan sekantong plastik belanjaan Bi Lastri berjalan menuju dapur, Gina pun menghampiri Bi Lastri


"Masak apa kali ini Bi?" Gina memiringkan kepalanya


"Masak Sop ayam Non" dengan senyum


"Wih enak nih Bi, apalagi kalau Bi Lastri yang masak"

__ADS_1


"Ah Non bisa aja, gak cuma saya kok yang masak enak, nyonya juga masak enak kok" Bi Lastri sambil fokus memotong sayuran


"Enggak kok Bi, Bunda kalau masak gak enak." Gina melayangkan matanya kearah atas


"Gak boleh ngomong kayak gitu Non, gitu juga Nyonya kan orang tua Non Gina, dan Non Sella"


Gina hanya diam, hingga beberapa saat kemudian dering ponsel Gina berbunyi dari dalam saku celananya, dan setelah dilihat ternyata itu adalah telpon dari Kayla, teman dekat Gina yang selalu mengajak Gina untuk pesta.


"Halo Kay?, Ada apa nelpon?" Gina berjalan kembali menuju Sofa


"Haloo Gina ku sayang!!, Gimana semalam seru gak!?"


"Biasa aja Kay, gak ada yang spesial"


Kayla menghela nafas panjang mendengar jawaban Gina. "Ya biasa aja, ada cowok ngajak ngobrol kamu jauhin!, Makanya kamu jadi Jomblo Kolot Gin!, Haha" cekikikan Kayla


"Ngomong gitu nanti jatuh cinta loh Gin!. Eh iya nanti malam mau ikut lagi apa enggak?"


"Gak dulu Kay, nanti malam aku sibuk"


"Wih sibuk aja. Padahal biasanya aja jarang kerja"


"Ya ada lah Kay, pokoknya nanti malam aku gak bisa, lain kali aja" Balas Gina


"Yaudah Gin, lain kali harus ikut ya!" Paksa Kayla


"Iya lain kali aku ikut kok, itupun kalau gak di tungguin Bunda"

__ADS_1


Selesai dengan obrolannya, Gina segera mengganti bajunya dan bergegas pergi, sesampainya di garasi Gina langsung mengendarai mobilnya tanpa tujuan yang jelas.


***


CUPP


Alfares mencium pipi Alia yang tengah duduk di ruang tamu bersama ibu. Seketika Alia terkejut dan dengan ekspresi marah Alia menatap Alfares namun tidak berani membentak.


"Selamat pagi Istriku!" Sapa Alfares sambil tersenyum, sementara ibu yang melihat itu juga ikut tersenyum


"Kamu!" Alia melotot, dan saat si ibu melirik kearah Alia, seketika Alia berubah tersenyum


Alfares mengangkat alisnya sambil tersenyum kearah Alia. "I-iya selamat pagi juga" balas Alia dengan terpaksa


"Ibu senang lihatnya, suami istri emang harus gitu" ibu dengan wajah penuh senyuman


Alfares segera duduk di samping Alia, sementara Alia hanya menatap kesal tanpa bisa membantah. Setelah dirawat di rumah sakit, Alia memutuskan untuk membawa ibu kerumah, tentu saja agar mudah merawatnya.


Sebelumnya Alia berencana membawa ibu untuk pulang kerumah lama, namun karena kata Alfares dirumah mereka berdua saja, akhirnya Alia menurut.


"Jadi ibu gimana sekarang keadanya?, Udah agak mendingan buk?" Tanya Alfares


"Udah nak, makasih udah bantuin ibu" ibu membalas dengan raut senyum


"Sama-sama buk, ibu harus jaga diri dan kesehatan biar gak sakit, nanti Alia jadi sedih kalau tau ibu sakit" raut Alfares nampak khawatir


Alia tersenyum, sambil memandangi Alfares, rasanya begitu senang, saat mendengar Alfares yang begitu perhatian, dan bukan hanya padanya, tapi pada ibu juga.

__ADS_1


__ADS_2