Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
kesedihan Alia


__ADS_3

Sepulangnya dari kantor, Alfares melihat rumah begitu sepi, tak ada Alia yang menyambutnya, berjalan menuju kamar, Alia ternyata berada di dalam.


Sambil duduk, di atas kursi, menatap luar jendela, Alfares nampak penasaran dengan apa yang dilakukan Alia, berjalan mendekat Alfares perlahan mendengar isak tangis Alia.


"Alia...? Kamu kenapa?" Alfares mendekati Alia


Alia diam tak menjawab, rasa sedih membuat Alia tak bisa berbicara, Alfares begitu bingung, dan langsung memeluk erat tubuh Alia


"Hiks... Bau" Alia menangis sambil mendorong tubuh Alfares


"Y-ya habis kerja ya bau, udah gak usah dipikirin" Alfares kembali merapatkan pelukannya


Butuh waktu beberapa menit, menunggu Alia berhenti menangis, hingga akhirnya Alia bisa menjelaskan semuanya pada Alfares


"Kamu kenapa nangis?"


"Ibu sakit" Alia dengan raut lesu


"Ibu sakit?, Kalau gitu besok kita jenguk ya!" Alfares meyakinkan Alia


Alia mengangguk


"Udah gak usah sedih lagi, nanti aku panggilkan dokter terbaik, biar nanti ibu cepat sembuh" Alfares merapikan rambut Alia

__ADS_1


"Makasih..."


Rasanya Alia bersyukur, ketika mempunyai seseorang yang dapat di andalkan, apalagi di saat butuh seperti ini tidak seperti dulu.


"Tunggu sebentar ya, aku langsung telpon"


Alfares berjalan keluar kamar, menelpon anak buahnya, untuk menjemput ibu Alia, dan tidak lupa untuk memberikan perawatan VVIP.


Alia yang mendengar Alfares dengan serius membantunya sedikit malu, meski sudah berstatus suami istri, Alia masih belum melakukan apapun yang terbaik untuk Alfares


"_Padahal, Alfares selalu bantuin aku dengan serius, tapi selalu aku balas dengan perlakuan jutek. apa Alfares memang berbeda dari pria di luar sana?"_


Selesai menelpon Alfares kembali masuk kedalam kamar untuk menemui Alia,


"Sekarang kamu tenang aja, anak buah aku sudah ku suruh buat ngantar ibu kerumah sakit"


"Gak usah dipikirin, lagi pula ini udah kewajiban aku sebagai suami, dan juga untuk semuanya aku lakukan ikhlas untuk nolongin kamu"


Alia tersenyum mendengar perkataan Alfares, dan tanpa Alia sadari benih-benih cinta nampaknya perlahan akan tubuh dalam dirinya.


Serta belenggu yang selalu berada di dalam hati Alia, sedikit demi sedikit terlepas, perasaan nyaman dengan Alfares nampaknya membuat Alia perlahan menerima semuanya


"_Apapun akan aku lakukan Alia. Semuanya, semua yang kamu mau, hingga suatu saat kamu gak akan bisa pergi dariku"_

__ADS_1


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Sementara itu di kediaman Gio, ia nampak tengah duduk di kursi, sambil meletakkan kakinya di atas meja, Gio begitu fokus dengan layar monitornya.


"Saya mau kamu, lakukan pekerjaan ini dengan baik, saya gak mau ada kesalahan, dan jangan sampai ada jejak" Gio Masih tetap fokus pada layar monitornya


"Baik Boss, akan kami lakukan, dan kami pastikan tidak ada jejak yang tertinggal"


Setelah percakapan singkat, pria itu segera keluar dari ruangan, sementara Gio, nampaknya begitu fokus dengan sesuatu.


"Pertemuan yang singkat!, Begitu juga dengan rasa ini, hah.. akan segera kudapatkan"


Saat Gio tengah fokus, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar, Gio segera menyuruh orang tersebut masuk, dan nampaknya yang masuk adalah ibu Gio.


"Mamah!?, Ngapain disini?" Gio segera berdiri menyalami ibunya


"Mamah cuma mau jenguk kamu, dan juga mamah gak mau kejadian seperti beberapa tahun lalu terulang."


"Gio udah bilang mah, Gio bakalan lebih hati-hati, lagi pula seorang kelihatannya gak ada masalah!" Gio meyakinkan


"Mamah tau!, Tapi Gio, masalah gak akan melihat situasi dan waktu" berjalan mendekati monitor Gio


Sang Ibu menatap kearah monitor, dan kemudian menatap tajam kearah Gio

__ADS_1


"Mamah gak nyangka kamu masih punya obsesi!, Dia siapa!?"


"Mamah gak perlu tau, itu urusan Gio, lagi pula apa untungnya kalau mamah tau?"


__ADS_2